Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Indonesia / Jawa Tengah / Wisata Ziarah: Antara Tradisi Dan Budaya Di Indonesia

Wisata Ziarah: Antara Tradisi Dan Budaya Di Indonesia

Wisata Ziarah: Antara Tradisi Dan Budaya

Direktori Wisata.- Masyarakat Indonesia tidak bisa dilepaskan dengan ziarah kubur. Hal ini disebabkan karena ziarah merupakan sebuah bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap orang yang telah meninggal.

wisata-ziarah

Mengingat kembali jasa dan kebaikan orang yang sudah meninggal, sebenanrnya merupakan tindakan prilaku yang mulia. Bagi tradisi masyarakat Indonesia sebagian besar leluhur diartikan sebagai orang yang diluhurkan atau yang diruakan, dengan bahasa lain ditinggikan.

Makna dari wisata ziarah yang mudah dipahami, bahwa orang tersebut yang dikunjungi makamnya adalah seorang yang selama hidupnya membaktikan diri, berbuat baik sehingga jasa-jasanya memberikan perubahan kehidupan bangi masyarkat di masa itu.

Karena jasa budi baiknya tersebut, disaat orang tersebut meninggalkan dunia ini, budi baiknya selalu dikenang dan dihidupkan kembali agar generasi muda sekarang mampu mencerna, dan hal dapat membantu pembentukan karakter kehidupan di kemudian hari.

Melalui wisata ziarah, maka kita dapat mewujudkan bakti bagi yang masih hidup terhadap yang sudah meninggal untuk mengenang segala bentuk suru tauladan yang telah dilakukannya dalam mengabdikan dirinya kepada masyarakat.

Indonesia memiliki banyak tempat wisata ziarah yang bertebaran dihampir pelosok daerah yang dikelola oleh pemerintah Indonesia, baik pemerintah daerah daerah dan pusat. Pengaturan tata ruang obyek wisata ziarah yang baik dan sehat, tentu akan menjadikan sebuah ruang positif bagi pembentukan karakter bangsa sebagai lahan pembelajaran yang mengarah.

Banyaknya obyek wisata ziarah yang belum mampu dikelola secara maksimal oleh pihak-pihak yang berwenang, meyebabkan lokasi ini hanya dilihat sebelah mata. Dan lebih diperburuk dengan penyelewengan akidah yang dilakukan oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal inilah yang memperburuk citra sebuah tradisi dan budaya bangsa Indonesia yang hingga saat ini masih menjalankan tradisi ziarah ke makam para tokoh-tokohย  agama, tokoh nasional, hingga tokoh budaya.

Bila menelisik lebih jauh, setiap tempat wisata zairah yang ada di Indonesia, bila digali dari nilai sejarah dan ilmu pengetahuan tentu hal ini lebih mengarahkan ke nuansa yang lebih positif. Seperti halnya yang telah kami lakukan pada saat melakukan wisata ziarah di Pesarean Kyai Ageng Henis.

Di setiap tempat wisata ziarah, sebenarnya banyak hal yang bisa kita gali. Dari perjalanan sejarah tokoh tersebut, hingga apa yang menjadikan tokoh tersebut menjadi suri tauladan dalam kehidupan masyarakat, dan masih banyak lainnya yang bisa di gali dari setiap obyek wisata ziarah yang ada di Indonesia. Semoga artikel ini dapat memberikan sebuah masukan positif bagi kita semua dengan sudut pandang positif.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest

14 Comments

  1. di kampung saya setiap 1 tahun biasanya mengadakan wisata ziarah ke makam wali wali, tapi saya ogah ikut soalnya udah sering ketemu wali, yakni mbah saya yang namanya walijan mas. heheee

    • wkwkwkwkwk,,,, benar juga mas Budi, apalagi di rumah saya banyak wali yitu wali murid ๐Ÿ˜€

  2. ini dia Mas yang terkadang banyak orang yang salah kaprah dalam berziarah, kebanyakan mereka justru mendekati musrik jika melakukan ziarah ke makam makam orang terkenal ataupun tokok tokoh di masa lampau, mereka bukannya membaca yasin demi sang tokok agar supaya selalu di berikan kebahagiaan dialam sana, justru mereka malah banyak yang meminta minta demi kepentingan mereka sendiri.

    • Semoga saja mas, semakin banyak orang yang melakukan wisata ziarah tanpa harus menggadaikan akidahnya kelak, Karena sayang sekali bial potensi obyek wisata ziarah yang ada di Indonesia hanya dikenal sebagai tempat wisata yang kumuh dan tidak terawat, hal inilah yang menjadikan salah memont untuk ziarah disalah artiken oleh para pelaku yang tidak mau membuka pengetahuan yang lebih luas.

      • nah bener thu Pak, jadinya makin salah kaprah mereka

        • Seharusnya yang bertanggung jawab itu yang membimbing dan yang bertugas di tempat wisata ziarah juga ya mas ๐Ÿ˜€

  3. Jadi keinget didesa nie mas… Jadi pengen pulang

    • Memang asal dari Jatinom ya Mas ? ๐Ÿ˜€

  4. Miris ya mas, melihat banyak obyek wisata religi yang tidak terawat dan menjadi ajang kemusyrikan bagi orang2 yang tidak bertanggung jawab. Saya jadi ingat beberapa waktu lalu pernah berkunjung ke bberapa obyek wisata sejarah di Jawa, justru oleh kuncenya kita disuruh minta doa keselamatan, rezeki, jodoh dan sebagainya..Jadi menurut saya Dinas Pariwisata terkait harus menertibkan pengelola yang menjurus ke syirik dan lebih memperhatikan lagi kebersihannya..Hehe suka beraroma tidak sedap ๐Ÿ˜‰

    • Apaan tuh aroma yang tidak sedap Mba ? Biasanya sih di sana banyak aroma harum bunga atau menyan. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

  5. Biasanya pergi ke pemakaman pada saat menjelang Ramadan itu suatu tradisi. Hampir semua umat Muslim melakukan itu.

    • Benar Mas, dan pada bulan-bulan tertu juga masih banyak yang melakukan ziarah Mas, semoga saja niatannya hanya kita tidak salah ya mas ๐Ÿ˜€

  6. Berziarah intinya adalah mengenang yang di ziarahi dan mengingat mati. Saat ini justru kedua hal tersebut malah dikesampingkan dan cenderung kearah kemusrikan. Berdoa dan meminta kepada ahli kubur….

    • Benar mas, terimakasih atas penambahannya yang mengingatkan kita semua. ๐Ÿ˜€

Comments are closed.

This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate ยป
error: Content is protected !! Sorry bro, dilarang copy paste..
Ad Clicks :Ad Views :