Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Indonesia / Jogjakarta / Wisata Yogya Dengan Argo Kuda

Wisata Yogya Dengan Argo Kuda

Wisata Yogya Dengan Argo Kuda

Direktori Wisata.- Jalan-jalan berlibur di Kota Yogyakarta dengan menggunakan argo kuda itu memiliki sensasi tersendiri. Kita bisa berputar-putar mengelilingi obyek wisata yang dituju, sambil menikmati suasana kota Yogyakarta yang eksotis.

andong-yogyakartaAwal perjalanan kami di kota Yogyakarta dengan menggunakan argo kuda alias delman atau andong ini, pada saat kita menelusuri jalan Malioboro. Di lokasi inilah kami memulai perjalanan dengan menggunakan delman. Di samping ingin menikmati suasana kota Yogyakarta yang eksotis, kami pun ingin mengenal lebih dekat dengan para pelaku usaha andong yang ada di Kota Yogyakarta dari dekat.

Percaya atau tidak, para pengendara delman yang disebut dengan pak kusir ini adalah salah satu garda terdepan untuk daya tarik pariwisata yang ada di Yogyakarta. Karena keberadaan mereka telah menjadi bagian dari sistem ekonomi yang khas, yang menciptakan  rantai ekonomi kota Yogya  yang saling menguntungkan berbagai pihak dalam menjalankan usaha di kota tersebut.

Dari pengamatan Direktori Wisata di lokasi, dalam menjalankan wilayah pariwisata keberadaan pak kusir dalam melayani para wisatawan yang hadir di kota Yogyakarta, tidak dapat dilepaskan dari para pemandu wisata lokal Kota Yogyakarta. Para penjual kerajian galeri seni dan toko suvenir ataupun penjual makanan dan minuman serta oleh-oleh, hotel dan para abdi dalem Keraton Yogyakarta.

Dengan memanfaatkan kendaraan tradional untuk berkeliling Kota Yogyakarta, kami dapat berkunjung ke berbagai toko cendramata dan batik yang tersebar di seantero Yogyakarta dengan ongkos relatif murah. Pak kusir pun mengajak kami berputar-putar mengunjungi pusat penjualan kaos atau T-shirt, pusat oleh-oleh bapia asli Yogyakarta, dan pusat batik dari kelas harga murah meriah hingga kelas dengan harga butik yang ada di Kota Yogyakarta.

Ada pengalaman yang yang positif  dari obrolan kami bersama si pak kusir ini. Walau menyikapi kehidupan modern, beliau tetap melestarikan tardisi dan budaya untuk menjadi salah satu ikon pariwisata di Kota Yogyakarta dengan menjadi pak kusir. Filosofi yang diberikannya pun sangat dalam sekali bagi kami, yaitu “mangan ora mangan sing penting ngumpul” yang artinya “makan tidak makan asal kumpul”, sebuah filosofi kehidupan yang bermakna sangat komunal dan egaliter yang kami dapatkan dari si Pak Kusir ini.

Lanjut pembicaraan pak kusir kepada kami,,,,,,,, selain itu beliau menerangkan kepada kami bahwa manusia yang hidup harus menerapkan istilah “sakmadya”, yang bermakna bahwa dalam mencari rejeki hendaknya secukupnya, tidak perlu berlebihan hingga memicu sifat serakah. Karena hidup ini sudah ada yang mengatur sehingga kita tidak akan dibiarkan kekuarangan.

Dua point pembelajaran di atas yang kami tanggap dari obrolan selama menyusuri perjalanan di tempat-tempat wisata Jogja dengan menggunakan argo kuda yang dikendalikan oleh pak kusir ini, sangat menyentuh dan membuat hati ini bercermin kepada diri sendiri.

Wisata Yogya dengan argo kuda kita bukan hanya dapat mengunjungi obyek-obyek wisata yang indah, namun lebih dari itu, bila kita bisa menjalin komunkasi yang baik dan katif kepada Pak Kusir-nya, kita akan mendapatkan sebuah pembelajaran yang positif. Selamat menikmati wisata Yogya.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest

4 Comments

  1. hmmm senangnya jika suatu saat nanti saya bisa berkeliling jogja 😀 oya mas, jangan lupa mampir ke rumahnya mbak Ririn jika pas melintas di selman jogja hehehe 😀

    salam wisata 🙂

  2. kalau di tempat saya yang beginian itu namanya sado mas, sejak kecil saya biasa naik itu alat transportasi jika ikut ibu belanja ke pasar mau pun pergi kesekolah… jadi teringat kenangan masa kecil nih.

Comments are closed.

This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks :Ad Views :