Wisata Heritage di Museum Bale Panyawangan Diorama Nusantara Purwakarta

posted in: Jawa Barat, Purwakarta | 0

Direktori Wisata – Menawarkan pengalaman belajar yang berbeda dengan inovatif perpaduan antara arsip, seni dan teknologi digital yang tidak membosankan.

Museum Bale Panyawangan Diorama Nusantara Purwakarta

Mempelajari sejarah biasanya dianggap membosankan oleh kita. Namun ada yang sedikit berbeda pada saat kami mengunjungi Museum Bale Penyawangan Diorama Nusantara di kabupaten Purwakarta.

Memasuki museum ini kita dapat menyaksikan segala bentuk penyajian yang unik dan menarik, dan ini merupakan museum digital pertama yang ada di jawa Barat.

Selain namanya yang unik, isi museum ini juga menarik. Sebagian besar isi museum ini berbasis teknologi menggunakan sistem digital, didalamnya terdapat beberapa ruangan atau tempat dalam museum yang sengaja dipisahkan dan setiap tempat tersebut menyimpan ceritanya sendiri.

Interaktif Book Museum Purwakarta

Dan yang menarik perhatian kami adalah adanya sebuah buku besar berbasis teknologi digital yang akan menampilkan tentang sejarah sunda yang diberinama interaktif book.

Jadi buku tersebut bisa dipindah halaman demi halamannya dengan sendiri oleh pembacanya. Kalau mislanya buku digital tersebut dibuka secara otomatis cerita dan tampilan video visualnya dapat menceritakan kisah sejarahnya.

Bale Panyawangan Diorama atau Museum Diorama menawarkan pengalaman museum yang interaktif karena museum ini dilengkapi dengan segudang aktifitas seru yang sudah terdigitalisasi.

Sebagian besar naskah sejarah yang ada di Museum Diorama sudah dalam bentuk digital sehingga memudahkan pengunjung untuk dapat memahami bentang sejarah Indonesia dan Purwakarta sekaligus lebih menyenangkan bagi anak-anak.

Ada juga sepeda yang menghadap ke layar monitor, dimana dengan menaiki dan mengayuh sepeda tersebut kita akan dibawa mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Purwakarta. Perjalanan dan lokasi wisata tersebut digambarkan dalam bentuk visual di layar monitor.

Bagian isi museum yang penting lainnya juga terdapat video pidato kenegaraan dari Presiden Indonesia, mulai dari presiden pertama hingga presiden saat ini.

Selain itu ditampilkan juga video pidato-pidato dari bupati Purwakarta yang pertama sampai bupati yang memimpin saat ini. Hal unik lainnya yaitu terdapat suatu ruangan menyerupai bioskop mini. Pengunjung wajib melepas alas kaki ketika memasuki ruangan tersebut.

Di dalam ruangan tersebut ternyata pengunjung harus berjoget mengikuti alunan musik dengan lirik Sate Maranggi yang merupakan makanan khas Purwakarta.

Selain itu juga terdapat bermacam-macam aktifitas menyenangka seperti bersepeda onthel secara digital melintasi kota Purwakarta dan Bioskop mini yang digunakan untuk menonton film tentang sejarah purwakarta.

Informasi yang Direktori Wisata Indonesia terima dari petugas museum, Museum Diorama diresmikan pada 21 Februari 2014 oleh Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Museum ini berada di Gedung Kembar atau jantung ibu kota Purwakarta.

Dari informasi yang diterima Direktori Wisata Indonesia di museum ini ada 9 Bale. Setiap bale menampilkan dan menyimpan budaya sunda dan sejarah tentang Purwakarta, yakni:

  1. Bale Prabu Maharaja Linggabhuwana, menyajikan Sejarah Tatar Sunda.
  2. Bale Prabu Niskala Wastukancana, semacam hall of fame yang menampilkan sosok para pemimpin Purwakarta
  3. Bale Prabu Dewaniskala, menggambarkan Purwakarta pada masa pengaruh Mataram, VOC dan Hindia Belanda dalam rentang waktu tahun 1620-1799.
  4. Bale Prabu Ningratwangi, menyajikan Purwakarta pada masa Hindia Belanda tahun 1800-1942
  5. Bale Prabu Jayaningrat, menampilkan gambaran Purwakartapada masa pergerakan nasional dan masa pendudukan Jepang
  6. Bale Prabu Ratudewata, menyajikan keadaan Purwakarta pada masa kemerdekaan 1945-1950, dimulai dengan Peristiwa
  7. Rengasdengklok, dan pada jaman Demokrasi Liberal tahun 1950-1959
  8. Bale Prabu Nilakendra, menampilkan Purwakarta pada masa Demokrasi Terpimpin 1959-1967
  9. Bale Prabu Surawisesa, menyajikan Purwakarta pada masa pemerintahan 1968-1998, serta Era Reformasi 1998 hingga sekarang
  10. Bale Ki Pamanah Rasa, memberikan gambaran “Digjaya Purwakarta Istimewa” tahun2008-2018.

Untuk jam operasional museum ini beroperasi setiap hari. Senin-Jumat dari pukul 09.00-15.00 WIB. Sedangkan Sabtu-Minggu dari pukul 09.00-13.00 WIB.

Baca juga : Pesona Ikon Menong Hiasi Destinasi Wisata Kabupaten Purwakarta

Sedangkan untuk tiket masuk ke museum ini gratis tidak dikenakan biaya. Bahkan pengunjung bisa ditemani dengan petugas museum dengan ramah. Petugas akan mengajak pengunjung berkeliling dan menjelaskan tentang bagian-bagian museum dengan cukup secara lengkap.[]

 

Follow Direktori Wisata:

Direktori Pariwisata Dunia menyajikan keragaman tempat wisata dunia dengan keindahan alam, budaya dan kearifan lokal serta wisata kulinernya.