Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

 
Home / Indonesia / Jakarta / Wisata Konservasi Penyu dan Mangrove di Sekitar Jakarta

Wisata Konservasi Penyu dan Mangrove di Sekitar Jakarta

/
/
 

Mengunjungi Tempat Konservasi Penyu Pulau Kelapa Kepulauan Seribu, Jakarta

Diirektori Wiata – Pulau Kelapa Dua Kepulauan Seribu salah satu obyek wisata Taman Nasional Plulau Seibu yang asik untuk liburan di Jakarta.

Jika ingin merasakan wisata sekaligus mendapat banyak ilmu, maka wisata edukasi bisa jadi pilihan. Jika kita berada di Jakarta maka wisata edukasi bisa dilakukan dengan berkunjung ke Pulau Kelapa Dua untuk belajar banyak tentang penyu juga mangrove.

Wisata Konservasi Penyu dan Mangrove di Sekitar Jakarta

Cukup 1,5 jam perjalanan dari Pantai Marina Ancol mengunaka boat menuju Pulau Harapan. Dari sana kita bisa menyewa perahu kayu seharga Rp 350 – 400 ribu yang bisa kita gunakan seharian menuju Pulau Kelapa Dua.

Tempat konservasi ini berada di tepi pantai pulau Kelapa Dua. Dari Pulau Harapan, butuh waktu sekitar 10 menit naik perahu untuk sampai ke Pulau Kelapa Dua.

Di Pulau Kelapa Dua terdapat perwakilan kantor Taman Nasional Kepulauan Seribu. Salah satu yang bisa dilihat di sini adalah penangkaran Penyu Sisik. Walaupun tidak sebesar penangkaran penyu sisik yang ada di Pulau Pramuka, tapi setidaknya di sini kita bisa melihat beberapa tukik dan penyu sisik dewasa.

Penangkaran penyu yang ada di Pulau Kelapa Dua ini merupakan penangkaran Penyu Semi Alami. Telur-telur penyu yang ada di pusat penangkaran ini diambil dari pulau-pulau yang ada di wilayah kerja Taman Nasional, yaitu pulau-pulau yang termasuk dalam kawasan Pulau Seribu Utara.

Biasanya penyu akan bertelur pada bulan Januari hingga Maret. Untuk mengambil telur-telur ini pihak Taman Nasional sudah mempunyai orang-orang yang mengetahui jejak penyu yang akan bertelur. Sekali bertelur, penyu mampu menghasilkan puluhan hingga ratusan telur.

Telur yang ditemukan akan dimasukkan ke dalam ember berisi pasir. Di sini telur akan didiamkan selama lebih kurang 2 bulan hingga menetas. Walaupun di Taman Nasional ini banyak dijumpai Penyu Sisik, tapi seringkali juga ditemukan penyu jenis lain karena di sini adalah perairan bebas.

 

Pusat penangkaran penyu ini dibuat dengan tujuan :

  • Memperbanyak habitat Penyu Sisik
  • Menyelamatkan Penyu Sisik dari Predator seperti biawak, elang serta manusia
  • Membuat keseimbangan perairan. Ini karena penyu suka mematuk karang sehingga karang akan bersih. Jika karang bersih maka ikan pun akan banyak.

Penyu yang dibesarkan di penangkaran ini diberi makan ikan selar. Bagi penyu yang masih kecil, maka ikan selar tersebut akan dipotong-potong kecil-kecil agar mudah dimakan. Sedangkan penyu dewasa, ikan selar yang diberikan juga dipotong tapi dalam ukuran potongan besar.

Jika berkunjung ke pusat penangkaran penyu ini, kita perlu juga menjaga kenyamanan para penyu-penyu ini. Jika kalian memotret penyu maka usahakan jangan memakai lampu apalagi ketika memotret penyu dewasa yang akan bertelur. Ini karena cahaya bisa mengganggu psikomotorik mata penyu. Kamu juga harus tahu kalau penyu bertelur di tempat yang gelap tanpa cahaya sama sekali.

Konservasi Penyu Kepulauan Seribu

Sebenarnya di sini sudah ditempeli tulisan yang melarang kita memegang penyu. Tapi selalu ada saja yang memegang penyu tanpa sepengetahuan petugas. Jika kalian memang ingin memegang penyu, jangan lama-lama karena penyu bisa strees.

Jadi kalau berkunjung ke sini jangan hanya memikirkan kesenangan diri sendiri, apalagi kesombongan diri dengan bisa berfoto narsis dengan penyu. Pikirkan juga kenyamanan penyu, karena penyu juga makhluk hidup yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan biota laut.

Sebenarnya penyu yang paling banyak hidup di Taman Nasional Kepulauan Seribu adalah Penyu Sisik. Namun ada beberapa penyu yang hidup diperairan Indonesia yang juga ada di Taman Nasional Kepulauan Seribu ini seperti penyu belimbing, penyu hijau, penyu ridel, penyu pipih serta penyu tempayan.

Ada beberapa fakta tentang penyu yang perlu kita tahu. Diantaranya :

  • Penyu sudah ada di bumi lebih dari 250 tahun yang lalu.
  • Penyu termasuk hewan purba.
  • Di dunia ada 7 jenis penyu dan 6 jenis diantaranya berada di Indonesia.
  • Semua jenis penyu tercatat dalam Appendix I CITES.
  • Di Indonesia semua jenis penyu dilindungi oleh undang-undang.
  • Penyu termasuk kedalam Reptil yang bernafas dengan paru-paru dan hidup di laut.
  • Penyu bisa menyelam selama 5 jam dan kemudian akan muncul ke permukaan untuk menghirup oksigen.
  • Penyu memiliki penciuman yang lebih tajam dibanding anjing maupun hiu.
  • Penyu itu buta warna
  • Penyu dewasa bisa bertahan hidup hingga lebih dri 100 tahun
  • Penyu merupakan satwa pengembara yang mampu menyeberangi samudra. BAhkan penyu mampu mengarungi samudera pasifik.
  • Penyu merupakan perenang yang handal
  • Jenis kelamin penyu dipengaruhi oleh suhu.
  • Telur penyu tidak dijaga oleh induknya
  • Penyu dapat merespon suara dan sangat sensitif
  • Ketika mendarat, penyu akan mengeluarkan air mata
  • Penyu hijau mampu berenang dengan kecepatan 1,5-2,5 km/ jam
  • Penyu Belimbing bisa berenang mulai dari 1,5 hingga 9,3 km/jam
  • Penyu mampu menghasilkan 50-250 butir telur dalam sekali bertelur.

Di area kantor Taman Nasional Kepulauan Seribu yang ada di Pulau Kelapa Dua ini, selain menjadi tempat penangkaran penyu sisik juga menjadi arboretum mangrove. Arboretum mangrove adalah tempat atau areal yang sengaja dibuat untuk ditanami dengan berbagai jenis mangrove (bakau). 

Mangrove yang ditanam di tempat ini mewakili jenis-jenis mangrove yang ada di daerah penyebarannya yaitu di sekitar Taman Nasional Kepulauan Seribu. Abroretum ini bisa juga disebut sebagai tempat koleksi mangrove.

Tujuan diadakannya arboretum mangrove ini adalah untuk:

  1. Ilmu pengetahuan dan penelitian
  2. Pendidikan dan riset
  3. Wisata alam
  4. Budidaya

Berbagai jenis mangrove yang ditanam di area Taman Nasional kepulauan seribu ini antara lain :

  1. Rhizopora stylosa (bakau)
  2. Rhizopora mucronata (bakau)
  3. Rhizopora apiculata (bakau)
  4. Bruquera cylindrica (bogem)
  5. Bruquera gymnoriza (prepat)
  6. Ceriop tagal (tegar)
  7. Xylocarpus granatum (nyiri batu)
  8. Avicennia marina (api-api)
  9. Sonneratia alba (pedada-perapat laut)

Di sini kita bisa ikut menanam mangrove dengan membeli bibitnya seharga Rp 1.000/ pohon. Tapi minimal pembelian harus 50 batang. Penanaman dilakukan di tanah berpasir yang ada di belakang kantor. Jika ingin menanam mangrove sebaiknya kegiatan ini dilakukan pada pagi hari, karena jika siang hari maka akan sangat panas.

Taman Nasional Pulau Seribu

Selain menjadi arboretum Mangrove, Taman Nasional Kepulauan Seribu juga menjadi Arboretum Karang. Disebut sebagai arboretum karang karena di sini merupakan tempat yang dijadikan sebagai demplot beberapa jenis karang yang ada di Kepulauan Seribu.

Setelah melakukan snorkeling di Pulau Dolphin maupun Pulau Genteng Besar, maka kita bisa yakin bahwa di perairan Kepulauan Seribu kaya akan terumbu karang. Bahkan kita bisa melihat terumbu karang dari atas perahu.

Kunjungi Kawasan Destinasi Wisata Pulau Bidadari Kepulauan Seribu, Jakarta

Acropora
Ada 62 jenis karang keras dan 29 jenis karang lunak yang bisa kita jumpai di kawasan perairan Kepulauan Seribu. Beberapa karang lunak kini telah menjadi komoditas komersial. Namun untuk menjaga kelestariannya, maka menurut PP no 7 dan 8 tahun 1999, hanya f-2 dari jenis karang lunak saja yang bisa diambil dan dijadikan komoditas komersil.

Pocillopora
Yang biasa dipakai sebagai komoditas komersial adalah karang-karang dari jenis Acropora sp, Porites sp, Farvia, Gorgonian sp. Untuk mendapatkan f-2 karang maka perlu dilakukan transplantasi baik dalam media rak PVC maupun dalam media beton.

Baca : Cara Mudah Wisata Ke Pulau Seribu Dari Muara Angke

Itu sebabnya ketika melakukan snorkeling kita juga harus menjaga kelestarian karang-karang tersebut. Hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kelestarian karang dan biota laut diantaranya adalah :

  • Jangan membuang sampah di laut.
  • Jangan mengambil biota laut, baik itu yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi.
  • Jangan berdiri di karang karena ini bisa merusak karang.

Jadi wisata Jakarta bukan hanya belanja saja. Tapi kita bisa menikmati keindahan bawah laut bahkan mendapatkan ilmu tentang laut dengan pergi ke Kepulaun Seribu. Seperti ke Pulau Harapan dan sekitarnya.[]

 
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
 
 
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
error: Content is protected !! Sorry bro, dilarang copy paste..
Ad Clicks :Ad Views :