Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Indonesia / Jawa Barat / Bandung / Wisata Heritage di Museum Sri Baduga Bandung

Wisata Heritage di Museum Sri Baduga Bandung

Menelisik Rumah Bagi Sejumlah Peninggalan Sejarah Tanah Pasundan

Direktori Wisata – Cara asik mengenal peningggalan geologi, arkeologi hingga teknologi masyarkat Jawa Barat di Museum Sri Baduga sambil liburan di Bandung.

Museum Sri Baduga Bandung

Museum Sri Baduga berdiri di atas lahan dan bangunan bekas kewedanaan Tegalega. Dimana bangunan sebagian museum ini merupakan bangunan aslinya yang masih terjaga hingga saat ini dan masih dipergunakan.

Dari informasi yang Direktori Wisata Indonesia terima di lokasi, museum ini merupakan salah satu bangunan yang dipertahankan sebagai bangunan cagar budaya.

Sedangkan nama dari Sri Baduga berasal dari nama seorang raja Kerajaan Pajajaran yaitu seorang penguasa tanah pasundan pada saat abad ke-16 M.

Museum Sri Baduga di bangun pada tahun 1974 dan baru diresmikan pada tahun 1980 oleh menteri pendidikan dan kebudayaan Indonesia saat itu Bapak Daud Yusuf.

Salah satu andalan koleksi Museum Sri Baduga adalah pedati, yaitu alat transportasi tradisional dari Indramayu yang ditarik oleh sapi atau kerbau. Umumnya pedati digunakan untuk mengangkut bahan bangunan dan hasil bumi.

Dari pelataran museum sejarah transportasi Jawa Barat, kita masuk ke dalam area museum. Area luas lebih dari 8.400 meter  persegi ini terdiri dari tiga lantai bertingkat.

Dilantai dua terdapat replika sepeda onthel sebagai alat transportasi kaum menengah atau kaum santana di tanah pasundan. Selain transportasi lantai dua juga memperlihatkan pola kehidupan masyarakat Sunda meliputi sisteam pertanian dan persawahan dan perladangan.

Melalui repilka-replika ini bisa kita melihat dan mengetahui bahwa masyarakat Jawa Barat itu merupakan masyarakat peladang tadinya, maka banyak masyarakat Jawa Barat yang tinggal di kawasan daerah kaki pegunungan.

Setelah masuk dan pindahnya kekuasaan ke tangan Kerajaan Mataram barulah masyarakat Jawa Barat dikenal dengan sisteam pola kehidupan pertanian.

Melalui keterangan dalam Museum Sri Baduga inilah kita juga bisa mengetahui, sejak zaman Kerajaan Hindu masyarakat Jawa Barat rutin menyelenggarakan upacara mapag sri yaitu upacara musiman dengan kegitan bertani.

Konon dikatakan dalam keterangannya bahwa upacara tradisi mapag sri ini sebagai bentuk penghormatan terhadap Nyi Pohaci Sanghyang Asri atau dewi padi yang memberikan sumber kekuatan hidup pada manusia.

Melalui museum ini pun kita dapat mengetahui bahwa dalam bertani maupun berladang, masyarakat Jawa Barat dahulu kala itu sudah terbiasa mengunakan alat-alat tradisional peninggalan zaman prasejarah hingga zaman kerajaan.

Alat Pancing Tradisional Masyarakat Jawa Barat

Selain berladang dan bersawah masyarakat Jawa Barat juga kerap menangkap ikan. Terlihat dalam ruang pameran di museum Sri Baduga ini beragam alat digunakan seperti sirip untuk mencinduk, bubu, dan alat lainnya sebagai perangkap ikan. Kecrik dan susuk sebagai alat perungkup, serta buleng sebagai hasil tangkapan ikan.

Selain peninggalan sejarah dan budaya sunda di Museum Sri Baduga juga kita dapat melihat brebagai jenis koleksi lainnya, seperti peningggalan geologi, arkeologi hingga teknologi.

Baca : Wisata Heritage di Museum Bale Panyawangan Diorama Nusantara Purwakarta

Informasi yang Direktori Wisata Indonesia terima dari seorang petugas pemandu museum, total koleksi yang tercatat hingga tahun ini hampir mencapai 7.000 buah.

Puas mengenal peninggalan sejarah negri pasundan di museum, sahabat Direktori Wisata Indonesia bisa melanjutkan perjalananliburan dengan menjelajah wisata Kota Bandung sambil mengenal tempat liburan di Bandung yang ramai dikunjung saat musim liburan.

Dan untuk jam buka Museum Sri Baduga buka mulai setiap hari Selasa hingga hari Minggu sejak pagi hingga sore hari.Kita hanya dikenakan biaya tiket masuk Rp. 2.000,-  hingga Rp. 3.000,- .

Bagi sahabat Direktori yang akan mengunjungi Museum Sri Baduga ini tidak perlu khawatir. Kita bisa menggunakan peta rute jalan yang ada di dalam google map yang akan mengantarkan kalian menuju ke lokasi.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :