Oh Snap!

Please turnoff your ad blocking mode for viewing your site content

Wisata Wakatobi:: Mengenal Suku Bajo di Wakatobi

Liburan Sambil Menyusuri Denyut Kehidupan Suku Bajo Wakatobi di Indonesia Timur

Direktori Wisata – Mengenal dari dekat kehidupan Suku Bajo Wakatobi yang menjadi salah satu daya tarik para wisatwan berkunjung di kawasan wisata bahari Wakatobi, Indonesia bagian timur.

Wakobi merupakan sebuah Kabupaten yang terbentuk dari 4 (empat) gugusan pulau kecil yang berada di Sulawesi, kawasan ini dikenal dengan destinasi wisata yang menampilkan surga bawah laut yang indah. Dan nama-nama tempat wisata Wakotobi berasal dari 4 pulau-pulau kecil yaitu Pulau Wangi-Wangi, Pulau kaledupa, Pulau Binongko, dimana kawasan ini 97 % wilayahnya merupakan lautan.

Menjadi pelaut tertangguh di Nusantara menjadikan Suku Bajo dikenal sebagai pengembara handal yang konon dari informasi Direktori Wisata peroleh dari keterangan pemandu wisata, mereka juga tersebar di 21 Provinsi di Indonesia bahkan hingga negera tetangga kita seperti Philipina. Namun, Suku Bajo terbanyak yang terdapat di Wakatobi berada di Desa Molalara.

Ke esksotisan wisata Wakatobi tidak hanya mampu mengundang para wisatawan menyelami lautnya saja, Namun budaya dan kearifan lokal masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi Direktori Wisata bersama rekan-rekan hadr dan menikmati sajian wisata di Wakatobi.

Perkampungan Bajo Desa Mola

Mengisi liburan di Wakatobi kita bisa melakukan petualangan bersama dengan masyarakat Suku Bajo yang akan memperkenalkan kepada kita potensi dan keindahan alam wisata Wakato, dan biasanya perjalanan wisata kita akan diperkenalkan tradisi melaut bersama mereka. Sepeti perjalanan wisata Wakatobi kami yang di ajak menuju Pantai Waha yang merupakan lokasi nelayan Suku Bajo yang biasa dijadikan tempat untuk mencari ikan.

Dalam perjalanan mengarungi laut bersama Suku bajo kita bisa menyaksikan penorma keindahan laut yang akan memanjakan suasana hati kita, dari air lautnya yang jernih dn juga atraksi lumba-lumba. Kita bisa melihat dan menyaksikan mama lia laut yang cerdas dan berenang 1 mil dari pantai.

Konon, bagi nelayan Suku Bajo dimana ada lumba-lumba berarti di sana ada ikan, karena lumba-lumba memakan ikan.Dan salah satunya adalah ikan tuna, dan ikan tuna merupakan jenis ikan yang sering ditangkap oleh para nelayan Suku Bajo di kawasan ini.

Maysarakat Suku Bajo tidak bisa tinggal berjauhan dari laut. Dimana mereka tinggal di atas air atau yang dikenal dengan nama rumah tancap. Konon, rumah tancap ini bisa berdiri kokoh karena di topang oleh karang. Walau terlihat cukup sederhana, namun rumah ini kuat menghadapi hampasan ombak.

Rata rumah tancap Suku Bajo memiliki keramba ikan yang berfungsi untuk menaruh hasil tangkapan ikan yang masih kecil untuk di taruh di tempat tersebut agar berkembang biak atau juga bisa sebagai tempat menaruh hasil laut untuk cadangan bahan tangkapan untuk di masak.

Tinggal di atas laut dan berinteraksi bagi masyarakat Suku Bajo merupakan kegiatan yang sudah biasa. Dan untuk mengunjungi serta silaturahmi dengan tetangga pun mereka menghandalkan perhu. Namun dari kunjungan kami di lokasi, tidaklah semua Suku Bajo sekarang ini tinggal di atas rumah tancap, ada juga yang telah tinggal di rumah modern di daratan.

[the_ad id=”13728″]

Di beberapa daerah yang kami kunjungi, rumah tancap Suku Bajo memang masih terlihat dan dipertahankan untuk menjaga nilai tradisi Suku Bajo

Bila kita beruntung, kita pun bisa menemukan makanan khas dari Suku Bajo yang bernama Kosuami, yaitu makanan yang terbuat dari parutan singkong yang telah disaring da telah dikukus. Dimana aroma makanan ini tercium semakin khas lantaran makanan ini diolah dan di masak dengan menggunakan kayu bakar. Jadi jangan heran bila kita mengunjungi kawasan ini bila mencium aroma makanan khas yang mengundang selera nafsu makan kita untuk mencarinya.

Konon, singkong menjadi makanan andalan di kawasan ini. Karena daratan waktobi lebih cocok untuk ditanam umbi-umbian dari pada padi. Dan makanan ini cocok dinikmati saat panas bersama lauk tripang mentah. Dan rasanya unik, namun bagi kita yang tidak terbiasa makan dari hasil laut mentah, mungkin agak aneh, namun bagi yang terbiasa atau yang suka ini seger banget dan unik katanya.

Kunjungi juga : 15 Objek Wisata Yang Menarik Dikunjungi di Indonesia

Bagi kita yang malakukan perjalanan wisata di kawasan ini akan dapat merasakan kehidupan ala Suku Bajo Wakatobi. Bahkan kita juga bisa mersakan ramahnya desa yang jauh dari hingar-bingar kehidupan kota untuk melepas penat sambil mengenal budaya yang sebelumnya tidak akan pernah kita temukan di tempat lainnya. Selamat menikmati perjalanan wisata Wakatobi.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
  • stumbleupon
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks :Ad Views :