Oh Snap!

Please turnoff your ad blocking mode for viewing your site content

Wisata Yogya: Eksotisme Kearifan Lokal Dan Kepatuhan

Wisata Yogya: Eksotisme Kearifan Lokal Dan KepatuhanYang Tetap Dilestarikan

Direktori Wisata.- Yogya dikenal sebagai kota yang sangat istimewah, Keraton selalu menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dari Kota Yogya. Dulu kota ini dikenal sebagai kota kecil, dimana di setiap jalan selalu dipenuhi pengendara sepeda, dan kini kita Yogya telah berubah menjadi sebuah kota yang memiliki aktifitas padat seperti ibu kota Jakarta.

Konon menurut catatan sejarah, Yogya dulunya merupakan sebuah negara yang lebih dulu ada sebelum Indonesia ada dan merdeka. Hal ini diperkuat dengan pengakuan negara Belanda yang mengakui dulunya ada sebuah negara yang bernama Ngayogyakarto. Bukti terlulis ini terdapat di dalam perjanjian Giantri.

jogjakarta

Selepas Indonesia merdeka, Sultan Hamengku Buwono IX menyatakan bergabung dan menyatukan Jogja kenegara kesatuan Republik Indonesia. Namun khusus daerah Jogja pemerintahannya tetap dipimpin oleh Sri Sultan secara turun temurun, oleh karena itu Provinsi ini memiliki sebuah gelar sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta.

Yogya juga pernah menjadi ibu kota negara Indonesia pada waktu terjadi keadaan darurat pada tahun 1946-1948. Karena Belanda tidak tidak berani menyerang Yogya, karena status keraton Yogya tercatat sebagai status negara yang tercatat dan di akui oleh pemerintah kerajaan Belanda.

Jalan-jalan ke Yogya, kurang lengkap rasanya bila kita mengunjung pusat pemerintahan Yogya yang di pimpin oleh Sultan, yaitu Keraton Yogyakarta. Di lokasi ini kita dapat menemukan banyak hal peninggalan berupa koleksi-koleksi unik dan klasik yang bernilai seni dan sejarah yang tinggi.

Dari pengalaman pribadi pada saat berkunjung ke Keraton Yogya adalah pada saat memperhatikan dan meilihat orang-orang Yogya yang taat sama Keraton, dan semua aturan harus tunduk dan taat pada Sri Sultan. Hal ini dapat kita lihat dari kehidupan abdi dalem keraton Yogya. Di mana mereka merupakan orang-orang yang berdedikasi penuh untuk Keraton.

Dari seragam pakaian yang digunakan para abdi dalem Keraton kita akan mendapatkan sebuah pembelajaran yang berarti, Konon infromasi yang Direktori Wisata terima pakaian seragam abdi dalem tersebut adalah “peranakan“. Dinamakan “peranakan” karena menjadi sebuah simbol persaudaraan, istilanya semua abdi dalam berasal dari satu rahim ibu. Dan dari enam kancing pakaian “peranakan” yang terdapat di leher, memiliki simol dan arti yang menandakan jumlah rukum iman. Sedangkan untuk ke lima kancing yang terdapat di lengan pakaian “peranakan” yang menjadi pakaian seragam para abdi dalem tersebut melambangkan simbol rukum Islam.

Jadi dari kesimpulan yang Direktori Wisata dapatkan mengenai “Peranakan” bagi Keraton Yogya menandakan bahwa bukan hanya budaya yang harus di junjung tinggi, namun juga ajaran-ajaran agama pun harus di junjung tinggi dalam kehidupan di dunia. Melihat hal ini maka dapat disimpulkan bahwa, sekarang ini seorang adbi dalem Keraton merupakan abdi budaya. Dan rasanya kuranglah tepat bila kita mengatakan bahwa seorang abdi dalem itu merupakan abdinya Sultan. Karena mereka merupakan orang-orang yang memiliki komitmen seneh hati untuk melestarikan tradisi dan budaya Yogya.

Lanjut informasi, siapa pun bisa menjadi abdi dalem Keraton Yogya, namun tentunya dapat memenuhi persyaratan yang wajib dipenuhi oleh orang tersebut yaitu; ia harus bisa menjadi suritauladan dan contoh dimasyarakatnya, baik tingkah lakukan, tutur katanya, dan tindak tanduknya. Walau meski tidak ada larangan bagi siapapun untuk menjadi seorang abdi dalem Keraton, tidak sembarang orang yang benar-benar bisa menjadi abdi budaya Keraton, karena ini semua merupakan panggilan jiwa yang tidak bisa ditutup-tupi atau pun dibungkus dengan kepura-puraan. Seperti itulah informasi yang kami dapatkan pada saat mengunjungi Keraton Yogyakarta dari salah seorang abdi dalem Keraton Yogya.

Baca juga : Tips dan Info Wisata Murah Jogja Dengan Budget Minim

Bagi masyarakat Yogyakata, kepatuhan pada sebuah tradisi danĀ  titah Keraton merupakan cara yang mereka lakukan dalam kehidupan lokal sehari-harinya, dan ini telah berlangsung pada ratusan tahun, dan akan terus dijaga dan dilestarikan oleh para penerus para abdi budaya dan masyarakat Yogya.

Baca juga : Menyusuri Kampung Wisata Taman Jogjakarta

Walaupun begitu, bagi masyarakat Yogya mereka tetap sadar, bahwa Yogya merupakan bagian bentuk satu kesatuan kepingan daerah yang membentuk satu kesatuan negara Republk Indonesia dan mereka merupakan bagian terpenting dari sebuah negara besar yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke yang melengkapi warna-warni kearifan lokal negeri Nusantara menjadi sebuah Kearifan Lokal Masyarakat Indonesia.

Menikmati wisata Yogya kita bukan hanya disuguhkan sebuah pemandangan alam yang indah, tempat wisata belanja Yogya yang murah, namun lebih dari itu kita akan dapat membuka cakrawal pengetahuan akan sebuah nilai tradisi bangsa Indonesia yang banyak memberikan sebuah nilai pembelajaran yang tersirat tanpa harus tersurat, namun dapat di rasakan dalam kehidupan di Kota Yogya yang membuat kita merasa betah hadir dan tinggal di Kota budaya yang memancarkan sebuah nilai eksotisme kearifan lokal dan kepatuhan dalam kesharian bagi masyarakat Yogya.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
  • stumbleupon
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks :Ad Views :