Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Indonesia / Jawa Barat / Wisata Kampung Adat Sunda Cipta Gelar

Wisata Kampung Adat Sunda Cipta Gelar

Pesona Kearifan Lokal Sunda Kampung Adat Cipta Gelar Sukabumi, Jawa Barat

Direktori Wisata – Kampung Cipta Gelar merupakan kampung adat sunda masih memegang tata cara hidup karuhun dengan baik yang berada di Sukabumi, Jawa Barat.

Mengisi liburan dengan mengenal kerifan lokal adat Sunda di tempat wisata Sukabumi yang cukup dikenal dengan beragam keunikan yang warganya masih menjalankan tradisi leluhur yang di wariskan sejak 6 abad silam.

Perjalanan menuju Kampung Adat Sunda Cipta Gelar dari Jakarta yang kami lalui dengan kendaraan mobil memakan waktu +/- 8 jam melalui Pelabuhan Ratu hingga ke lokasi Kampung Adat Cipa Gelar, perjalanan yang cukup melelahkan dengan rute semi off road yang berkelok, namun bagi kita yang suka dengan dunia petualangan perjalanan wisata menuju tempat wisata Sukabumi di Kampung Adat Cipta Gelar ini akan mengasyikan dan tidak membosankan

Adapun rute perjalanan menuju ke lokasi tempat wisata Kampung Adat Sunda Cipta Gelar Sukabumi dari Jakarta kita bisa menuju Bogor dengan melalui jalan tol Jagorawi hingga keluar ke pintu toll Ciawi yang di lanjutkan terus menuju Jalan Raya Sukabumi menuju arah Cikidang lalu ke arah Pelabuhan Ratu setelah itu kita mengambil arah yang menuju Sawarna hingga menemukan Hotel Samudra Beach.

Kemudian…… ambilah arah belok ke kanan yang akan mengarahkan kita menuju Kampung Adat Cipta Gelar dengan melewati Desa Cipta Rasa yang menjadi salah satu pintu masuk ke dalam kawasan gapura yang bertuliskan Selamat Datang di Taman Nasioal Gunung Halimun Salak.

Lama waktu dengan rasa penat selama perjalanan dari Jakarta hingga ke Kampung Adat Cipta Gelar tidaklah sebanding dengan indahnya pemandagan dan kearifan lokal yang bisa kita dapatkan di kampung ini. Memasuki kawasan kita akan menemukan rumah-rumah tradisi yang masih berdiri kokoh dan berbahan kayu atau bambu dan tidak ada rumah tembok di sini.

Konon rumah-rumah di Kampung ini bisa sewaktu-waktu pindah. Menurut catatan yang Direktor Wisata peroleh di lokasi, sejak 1368 Kampung Gede Kasepuhan berpindah sebanyak 18 kali. Dan ini di sesuaikan dengan wangsit yang di dapat dari Kepala Adat yang masih di pegang dan diyakini oleh masyarakat penduduk lokal kampung ini.

Kampung Adat Cipta Gelar

Nama Kampung Cipta Gelar ini dulunya bernama Cipta Rasa, dan sekitar pada tahun 2001  kampung pindah ke lokasi ini dan berganti nama menjadi Kampung Cipta. Tiap kali pindah Kampung Abah yang menjabat memiliki wewenang untuk memberikan nama baru. Termasuk nama Kampung Cipta Gelar yang diberikan oleh almarhum Abah Anom.

Lanjut….
Cipta Gelar artinya pasrah atau terbuka yang memuat visi kedepan yang diciptakan untuk digelarkan. Makanya banyak orang yang baru mengenal kembali tatanan pertanian, kebudayaan, adat istiadat dengan tatanan tradisi yang masih tua atau yang dikenal dengan sebutan “kolot” dalam menjalankan adat istiadatnya.

Kampung Adat Cipta Gelar

Kampung Adat Sunda Cipta Gelar yang memiliki prinsip hidup, “menghormati padi sebagaimana layaknya seorang ibu dalam kehidupan manusia, karena padi merupakan kehidupan bagi mereka.”

Kampung Cipta Gelar merupakan kampung adat Sunda yang kini dihuni sekitar 300 Kepala keluarga. Di mana setiap warga yang berada di Kampung Cipta Gelar masih menjalankan tradisi leluhur sejak 6 abad silam.

Alam Gunung Halimun yang masih alami membawa kemakmuran bagi Kasepuhan Cipta Gelar seperti sawah dengan tanah yang subur serta air yang mengalir sepanjang tahun. Bahkan warga Kampung Cipta Gelar menganggappadi sama dengan kehidupan, mereka menghormati layaknya seorang ibu dalam kehidupan manusia.

Tidaklah heran bila sahabat Direktori Wisata berkunjung di tempat wisata Sukabumi ini banyak menemukan lumbung padi yang bertebaran di Kampung ini, Konon, kampung ini memiliki sekitar 7.000 lumbung padi yang tersebar di sekitar Kasepuhan.

Sawah Kampung Adat Cipta Gelar

Di Kampung Adat Cipta Gelar kita dapat mengenal kearifan lokal yang menjadi titipan leluhur yang masih dijalankan dalam kehidupan kesehariaan mereka seperti cara menanam padi.

Dalam proses penanaman padi di kampung ini, hanya padi titipan leluhur yang mereka tanam, dimana hanya ada 168 jenis varietas asli dari leluhur yang masih ditanam di Kasepuhan.

Dalam rangkaian kegitan adat menanam padi mereka masih menjalankan tradisi dan tatanan yang telah dijalankan secara turun temurun, seperti prosesi “ngasek” atau yang disebut prosesi menanam dilanjutkan dengan prosesi “mipit” atau yang disebut dengan prosesi panen serta prosesi “nganyaran” atau yang disebut dengan proses mencicipi hasil tanam yang dihasilkan di tahun tersebut.

Selanjutnya…….. prosesi “ponggokan” atau yang disebut memberikan uang batas untuk tidak mengolah lahan sekaligus mempersiapkan akan berlangsungnya pesta pertanian yang disebut seren tahun dimana acara ini merupakan puncak acara bagi masyarakat Kampung Adat Cipta Gelar.

Imah Gede kampung Adat Cipta Gelar

Kampung Cipta Gelar merupakan kampung besar dari Kasepuhan adat dari Banten Kidung dengan segala rupa masih terlihat tradisional di kampung ini, dan Imah Gede yang menjadi segala informasi yang ada di Kampung Adat Cipta Gelar ini di lokasi inilah kita akan mendapatkan segala informasi tentang kegiatan yang ada tentang kampung yang dikenal salah satu desa wisata budaya di daerah Sukabumi ini.

Banyak hal yang bisa sahabat Direktori Wisata Indonesia pelajari dan gali di tempat wisata Kampung Adat Citpa Gelar. Dimana mata pencarian masyarakatnya yang berusaha selalu menciptakan swasembada pangan, dalam bidang agraris dimana ada satu keunikan yang hingga sekarang masih dijalankan oleh masyarakatnya yaitu dengan tidak menjual beras namun menyimpan beras di dalam lumbung untuk ketahanan pangan mereka sebagai cadangan dan tidak diuangkan.

Lumbung Padi Kampung Adat Cipta Rasa

Mayarakat Kampung Adat Cipta Gelar megolah sawahnya hanya setahun sekali, dan setelah panen mereka simpan di dalam lumbung padi, dan kecendrungan dari masyarakatnya mereka mengolah satu hasil pertanian yang bisa terus-terusan untuk dikembangkan kembali dan tidak tergantung pada penyedian bibit padi dari luar, dan hal ini menjadi salah satu tempat sarana belajar bagi kita untuk dapat menciptakan kemandirian pangan yang kuat.

Kunjungi juga 4 Desa Wisata Unik Yang Menarik Dikunjungi di Indonesia

Bila kita menelisik dari hasil karya seni kriya yang diterapkan oleh masyarakat Kampung Adat Cipta Gelar terbuat dari bahan alam yang bernama handam semacam pakis atau tumbuhan paku-pakuan, dan bukan dari bahan sintetis dari bahan lainnya. Dan hasil dari proses pembuatannya bisa kita jadikan oleh-oleh dan buah tangan yang indah dengan harga relatif murah.

Kunjungi Kawasan Pesona Suku Baduy Di Desa Wisata Kanekes Banten

Sedangkan dalam pengelolaan lingkungan untuk masyarakat Cipta Gelar sendiri telah membagi beberapa zona untuk konservasi lingkungannya sendiri. Dimana kawasan ini terdapat zona hutan lindung , hutan produksi, dan hutan warisan atau hutan cadangan.

Di area pemukiman Kampung Adat Cipta Gelar sendiri sudah terdapat beberapa aturan pakem-pakem adat yang telah diterapkan hingga sekarang, dimana pakem-pakem adat tersebut berfungsi untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian lingkungan untuk menjaga ekosistem yang ada.

Kunjungi Kawasan Wisata Kampung Naga Garut di Lembah Perbukitan Garut Jawa Barat

Untuk konsep rumah adat di Kampung Cipta Gelar, kita bisa bisa menyaksikan sebuah arsitektur rumah bangunan yang memiliki arsitektur dan ciri khas tersendiri yang memiliki filosofi-filosofi yang terkandung makna tersendiri pada materinya bahkan struktur bangunannya yang sangat dekat sekali dengan alam, serta menempatkan alam pada posisinya. Tidaklah heran rumah adat di Kampung Cipta Gelar ini mendapat julukan rumah adat yang ramah akan lingkungan.

Cari Tahu Suasana Liburan di Kampung Budaya Sindang Barang Bogor

Pesona wisata Kampung Adat Sunda Cipta Gelar yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak merupakan salah satu destinasi wisata Sukabumi yang menarik dikunjungi, bahkan ada banyak hal yang bisa kita dapatkan tentang earifan lokal dan tradisi budaya yang hingga kini masih dijalankan di tempat ini.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :