Oh Snap!

Please turnoff your ad blocking mode for viewing your site content

Wisata Di Penangkaran Buaya Tanjung Pasir Tangerang

Merasakan Sensasi Liburan Di Penangkaran Buaya Tanjung Pasir Tangerang

Direktori Wisata – Destinasi wisata Tangerang yang asyik dikunjungi di tempat penangkaran buaya-buaya liar.

Tangerang tidak hanya dikenal sebagai Kota buruh yang konon dulunya kawasan ini memiliki banyak kawasan industri.Apalagi bila kita pernah mendengar kawasan Tanjung Pasir yang dulunya dikenal sebagai area hutan bakau. Namun, sekarang kawasan Tajung pasir Tangerang ini banyak sekali kita temukan tamba-tambak ikan.

Tanjung Pasir yang terletak di Tangerang banten, Provinsi Banten, tempat wisata ini bertetangga dengan Bandara Soekarno Hatta, dan berseberangan dengan kawasan wisata Pulau Seribu. Di mana kawasan ini memiliki potensi wisata yang tidak kalah menariknya untuk di jadikan salah satu tempat wisata unttuk mengisi liburan di Tangerang.

Bahkan sekarang kawasan ini memiliki destinasi wisata yang menarik dikunjungi salah satunya adalah tempat penangkaran buaya Tanjung Pasir Tangerang yang dapat di tempuh dengan kenadraan mobil atau pun motor.

Tidak lama perjalanan menyusuri kawasan ini dengan kendaraan, kita dapat menemukan sebuah ikon patung besar buaya. Dan di sinilah lokasi penangkaran buaya yang akan kita sambangi di kawasan Tanjung Pasir Tangerang.

Memasuki kawasan penangkaran buaya, kami langsung menemukan petugas pawang yang berada di lokasi, dan berikut merupakan keterengan yang kami dapatkan dari lokaasi salah satu tempat wisata di Tangerang yang menjadi tempat penangkaran buaya di kawasan Tanjung Pasir.

Penangkaran buaya Tanjung Pasir yang terletak di kawasan Tangerang ini berdiri sejak tahun 2004.  Konon informasi yang kami kutip dari ketarangan Bp. Arsad yang berprofesi sebagai kepala pawang buaya di lokasi ini awalnya buaya di tempat ini berjumlah 35 ekor.

Penangkaran Buaya Tanjung Pasir Tangerang

Namun, seiring dengan berjalannya waktu lahan yang luasnya sekitar +/- 5 hektar ini berisi sekitar 500 ekor buaya, dan jenis buaya yang berada di penangkaran buaya ini terdiri dari jenis buaya Irian serta buaya air payau atau yang sering disebut dengan buaya Sumatera, dan beberapa jenis buaya lainnya. Tapi yang lebih banyak di penangkaran buaya Tanjung Pasir Tangerang ini banyak di huni oleh buaya Sumatra.

Dan untuk membedakan dari ke dua jenis satwa buaya ini bisa dibedakan dari jenis warna kulintnya, seperti jinis buaya irian yang condong warna kulinya agak abu-abu dan berpostur tubuh agak pendek, sedangkan yang jenis buaya air payau atau buaya Sumatra relihat kulitnya serupa dengan batik yang terlihat belang-belang dari corak warnanya.

Untuk lokasi penangkaran buaya di lokasi terbagi bebeapa area atau kandang yang terpisah, ada yang untuk jenis buaya yang sudah besar atau berumur, ada yang sedang, dan juga ada yang kecil. Pembagian area kandang buaya ini dikarenankan untuk melindungi buaya-buaya kecil menjadi santapan dari buaya-buaya besar.

Di tempat wisata peangkaran buaya Tanjung Pasir tangerang ini, kami tidak menemukan sebuah atraksi khusus yang dipertontonkan, hanya ada pertunjukan pada saat para petugas memberikan makan sang raja rawa ini saja. Namun, kegiatan ini menjadi sebuah tontonan yang menarik.

Pada saat para petugas membawa makanan yang akan di berikan kepada buaya-buaya tersebut, maka para satwa ini sudah mulai berekasi perlahan namun pasti pada satang dan mengarah ke lokasi tempat di manaada makanan mereka. menut informasi yang kami terima, buaya-buaya tersebut dikenal dengan penciuman yang cukup tajam, makanya mereka tahu bila ada makanan yang telah disediakan oleh petugas. Yang tidak kalah menariknya, kita bisa menyaksikan para satwa liar ini dari pagar pembatas sedang berebut makanan.

Di sisi lain area penangkaran buaya ini, kita dapat menemukan sebuah kandang yang berisi dengan buaya putih. Bagi kita yang akan menyaksikan bentuk dan rupa dari buaya putih seperti cerita yang ada di dongeng, di tempat penangkaran buaya Tanjung Pasir ini.

Buaya Putih

Sambil mengenang cerita dongeng tentang buaya putih, kita juga bisa melihat atraksi yang bisa dilihat langsung dari tepi kolam pola dan tingkah ari buaya putih tersebut. Dari mulai perawakannya hingga kontur kulit buaya putih atau yang lebih dikenal dengan sebuatan buaya albino.

Konon menurut ceita dari mitos yang berkembang di masyarakat, buaya putih ini merupakan perwujudan dari silumanatau makhluk gaib yang dikenal cukup angker dan dikeramatkan.

Namun terlepas dari kisah dan cerita mitos tersebut dari benarnya atau tidak, kini kita bisa menyaksikannya dari dekat. Bahkan menurut informasi dari pawang di sini, sebenarnya buaya putih tersebut merupakan buaya yang berjenis albino seperti keterangan yang telah kami sebutkan di atas.

Lanjut informasi…..
Buaya yang terdapat di dalam kawasan penangkaran ini diberi makan sehari sekali, dan bentuknya pun berbeda-beda tiap harinya tidak menentu. Adakalnya yang menjadi menu makan mereka ayam, kerbau, ikan, bahkan bila ada buaya yang mati yang telah di kulitin dagingnya pun bisa menjadi santapan mereka. Dan konon, usia buaya bisa mencpai 60 – 70 tahun.

“Dasar buaya, apa saja dimakan ya….. masa daging saudaranya sendiri di makan sih ?”, tanya saya dalam hati. Untung saja buaya-buaya tersebut tidak mendenagr. Kalau mereka mendengar dan tahu, kira-kira apa ya yang akan di jawabnya ?….

Buaya yang sudah cukup umur dimanfaatkan kulitnya untuk membuat tas, dompet, jaket, ikat pinggang serta kerajinan kulit lainnya. Bila tertarik pengunjung bisa membeli telur buaya yang dijual dengan harga ratusan ribu rupiah. Jadi tidak boleh sembarangan juga kita memanfaatkan bagian dari satwa buaya ini, seperti kulit dan telurnya.

Bagi kita yang suka dengan daging buaya, di lokasi ini juga menyediakan menu makanan yang ‘ekstrem’, yaitu sate buaya. Pengelola menjamin bahwa daging sate tidak berasal dari bangkai buaya yang telah mati.

Bila para sahabat dan pembaca setia yang tertarik mengunjungi tempat wisata penangkaran buaya Tanjung pasir Tangerang, bisa langsung datang ke lokasi yang buka dari jam 08.00 WIB sampai jam 18.00 WIB. Dengan harga tiket masuknya Rp. 10.000, / orang. Dan harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola.

Untuk mengunjungi lokasi penangkaran buaya di tanjung Pasir Tengerang, sebaiknya membawa kendaraan pribadi motor atau mobil, karena belum ada kendaraan umum yang sampai ke lokasi kecuali kita naik ojek atu taksi. Dari Pasar Kemis / Siliwangi kita ambil arah yang menuju Jalan Raya Cadas – Daon, dan ambil jalan yang menuju Tanjung Pasir lalu temukan patung besar buaya. tidak jauh dari lokasi patung dan tempat parkir kita akan menmukan tempat pembelian loket untuk masuk ke dalam area. Selamat liburan…[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
  • stumbleupon
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks :Ad Views :