Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Info / Tips Mengatur Anggaran Untuk Mudik Lebaran

Tips Mengatur Anggaran Untuk Mudik Lebaran

Cara Cerdas Mengatur Keuangan Saat Mudik Lebaran

Direktori Wisata – Tips cara mengatur keuangan saat musim libur mudik lebaran untuk keperluan pulang kampung halaman saat merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Tradisi dan budaya masyarakat Indonesia terkenal memiliki hubungan kekerabatan yang cukup dekat. Budaya ini menjadi sebuah warisan secara turun temurun, bahkan sudah sedemikian mengakar.

Tidaklah heran betapa pun modernisasi yang membuat orang jaman sekarang semakin individualis, tetap saja acara kumpul-kumpul selalu dilakukan orang agar tetap merasa dekat dengan lingkunganya dan terutama dengan kerabat dekat untuk merayakan hari Raya Lebaran Idul Fitri.

Tips Mengatur Anggaran Untuk Mudik Lebaran

Selain acara kumpul-kumpul yang menjadi agenda tidak rutin tadi, tiap tahunnya kita juga mempunyai agenda rutin yaitu mudik yang biasanya dilakukan berbarengan dengan hari libur besar seperti hari Raya Lebaran atau Natal. Mudik adalah istilah yang digunakan untuk kegiatan mengunjungi orang tua dan sanak saudara yang tinggalnya di kampung halaman.

Cara Memepersiapkan Pos-Pos Anggaran Mudik

Biasanya mudik akan membuat kita bepergian dalam waktu relative lama atau paling tidak selama masa liburan atau cuti panjang saat mudik lebaran. Apalagi jika mudik dilakukan sambil menikmati liburan, alhasil berbagai kesempatan rekreasi tidak akan dilewatkan.

Begitu juga acara wajib semacam kunjungan ke beberapa saudara disana, hampir tidak mungkin datang dengan tangan kosong bukan Yang pasti setiap kali mudik kita harus menyediakan sejumlah dana yang cukup untuk membiayai pengeluaran keuangan yang akan kita lakukan selama perjalanan mudik ke kampung halaman hingga kembali ke rumah.

Masalahnya anggaran belanja pun sering kali naik bahkan diluar yang kita pikirkan. Karena liburan mudik lebaran bukan hanya anggaran transportasi pulang balik yang harus kita tanggung, tapi pengeluaran lain–lainnya seperti membelanjakan untuk hadiah, oleh-oleh, rekreasi, makan-makan dan lain lain.

Segala hiruk pikuk sukacita mudik seringkali membuat pengeluaran-pengeluaran ini tidak terkontrol. Agar anggaran mudik lebaran dan belanja kita tidak kebobolan selama mudik pulang kampung maka sebelum berangkat persiapkanlah anggaran untuk mudik dengan baik.

Hal yang paling utama yang bisa kita lakukan adalah bertindaklah bijaksana untuk tidak lagi mengalami defisit anggaran belanja gara-gara anggaran mudik kita yang menybabkan defisit alias tekor.

Berikut di bawah ini Direktori Wisata Indonesia memberikan solusi untuk mengatur biaya-biaya yang harus kita siapkan saat mudik kekampung halaman. Berikut merupakan pos-pos anggaran mudik yang perlu kita persiapkan saat mudik lebaran

  • Anggaran Transportasi Yang Harus Dipersiapkan Untuk Mudik Lebaran

Anggarkanlah dana transportasi mulai dari keberangkatan sampai pulang kembali. Besar kecilnya anggaran yang akan kita persiapkan tergantung dari pemilihan transportasi apa yang dipakai dan berapa jumlah orang yang akan ikut mudik pulang kampung.

Baca juga : Libur Mudik Lebaran:: Ini Cara Jitu Mempersiapkannya

  •  Anggaran Untuk Penginapan Saat Mudik Lebaran

Buat sebagian orang mudik tidak afdol jika tidak sekalian menginap di rumah orang tua atau saudara dekat disana. Namun jika kondisi tidak memungkinkan karena tidak tersedianya kamar untuk menginap, maka hotel, losmen atau tempat penginapan lain bisa dipilih.

Hanya saja jika menginap di rumah orang tua atau saudara kita tidak usah membayar biaya penginapan bahkan untuk makan sekalipun, jadi lebih hemat. Namun hal ini sepertinya kurang etis, wlau bagaimanapun kita juga mempersiapkan anggran untuk membantu mempersiapkan kebutuhan.

Mungkin uang penginapan dan makan bisa digunakan untuk rekreasi, beli oleh-oleh, atau memberi hadiah kepada orang tua atau saudara yang rumahnya tempat kita menginap.

  • Anggaran Untuk Hadiah Lebaran

Anggaran amal, hadiah, sumbangan untuk diberikan kepada sanak saudara di sana. Bisa berupa barang atau uang tunai. Buatlah daftar orang-oarang yang akan Anda beri hadiah beserta anggaran masing-masing orang. Pembelian hadiah harus disesuaikan dengan anggaran bukan sebaliknya.

Bila kita berencana memerikan uang tunai sebaiknya sudah dipisahkan atau sudah dimasukkan ke amplop masing-masing. Supaya tidak mengalami kesulitan pada saat tiba di sana.

  • Anggaran Untuk Oleh-oleh Mudik Lebaran

Walaupun tidak wajib tapi biasanya kita ingin membawa oleh-oleh khas kampung halaman untuk diberikan ke teman atau tetangga kita. Anak-anak kita yang sudah remaja juga biasanya ingin membawa oleh-oleh untuk temannya. Anggaran untuk oleh-oleh tidak perlu terlalu besar, sebab jika beli terlalu banyak akan sangat repot membawanya pulang. Yang perlu ingat bukan nilai dari sebuah bentuk barangnya, namun lebih dilihat dari bentuk kepedulian dan keikhlasannya.

  • Anggaran Rekreasi Saat Mudik Lebaran

Bila sahabat Direktori Wisata Indonesia menggunakan waktu liburan mudik sekaligus liburan, maka siapkanlah anggaran dan biaya khusus untuk rekreasi. Hati-hatilah mengatur anggaran rekreasi ini mudah sekali membengkak, sebab ketika bersenang-senang orang cenderung boros. Perhitungkan juga kemungkinan kita tidak akan cuma mengajak keluarga inti kita jalan-jalan, sebab orang tua atau saudara lain mungkin juga ikut.

  • Angaran Untuk Biaya Tak Terduga Saat Mudik Lebaran

Dalam melakukan kegiatan mudik lebaran, sbaiknya sediakan sejumlah 10% dari total anggaran mudik yang kita rencanakan untuk angaran yang tidak terduga. Sedia payung sebelum hujan karena kita tidak pernah tahu apa saja yang akan terjadi selama mudik. Mobil yang mogok dijalan, pesawat yang ditunda keberangkatannya, biaya rekreasi yang membengkak.

Intinya kita harus pandai mengatur keungan saat melakukan liburan mudik lebaran jika karena sesuatu hal yang menyebabkan pos-pos anggaran mudik lebih dari budgetnya, atau jika ada pengeluaran yang tidak ada dalam anggaran pos-pos mudik, Anda bisa mengambilnya dari pos biaya tak terduga.

  • Pisahkan Uang Tunai Masing–Masing Pos Anggaran Untuk Mudik Lebaran

Untuk menghindari resiko kecurian atau hilangnya semua uang tunai yang kita bawa sebaiknya tidak memasukkan seluruh uang tunai kedalam satu tempat seperti dompet atau tas tangan Anda. Pisahkan uang tunai yang akan dipakai dalam perjalanan dengan yang akan dipakai di tempat tujuan, memisahkan uang tunai masing-masing pos anggaran ke dalam amplop uang. Saat kita memerlukannya maka tinggal buka amplop tersebut, jadi mudah bukan ?

  • Persiapkan Alat Pembayaran dan Uang Tunai Secukupnya

Untuk membayar berbagai keperluan beberapa hari saat mudik maka mau tidak mau kita harus membawa uang tunai yang jumlahnya cukup besar, walaupun tidak praktis tetapi hal ini tidak bisa dihindarkan karena beberapa hal, antara lain :

  1. Kita tidak selalu bisa mengandalkan kartu ATM dan mesin ATM. Walaupun tidak sering tapi hampir semua orang pernah mengalami hambatan saat akan bertransaksi menggunakan kartu dan mesin ATM, misalnyai mesin ATM sedang tidak bisa berfungsi, kartu ATM tiba-tiba rusak atau hilang dalam perjalanan, lupa nomor PIN ATM.
  2.  Letak mesin ATM terlalu jauh dari tempat tinggal.
  3. Tidak semua tempat menerima kartu debet. Pada umumnya kartu debet hanya diterima di pusat-pusat perbelanjaan di kota, untuk pembayaran di rumah makan, beli bensin, beli oleh-oleh khas kota atau daerah, bayar tiket ke tempat rekreasi biasanya hanya menerima pembayaran tunai saja.

Sayangnya dengan adanya uang tunai cukup banyak ditangan biasanya membuat Anda terdorong belanja lebih banyak. Selain itu dari faktor keamanan juga beresiko kecurian atau perampokan selama perjalanan mudik. Karena itu agar uang tunai yang kita bawa tidak kurang ataupun terlalu banyak, maka perlu di perhitungkan dengan cermat berapa kebutuhan kita saat mudik lebaran ke kampung halaman

Beberapa tips di bawah ini mungkin bisa membantu sahabat Direktori Wisata Indonesia menentukan jumlah uang tunai yang cukup untuk dibawa :

  • Sebelum berangkat carilah informasi selengkapnya mengenai keberadaan mesin ATM dari bank yang kita miliki dimana letaknya di kampung halaman kita. Tentunya semakin banyak jumlah mesin ATMnya jumlah uang tunai yang dibawa semakin sedikit. Hal ini akan dapat membantu kita pada saat membutuhkan uang tunai di sana.
  • Jika kampung halaman kita letaknya di lokasi terpencil, sehingga mesin ATM tidak tersedia atau jaraknya jauh, berarti jumlah uang tunai yang harus dibawa tentunya semakin besar. Untuk mensiasati cobalah sahabat Direktori Wisata mengirim uang terlebih dahulu sebesar anggaran mudik lebaran kita disana kepada orang tua atau saudara yang dipercaya. Lalu, mBila kita memiliki intalah mereka mengambilnya uang yang dikirimkan sebelum kita sampai di lokasi. Selain transfer lewat bank, kita juga bisa mengirim uang melalu wesel pos.
  • Bila kita memiliki kartu kredit, pada saat inilah keberadaan kartu kredit menjadi sangat berguna sebab dapat membantu kita mengurangi beban membawa uang tunai yang besar. Kartu kredit juga bisa digunakan sebagai dana cadangan, jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat. Seperti untuk membayar beberapa transaksi yang jumlahnya besar bisa menggunakan kartu kredit kita. Misalnya untuk membayar penginapan dan restoran. Namun, untuk pengeluaran yang kecil-kecil seperti belanja dan rekreasi sebaiknya prioritaskanlah membayarnya dengan uang tunai atau dengan kartu debet saja.

Semoga tips cara mengatur anggran saat mudik lebaran di atas dapat memberikan solusi kepada sahabat dan pemabca setia Direktori Wisata Indonesia dalam memberikan solusi untuk mebantu mengatur anggaran dengan tepat dan benar. Semoga bermanfaat dan selama liburan di kampung halaman bersama keluarga.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :