Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Indonesia / Sulawesi / Maluku / Tenun Khas Ikat Desa Watublapi Nusa Tenggara Timur

Tenun Khas Ikat Desa Watublapi Nusa Tenggara Timur

Belajar Tenun Khas Iket Dari Suku Sikakrowe Di Desa Watublai Nusa Tenggara Timur

Direktori Wisata – Pengrajin tenun Desa Watublapi NTT memanfaatkan alam sebagai bahan dasar pembuatan kain tenun ikat yang cantik hingga terkenal di mancanegara.

Nusa Tenggara Timur tidak hanya menyajikan keindahan alam yang indah, namun dibalik sisi keindahan alamnya kita akan ddapat menikmati kearifan lokal dari kehidupan masyarakatnya yang menjadikan alam yang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan perut, namun mereka dapat bersenergi dengan alam untuk menghasilkan sebuah produk kain tenun ikat yang dikenal hingga mancanegara.

Bila kita melakukan perjalanan wisata di Nusa Tenggara Timur kita dapat melihat para pengrjin tenun ikat di desa Watablapi yang letaknya sekitar +/- 16 km dari Kota Maumere. Di desa ini kita akan diperkenalkan cara membuat kain tenun ikat yang bahan-bahan untuk pembuatannya yang berasal dari alam.

Dari informasi yang Direktori Wisata dapatkan dari pemandu wisata lokal, di Desa Watublapi NTT ini dihuni dari masyarakat suku Sika sala stu suku yang ada di Nusa Tenggara Timur. Dan sudah sejak lama kaum lelaki dan perempuan saling bekerjasama untuk membuat kain tenun ikat, baik dari proses pengambilan kapas yang menjadi bahan dasar benang untuk pembuatan kain, sampai mencara berbagai tanaman yang dipergunakan untuk mewarnai.

Bahan Untuk Membuat Tenun Ikat

Konon, untuk mengambil bahan-bahan tersebut harus hati-hati dan penuh dengan perasaan. Dan ada beberapa pantangan yang menjadi pakem hingg kini masih dijalankan seperti untuk mengambil daun nila yang menjadi bahan dasar pewarna hitam

Sejak awal laki-laki dan perempuan sukus Sika bekerja sama dalam pembuatan kain ini mulai dari pengambilan kapas sebagai bahan pokok benang hingga berbagai tanaman sebagai bahan pewarna. Selain diambil dengan penuh kehati-hatian, ada pantangan lain bagi pengambil daun nila bahan pewarna hitam yaitu tidak boleh dalam keadaan marah dan khususnya untuk kaum wanita tidak boleh dalam keadaan datang bulan. Hal tersebut nantinya dapat mempengaruhi hasil proses pembuatan kurang baik, terutama pada warnanya menjadi kurang tepat dari hasil yang diinginkan.

Lanjut informasi….
Setelah semua bahan yang diperlukan didapat, maka di masukan ke dalam wadah sebelum di bawa ke tempat pengolahan proses pembuatan warna. Setetelah sampai barulah semua bahan-bahan itu diproses untuk pembuatan warna dengan cara di tumbuk agar menghasilkan warna-warna yang diinginkan.

Sedangkan untuk kaum lelakinya tidak boleh melakukan proses pembuatan menenun selanjutnya, dan untuk proses pembuatan menenun hanya bisa dilakukan oleh kaum perempuan bagi Suku Sikarowe saja. Bila ketentuan ini ada yang melanggar maka dipercaya rejeki mereka akan berkurang atau tidak lancar.

Proses Pembuatan tenun Ikat NTT

Menenun bagi masyarakat Suku Sikarowe di Desa Watublapi Nusa Tenggara Timur merupakan salah sebuah pekerjaan rutinitas, bahkan uniknya dalam proses pembuatan kain tenun ini ada satu yang menjadi ciri khas yaitu suara alat tentun yang dihasilkan dari aian belakang alat tenun.

Dari penjelasan yang Direktori Wisata terima, suara yang dihasilkan dari alat tenun tersebut juga bisa dijadikan sebuah tanda bahwa di rumah tersebut ada gadis yang suka menenun. Dan pada pada jaman dahulu anak perempuan tidak diberikan izin keluar rumah dengan orang tuanya, maka pekerjaan sehari-hari mereka hanya melakukan pekerjaan menenun saja di dalam rumah.

Tenun Ikat NTT

Selain kita dapat melihat secara langsung proses pembuatan kain tenun ikat di Desa Watublapi NTT ini, kita juga bisa mengetahui tentang makna yang tersirat dari setiap bentuk motif dalam setiap lembar kain tenun yang berbed-beda. Seperti motif eko, buen, tokang, yina yang merupakan motif kain tenun yang  cukup lama dan sudah ada sebelum agama Kristen masuk ke Flores yang di bawa oleh bangsa Portugis.

Bagi masyarakat Suku Sikarowe Nusa Tenggara Timur yang berada di Desa Watublapi, kain tenun merupakan hal yang wajib dan harus ada untuk dimiki. Karena kain tenun ini ibsa dipergunakan sebagai upacara adat bagi suku Sikarowe, mulai dari upacara pernikahan, upacara kelahiran hingga kematian.

Kain tenun selain berfungsi sebagai kain pakaian wajib bagi masyarakat suku Sikarowe, kain ini juga dapat digunakan sebagai alat pemberian atau hadiah yang tidak dapat digantikan dengan senilai apapun. Hal ini di sebabkan proses pembuatan kain tenun yang cukup panjang dan lama yang memakan waktu tidak sedikit.

Berkunjung di Desa Watublapi NTT banyak pembelajaran yang bisa kita dapatkan tentang kisah dibalik keindahan sebuah helai kain tenun ikat yang menawan. Di mana dalam sebuah helai bahan tenun ikat tersebut terdapat sebuah proses pembuatannya yang memakan waktu lama dan sarat akan makna yang menjadi kebanggaan dari masyarakat Suku Sikarowe.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest

7 Comments

  1. ternyata tenun tidak melulu didaerah jawa tengah saja ya mas,di NTT juga ada kerajinan tenun dengan kualitas yg nggak kalah menarik

  2. titlenya jadi nuta tuh mas,pasti gegara terburu2 nulis deh

    • Indra Kusuma Sejati berkata:

      Benar mas, terimakasih atas pemberitahuannya, maklum lagi banyak kegiatan di lokasi he,, he,, he, 😀

  3. mana nih gerombolan pengacau

  4. sepertinya rumit untuk menghasilkan tenun khas tersebut

  5. Warnyanya alami, jadi memanfaatkan apapun yang ada di alam.

    • Indra Kusuma Sejati berkata:

      Itu salah satu yang unik dan menjadikantenun ikat ntt ini menjadi mahal Kang

Comments are closed.

This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
error: Content is protected !! Sorry bro, dilarang copy paste..
Ad Clicks :Ad Views :