Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

 
Home / Indonesia / Jakarta / Wisata Kuliner: Pembuatan Dodol Betawi

Wisata Kuliner: Pembuatan Dodol Betawi

 

Intip Proses Pembuatan Dodol Betawi Di Kampungnya Orang Betawi Jakarta

Direktori WIsata. – Pembuatan dodol Betawi dengan menggunakan panci kulai besar dengan diameter satu meter, adonan dodol harus diaduk selama +/- 8 jam tidak boleh berhenti.

Makanan tradisional terbuat dari bahan ketan, gula merah, gula pasir, dan perasan santan kelapa. Untuk memasak diperlukan waktu yang cukup lama +/- 8  jam. Dimasak di atas kuali besar yang di taruh di atas tungku bara api. Proses memasaknya pun harus sabar, karena selama prosesnya adonan bahan yang dijadikan satu dalam kuali harus selalu di aduk agar rata dan tidak hangus.


Proses pembuatan dodol Betawi asli ini saya ikuti pada saat berkunjung di kawasan kampung wisata Betawi di daerah Situ Babakan Srengse Sawah, Jakarta Selatan. Pada saat saya hadir proses pengadukan dodol Betawi sudah kelihatan hampir jadi, dan di tempat inilah kita akan diberikan penjelasan oleh petugas yang memperkenalkan kita dengan menu kuliner tradisional dodol Betawi.

pembuatan-dodolbetawi

Informasi yang saya dapat Direktori Wisata dilokasi, bahwa dodol Betawi biasanya diproduksi oleh beberapa komunitas warga Betawi yang menyebar di kawasan setaran Jabotabek (Jakarta Bogor, Tangerang dan Bekasi).

Konon, dodol Betawi tidak pernah lepas dari setiap acara besar bagi masyarakat asli Betawi, seperti; hajatan hingga upacara ritual keagamaan. Dan sekarang dodol Betawi sulit sekali di temukan seperti barang yang sudah langka keberadaannnya di tengah-tengah masyarakat.

 

Jenis kuliner tradisonal dodol Betawi hanya dapat ditemukan biasanya pada saat hari menjelang lebaran pada saat perayaan hari besar umat Islam.

Baca : Setu Babakan: Tempat Wisata Budaya Betawi

Sejarah Kuliner Dodol Betawi.

Pada jaman dulu, pembuatan dodol Betawi dilakukan secara patungan warga pada saat mendekati hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Karena pada jaman tersebut keluarga besar masyarakat Betawi hidupnya saling berdekatan, dan proses pembuatan dodol pun mereka saling melengkapi bahan dasar untuk pembuatan dodol tersebut.

Setelah bahan tersedia, para pria bertugas untuk membuat dodol Betawi dan mengaduk adonan. Sedangkan para wanitanya mempersiapkan semua bahan baku yang dibutuhkan dalam proses pembuatan dodol Betawi ini.

Sambil menunggu dodol matang, para anak wanita dan ibu-ibu mempersiapkan makanan untuk berbuka puasa, setelah masak dodol langsung di bagi secara adil dan merata sesuai seberapa besar keluarga yang memberikan sumbangan untuk pembuatan dodol Betawi ini. Ini merupakan informasi cerita yang saya dapatkan di lokasi.

Proses Pembuatan Dodol Betawi.

Pada proses pembuatan dodol Betawi diperlukan tenaga yang ekstra untuk mengaduk adonan dodol. Dan informasi yang saya dapakan di lokasi, untuk pembuatan dodol Betawi dengan menggunakan panci kulai besar dengan diameter satu meter, adonan dodol harus diaduk selama +/- 8 jam tidak boleh berhenti.  Bila proses pengadukan adonan berhenti, hasilnya akan keras dan rasanya pun tidak merata.

Lanjut informasi, untuk pembuatan dodol Betawi sebanyak satu kuali besar diperlukan beberapa bahan dasar berupa gula merah sebanyak satu peti, gula pasir empat peti, santan kelapa peras sebanyak tiga ember, dan 10 liter beras ketan.

Beberapa adonan dasar tersebut dicampur menjadi satu ke dalam keuali besar, dan nantinya hasil proses pembuatan dodol Betawi tersebut akan menghasilkan 20 besek dodol Betawi.

Stelah proses pembuatan dodol Betawi selama +/- 8 jam melalui peroses pengadukan adonan, kemudian dodol yang masih berada dalam kuali dipindahkan ke dalam tempat yang bersih, lalu dikemas dalam sebuah plastik berukuran kurang lebih 10 senitimeter, atau di tarus di besek dan di tutup dengan plastik kedap udara.

Di Balik Makna Proses Pembuatan Dodol Betawi.

Dilihat dari kesimpulan kisah cerita dari proses pembuatan dodol Betawi tersebut di atas, bahwa dalam pembuatan dodol Betawi memiliki sebuah pembelajaran yang terseirat dan mengandung makna sosial gotong royong, suka cita dan semangat persuadaraan yang diperlukan dalam proses pembuatan kuliner dodol Betawi.

Hal inilah yang selalu tercermin dalam kehidupan masyarakat Betawi yang dapat bekerja dalam satu tim dengan tujuan mempererat tali silaturahmi kekeluargaan,

Rasa manis dan kenyal dodol Betawi akan selalu mengingatkan kita, bahwa dalam sebuah kerukunan dan gotong royong, terdapat harmonisasi yang dapat membentuk sebuah keselarasan hidup bagi masyarakat pecinta dunia kuliner tradisional Indonesia.

Walau terlihat tidak mudah dalam  proses pembuatannya, dodol Betawi merupakan kuliner tradisonal yang selalu dicari sebagai pelengkap sajian kuliner modern. Selamat menikmati Wisata Kuliner: Pembuatan Dodol Betawi.[]

 
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
 
 

1 Comments

  1. Bener banget tuh kang makna pembuatan dodol betawi,,memang tujuannya sebenernya buat gotong royong, biar kompak..

    salam

Comments are closed.

This div height required for enabling the sticky sidebar
 
Ad Clicks :Ad Views :