Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Heritage / Wisata Sejarah Berdirinya Keraton Surakarta

Wisata Sejarah Berdirinya Keraton Surakarta

Mengenal Sejarah Berdirinya Keraton Surakarta Yang Megah

Direktori Wisata.- Berdirinya Karaton Surakarta Hadiningat karena Istana Kartasura telah hancur yang disebabkan oleh keadaan politik yang kacau disertai dengan berbagai skandal asmara yang menyebabkan banyak pihak tidak puas dan berdampak pada banyaknya pemberontakan. Maka, Paku Buwana II memutuskan untuk membangun Istana baru di Desa Sala yang diberinama Surakarta.

keraton-surakarta

Dari informasi yang Direktori Wisata terima menurut catatan perjalanan sejarah Paku Buwana II hingga mendirikan Keraton Surakarta Hadiningrat di terangkan dalam Babad Tanah Jawi, konon pada masa awal pemerintahan Paku Buwana II, beberapa tokoh istana Kasunanan Kartasura bersaing untuk menguasainya, dan waktu itu beliau masih berusia 15 tahun.

Para pejabat Kartasura pada waktu itu terbagi menjadi dua kelompok, yaitu golongan yang bersahabat dengan VOC yang dipelopori oleh Ratu Amangkurat (Ibu Suri), dan golongan anti VOC yang dipelopori oleh Patih Cakrajaya. Selain du tokoh tersebut, tokoh penting lainya adalah Ayu Mangkunegra yang merupakan kakak Paku Buwana II (lain ibu) yang konon menurut cerita dulunya beliau pernah terlibat dalam perang Sukesih II, namun menyerah dan diampuni oleh ayahnya yaitu Amangkurat IV. Kini, ia menjadi tokoh kuat yang paling tidak disukai oleh Patih Cakrajaya.

Dan pada tahun 1728, Cakrajaya berhasil menjebaknya seolah ia berselingkuh dengan istri Paku Buwana II. Maka, atas desakan Paku Buwana II, VOC terpaksa membuang Arya Mangkunegara ke Sri Lanka, kemudian ke Tanjung Harapan.

Pada masa Paku Buwana II, salah satu pemberontakan yang terjadi adalah pemberontakan orang dari etnis Cina. Pemberontakan orang-orang Cina yang dikenal dengan nama Geger Pacinan ini terjadi pada bulan Oktober 1740, dan menjadi penyebab runtuhnya Kartasura. Perisitiwa ini dipicu oleh pembantaian warga Cina oleh masyarkat Eropa di Batavia atas izin Adrian Valckenier, Gubernur Jendral VOC saat itu.

Warga Cina yang selamat menyingkir ke timur, dan melancarkan aksi penyerbuan terhadap pos-pos VOC yang mereka temui. Dan Paku Buwana II didesak kaum anti VOC agar medukung pemberontakan Cina. Maka, pada bulan November 1741, Paku Buwana II pun mengirim 20.000 prajurit untuk membantu kaum pemberontak mengepung kantor VOC di Semarang. Sebelumnya, Paku Buwana II juga menumpas garnisun VOC yang bertugas di Kartasura pada bulan Juli 1741.

Dan pada tahun 1742 VOC dapat memukul mundur kaum Cina setelah mendapat bantuan dari pasukan yang dikerahkan oleh Pengeran Cakraningrat IV yang merupakan bupati Madura Barat yang tidak lain adalah ipar dari Paku Buwana II yang sangat membenci pemerintahan Kartasura yang dianggap sangat bobrok moralnya karena skandal yang terjadi di lingkungan kerajaan tersebut. Perdamaian pun dijalin, dan Kapten Baron von Hohendorff pun tiba di Kartasura pada bulan Maret 1742 sebagai wakil VOC untuk menandatangai perjanjian perdamaian dengan Paku Buwana II.

Namun, perdamaian tersebut malah membuat para pemberontak sakit hati. Dan mereka pun mengangkat raja baru yaitu Raden Mas Garendi atau yang disebut sebagai Sunan Kuning, karena beliau memimpin kaum kulit kuning. Raden Mas Garendi merupakan seorang cucu Amangkurat III yang baru berusia 12 tahun, dengan gelar Amangkurat V. Mayoritas pemberontak kini bukan lagi berasal dari kaum Cina, melainkan orang-orang Jawa anti-VOC, yang semakin banyak bergabung.

Beberapa bulan kemudian, Cakraningrat IV berhasil merebut Kartasura pada bulan Desember 1742, dan mendesak VOC agar mengusir Paku Buwana II untuk dibuang saja karena dinilai tidak setia. Namun, VOC menolak perminta tersebut, karena Paku Buwana II masih bisa dimanfaatkan. Lalu Cakraningrat IV teraksa menyerahkan Kartasura karena khawatir VOC batal memberikan dukungan dan membantu kemerdekaan Madura waktu itu.

Baca juga : Wisata Ziarah Pesarean Kyai Ageng Henis

Paku Buwana II kembal ke Kartasura pada bulan November 1743. Dan sebelumnya, Sunan Kuning telah tertangkap pada bulan Oktober. Perjanjian dengan VOC semakin memberatkan Paku Buwana II. Selain utang atas biaya perang yang wajib dibayar lunas, raja juga dilarang mengangkat Putra Mahkota dan patih tanpa mendapat persetujuan dari pihak VOC terlebih dahulu wkatu itu.

Baca juga : 10 Destinasi Wisata Jawa Tengah Yang Menarik Dikunjungi Saat Liburan

Karena Istana kartasura sudah Hancur, maka Paku Buwana II memutuskan untuk membangun istana baru di Desa Sala yang kini dibernama Kartasura. Dan istana ini ditempatinya mulai tahun 1745. Dan inilah yang menjadi asal mula sejarah berdirinya Kasunanan Surakarta. Dan, raja pertamanya adalah Paku Buwana II.

Wisata Sejarah di kawasan daerah Keraton Surakarta Hadiningrat memberikan sebuah pengalaman yang menarik bagi kita untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang perjalanan sejarah, dan salah satunya adalah sejarah berdiri Keraton Surakarta.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest

16 Comments

  1. Ternyata banyak sejarah juga yang gak luput dengan kasus selingkuh. Termasuk juga sejarah Keraton Surakarta ini.

    • Benar Kang, kalau kita melihat lebih detil lagi sepertinya malu deh untuk dijabarkan. 😀

  2. ternyata sangat panjang dan penuh dengan cerita ya Mas berdirinya keraton surakarta ini, N benerjuga kata mas Ridha, ternyata kata selingkuh sudah ada sejak jaman dulu juga ya 🙂

  3. Peninggalan nenek moyang yang membanggakan generasi negeri ini…

  4. Harta tahta dan wanita memang sumber terjadinya perpecahan dan peperangan

  5. perjalanan asmaranya juga seru ya mas, bukan hanya bumbu cerita tapi mempengaruhi terhadap politik pemerintahan kerajaan ini..

    • Wah, kalau dilihat dari faktor berdirinya kerajaan Surakarta ini menurut catatan sejarahnya sih seperti itu Mba, semuanya karena tahta dan wanita serta harta. 😀

  6. Dulu sempat kesini naik sepeda kang, penuh sejarah tempat ini kang

    • Benar Kang, kalau ke keraton Surakarta dan kita jeli, akan banyak bahan yang bisa di angkat ya menjadi tulisan. 😀

  7. ceritanya penuh dengan intrik yamas
    oya saya masih bingung sebenernya surakarta dengan solo itu 1 tempat dua nama atau lain tempat sih mas?

    • Itu satu tempat atau daerah Mas. Solo ya Surakarta dan ssebaliknya. Itu sih ang saya tshu waktu ke sana 😀

  8. wah yang mau berwisata sekaligus menimba ilmu bagus sekali ya pak kesini.

    • Benar mas, bila saja kita memiliki kesempatan untuk mengkaji lebih jauh melalui dunia pustaka di dalam Keraton Surakarta kita akan menemukan banyak manfaat tentang catata perjalanan sejarah dan budaya Jawa loh…. 😀

  9. Keraton Kartasura dan Surakarta memang mempunyai hubungan yang erat. Meskipun Kraton Kartasura tidak berumur panjang, sampai saat ini masih ada jejaknya di Kartasura, Sukoharjo.

Comments are closed.

This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks :Ad Views :