Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Indonesia / Jakarta / Wisata Heritage di Museum Fatahillah Jakarta

Wisata Heritage di Museum Fatahillah Jakarta

/
/

Menelisik Sejuta Cerita Dari Museum Fatahillah Kota Tua di Jakarta

Direktori Wisata – Museum Fatahillah menjadi tempat asik untuk mengisi liburan bersama keluarga dan kerabat di akhir minggu serta musim libur panjang di kawasan wisata Kota Tua Jakarta.

Jakarta sebagai Ibukota negara Indonesia punya sejuta cerita, di tengah-tengah gedung pencakar langit yang mengelilingi kota ini ternyata Jakarta banyak menyimpan beragam peninggalan sejarah yang artistik yang kerap menjadi buruan para pecinta dunia swafoto dan para traveler pecinta dunia sejarah salah satunya Objek wisata Museum Fatahillah Jakarta.

Museum Fatahillah

Bangunan Museum Fatahillah Jakarta ini konon dulunya merupakan kantor pengadilan serikat dagang Belanda yakni VOC. Konon informasi yang Direktori Wisata Indonesia dapatkan dari pemandu wisata di Museum Fatahillah, untuk berdirinya Kota Jakarta banyak tragedi memilukan yang terjadi di gedung tua ini.

Bangunan Museum Fatahillah atau yang dikenal dengan sebutan lain Museum Sejarah Jakarta menjadi saksi atas perjalanan panjang lahirnya Ibukota Negara Republik Indonesia mulai dari masa prasejarah hingga masa sekarang ini. Di kawasan wisata Kota Tua ini sahabat Direktori Wisata Indonesia yang hadir juga akan diajak merasakan liburan dengan nuansa tempo dulu.

Museum Sejarah Jakarta

Bangunan-bangunan yang bergaya arsitektur eropa klasik dengan beragam para pelaku pekerja seni yang menjajakan karyanya di sekitaran Bangunan Museum Fatahillah Kota Tua Jakarta ini menjadi begitu antik. Tidaklah heran bila kawasan wisata Kota Tua jakarta menjadi destinasi wisata populer di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung di Jakarta.

 

Museum yang diresmikan oleh Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1974 sebagai salah satu kawasasan cagar budaya yang harus dilestarikan. Ciri khas bangunan Museum Fatahillah Jakarta ini adalah arah mata angin di atap bangunan dan tulisan “Gouverneurskantoor” yang berada di bagian depan gedung.

Beberapa peninggalan sejarah yang terdapat di halaman depan Museum Fatahillah di Kota Tua Jakarta ini menjadi daya tarik para wisatawan diantaranya :

Meriam Si Jagur

Meriam Si Jagur memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang hadir di salah satu lokasi spot berbentuk unik. Dikarenakan di bagian belakang meriam Si jagur berbentuk kepalan tangan dengan ibu jari dijepit di antara telunjuk dan jari tengah.

Meriam Si Jagur

Konon informasi yang Direktori Wisata Indonesia terima, bentuk kepalan tangan pada meriam si Jagur yang terdapat di taman Alun Alun Fatahillah ini dalam bahasa Portugis disebut “mano in firga” yang berarti penangkal kejahatan. Meriam ini pernah digunakan Belanda dalam perang merebut Malaka pada tahun 1641.

Namun, disisi keunikan dari bentuk ujung meriam si jagur tersebut ternyata menimpan segudang pertanyaan yang menyimpan kisah yang berhubungan dengan Mitos Meriam Si Jagur yang akan membuat diri kita terperangah dan ketawa geli. Dimana mitosnya, bagi pasangan yang belum memiliki keturuanan atau anak, maka dengan melakukan ritual dengan meriam ini akan dapat dikarunikan anak.

Namun terlepas dari kisah kebenaran dari cerita mitos tentang meriam si Jagur yang terdapat di lokasi Taman Alun alun Fatahillah di Kota Tua Jkaarta, tentu kami selaku admin menyarankan untuk berpikir 1.000 kali untuk kebenaran kisah mitos tersebut.

Penjara Bawah Tanah

Informasi cerita beragam yang Direktori Wisata Indonesia dapatkan tentang lokasi bekas penjara bawah tanah yang lokasinya berada di bawah gedung Museum Fatahillah. Konon, penjara bawah tanah ini bukan hanya diisi oleh pemberontak dan pembangkang yang pernah masuk dalam tahanan di penjara bawah tanah yang mengerikan ini.

Penjara Bawah Tanah Museum Fatahillah

Namun seperti garong, maling, perampok, personel tentara yang disersi, dan orang-orang yang berpenyakit gila juga banyak yang merasakan pahitnya ruangan penjara bawah tanah yang sempit dan gelap. Bahkan dua tokoh pejuang terkenal yang menghiasi sejarah perjuangan bangsa Indonesia pun pernah dibui dalam penjara bawah tanah ini, yaitu Untung Suropati dan Pangeran Diponegoro.

Sedangkan untuk area dalam bangunan Museum Fatahillah Jakarta terdiri dari dua lantai, secara garis besar koleksi yang terdapat di dala area gedung museum di bagi beberapa ruang, meliputi ruang

  • Ruangan sejarah  Jakarta yang memancarkan nilai-nilai perjuangan.
  • Ruangan etnografi yang mencerminkan budaya dan gaya hidup masyarakat Kota batavia yang majemuk, serta
  • Ruang yang berisikan berbagai mebel bekas peninggalan pemerintah Belanda.

Museum Fatahillah

Memasuki ruang utama di lantai dasar Museum Fatahillah Jakarta, kita akan menemukan beberapa koleksi peninggalan VOC seperti patung, keramik, barang kerajinan seperti prasasti, gerabah dan penemuan batuan yang ditemukan para arkeolog. Koleksi-koleksi tersebut terbuat dari berbagai bahan seperti logam, kaca, kayu, kristal, keramik, porselen, kain, kulit, tulang dan kertas.

Pada bagian sisi ruangan dekat pintu masuk Museum Fatahillah, sahabat Direktori Wisata indonesia dapat menemukan sebuah Mimbar Masjid yang kerap digunakan sebagai tempat khotbah para khotib yang berasal dari Masjid Jami Kampung Baru di Jl. Bandengan Selatan.

Museum Fatahillah Jakarta

Konon informasi yang Direktori Wisata Indonesia terima di lokasi, Mimbar masjid yang terdapat di lantai dasar dalam area Museum Fatahillah tersebut dibuat di Batavia sekitar abad 18, terbuat dari kayu.

Sedangkan dari masa prasejarah, Museum Fatahillah menampilkan benda-benda peningglan seperti peta lokasi situs prasejarah dan gerabah. Di area lantai dasar museum ini juga, sahabat Direktori Wisata Indonesia, dapat melihat replika Prasasti Kebon Kopi.

Prasasti Kebon Kopi

Pada replika Prasasti Kebon Kopi terlihat sepasang tapak kaki yang seperti Airawata, gajah penguasa Taruma (yang) agung yang bertuliskan huruf dan bahasa Palawa dan Sansekaerta.

Untuk koleksi replika prasasti lainnya yang terdapat di dalam area bangunan Museum Fatahillah Jakarta, sahabat Direktori Wisata Indonesia juga dapat menemukan seperti Prasasti Tugu, Prasasti Cairuuteun, Prasasti Cianten, arca Siwa, arca Rajasi, arca Wisnu, serta arca Ganesa.

Puas menelusuri area lantai dasar Museum Fatahillah, kini perjalanan dapat sahabat Direktori Wisata Indonesia dapat menelusuri kawasan area dalam museum lantai 2 yang menyimpan beberapa koleksi seperti lemari, meja pertemuan, kursi dari kayu jati, tempat tidur jumbo, serta cermin kuno.

Sedangan untuk area belakang bagunan Museum Fatahillah, terdapat taman untuk antai dan tempat istirahat bagi para tamu yang hadir. Adapaun untuk fasilitas mushola dan juga kamar kecil untuk pengunjung dapat kita temukan di area belakang.

Disisi lain area halaman belakang gedung Museum Fatahillah Jakarta juga terdapat beberapa titik spot menarik untuk kita kunjungi, yakni sebuah sumur tua yang menjadi saksi bisu bersejarah dalam pembangunan dan perjalanan Kota Jakarta ini.

Sumur Balai Kota

Informasi yang Direktori Wisata Indonesia temukan di lokasi, Sumur Balai Kota dibuat pada awal abad 18, konon sumur tersebut awalnya difungsikan untuk memenuhi kebutuhan air pada saat pembangunan Gedung Stadhuis (Balai Kota) yang sekarang menjadi Museum Fatahillah pada tahun 1907.

Lanjut informasi…..
Sumur Balai Kota ini memiliki kedalaman sekitar 3 meter dengan diamater 230 cm. Seiring berjalannya waktu sumur tersebut beralih fungsi sebagai sumber air minum kuda dan juga sebagai sumber air minum tahanan. Konon, pada awal pembangunan sumur tersebut, pinggir bibir sumur keadaannya rata dengan tanah, dan pada tahun 1973 barulah dibuat pembatas dinding setinggi sekitar 90 cm. Konon informasi lainnya terdapat cerita, bahwa sumur tersebut pernah digunakan sebagai tempat pembuangan mayat yang terbukti bohong ( tidak benar).

Tepat di area halaman belakang pintu keluar bangunan Museum Fatahilah Jakarta, kita dapat menemukan salah satu koleksi museum yaitu patung Hermes yang dapat menjadi salah satu objek spot foto yang menarik untuk menjadi koleksi foto perjalanan liburan kita di Museum Fatahillah.

Museum Fathillah

Dari informasi keterangan yang Direktori Wisata Indonesia temukan di lokasi, patung Hermes ini merupakan patung asli yang semula terpasang di sisi selatan Jembatan Harmoni.Konon, sejak abad 20 pada masa pemerintahan Hindia Belanda di Batavia.

Kunjungi : Museum Bank Indonesia Jakarta

Pada tahun 1999 terjadi perusakan yang mengakibatkan bagian kaki dan alas alas patung harus diperbaiki. Demi keselamatan benda cagar budaya, maka dibuatlah duplikatnya. Dan patung Hermes yang terpasang di tempat semula di Jembatan Harmoni merupakan replika dari aslinya yang terpasang di halaman belakang bangunan Museum Fatahillah di Kota Tua Jakarta.

Jangan lupa mampir di 12 Tempat Wisata Yang ramai diKunjungi di Jakarta

Bagi sahabat Direktori Wisata Indonesia yang memiliki hobi travel photography, di area Museum Fatahillah di Kota Tua Jakarta ini banyak menyediakan spot-spot unik dan menarik yang bisa menjadi spot foto yang dapat menyalurkan bakan kita untuk menciptakan foto-foto yang indah seperti Travel Photography lainnya dalam berburu spot foto di kawasan wisata Kota Tua Jakarta yang bisa di saksikan di dalam video di bawah ini.

Harga Tiket Masuk Museum Fatahillah / Museum Sejarah Jakarta

  • Tiket masuk Museum Fatahillah / Museum Sejarah Jakarta untuk Dewasa Rp. 5.000,- / orang.
  • Tiket Masuk Museum Fatahillah / Museum Sejarah Jakarta untuk Mahasiswa Rp. 3.000,- / orang.
  • Tiket Masuk Museum Fatahillah / Museum Sejarah jakarta untuk Pelajar Rp. 2.000,- / orang.

Harga Tiket masuk Museum Fatahillah / Museum Sejarah Jakarta Untuk Rombongan / Group minimum 30 orang yakni :

  • Tiket Masuk Museum Fatahillah untuk Rombongan Dewasa  Rp. 3.750,- / orang.
  • Tiket Masuk Museum Fatahillah untuk rombongan mahasiswa Rp. 2.250,- / orang.
  • Tiket Masuk Museum Ftahillah untuk rombongan pelajar Rp. 1.500,- / orang.
(Harga Tiket masuk Sewaktu-waktu dapat berubah sesuai kebijakan pengelola setempat)

Jadwal Jam Buka Museum Fatahillah / Museum Sejarah Jakarta :
Selasa – Minggu : 09:00-15:00
Hari Senin & Libur Nasional : Tutup.

Sebagai informasi tambahan bagi sahabat Direktori Wisata Indonesia yang akan mengunjungi objek wisata heritage di Museum Fatahillah Jakarta ada baiknya untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan di sekitar area museum ya….. Buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan. Mari kita jaga dan lestarikan situs agar budaya bangsa kita ini agar tetap lestari untuk anak cucu kita mengenal dan mengerti arti dan mencintai sejarah bangsanya sendiri yaitu Indonesia.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
error: Content is protected !! Sorry bro, dilarang copy paste..
Ad Clicks :Ad Views :