Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2022 | All Right Reserved

Home / Solo / Taman Sriwedari, Taman Selingan Rakyat Yang Tinggal Masa lalu

Taman Sriwedari, Taman Selingan Rakyat Yang Tinggal Masa lalu

/

Taman Sriwedari, Taman Selingan Rakyat Yang Tinggal Masa lalu. Taman Selingan Rakyat (THR) sebagai kebanggaannya, yakni Sriwedari. Taman Sriwedari dibuat sebagai tempat di mana masyarakat Solo sering habiskan waktunya sekedar untuk kongkow atau nikmati sarana dan beragam atraksi.

Taman Sriwedari, Taman Selingan Rakyat Yang Tinggal Masa lalu

Surakarta atau yang lebih dikenali dengan Solo sebagai salah satunya kota yang berada di Jawa tengah. Kota ini simpan banyak elemen riwayat, kebudayaan dan kesenian. Ditambah dengan kehadiran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai identitasnya.

THR Sriwedari ini benar-benar pas jadi tempat agar semakin mengenali kebudayaan Solo dari jarak dekat. Anda akan mendapati beragam hal menarik dan unik didalamnya.

Benar-benar benar-benar sayang sekarang ini Taman Sriwedari telah tutup tetap, dan taman selingan rakyat itu saat ini tinggal masa lalu.

Lokasi Taman Sriwedari

Taman Sriwedari berada di pusat Kota Solo. Dan alamat selengkapnya ada di Jalan Brigjend Slamet Riyadi No. 275, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa tengah.

Lokasi Taman Sriwedari

Jaraknya benar-benar bersisihan dengan Stasiun Purwosari, yaitu sekitaran 2 km saja. Jika Anda telah masuk daerah Kota Solo, pasti gampang mendapatinya.

Dan masalah transportasi tidak perlu dicemaskan. Anda bisa capai tujuan lokasi dengan memakai kendaraan individu atau umum. Kendaraan umum sendiri banyak juga ada di Solo, misalkan bis.

Tidak boleh takut tersesat karena Anda akan mendapati lajur tujuan tanpa kesusahan.

Baca juga : Wisata Sejarah Berdirinya Keraton Surakarta

Jalur Ke arah Taman Sriwedari dari Beragam Kota

Ada banyak jalur opsi yang bisa Diambil ke arah THR Sriwedari. Baik dari Kota Solo sendiri atau luar kota. Berikut beberapa lajur aksesnya :

Jalur Ke arah Taman Sriwedari dari Beragam Kota
  • Dari Kota Solo

Jalur pertama ialah dari dalam kota. Dasar keberangkatan dari Mushola Agung Surakarta yang ada di samping barat Alun-Alun Lor.

Pertama kali, lakukan kendaraan Anda dari Masjid Agung ke arah Jalan Kalimosodo dengan melalui Jalan K.H Hasyim Ashari dan Jalan Wijaya Kusuma III lebih dulu. Setelah tiba di Jalan Kalimosodo, belokkan ke Jalan Ronggowarsito.

Sesudah Anda mendapati bundaran, ambil jalan keluar pertama ke Jalan Jenderal Sudirman. Lantas saksikan panduan jalan ke Taman Sriwedari.

  • Dari Kota Yogyakarta

Bila Anda mengawali keberangkatan dari Yogyakarta dengan kendaraan individu, karena itu tujukan perjalanan Anda ke Kalasan ke arah Candi Prambanan. Selanjutnya Anda akan masuk ke daerah Kabupaten Klaten.

Turuti papan panduan jalan ke Solo. Setelah tiba di Solo, lanjutkanlah perjalanan ke Jalan Brigjen Slamet Riyadi yang disebut alamat komplet Taman Sriwedari.

Lebih ringkas jika Anda memakai program Maps pada Handphone yang hendak menolong memilihkannya jalur paling cepat.

Baca juga : Tumurun Privat Museum, Koleksi Kreasi Seni Unik di Solo

Daya Ambil Taman Sriwedari

Apa saja daya magnet Taman Sriwedari hingga benar-benar spesial pada hari rakyat Solo dan beberapa pelancong? Semacam ini rinciannya :

Daya Ambil Taman Sriwedari

1. Sudah Ada Semenjak Lama

Daya magnet pertama Taman Sriwedari ialah riwayat keputusannya yang rupanya telah ada semenjak zaman jaman dulu. Taman Sriwedari telah dibuat dari zaman Sultan Pakubuwono X di tanggal 1 Januari 1902.

Sebelumnya, taman ini dibuat sebagai tempat wisata dan selingan beberapa keluarga kerajaan. Ide pembangunannya juga tidak asal-asalan karena di inspirasi dari cerita ada taman surga, tersebut kenapa dikatakan sebagai Taman Sriwedari.

Bersamaan mengembangnya zaman, Taman Sriwedari ini alami beragam pembongkaran atau perbaikan. Perannya juga berpindah dari tempat wisata dan peristirahatan keluarga kerajaan jadi pusat selingan warga Solo dan sekelilingnya.

Selanjutnya didalamnya diperlengkapi beragam sarana dan sarana yang mendukung. Warga bisa dengan bebas menikmatinya.

2. Gedung Wayang Orang (Gwo)

Anda akan mendapati bangunan Gedung Wayang Orang (GWO) dalam kompleks Taman Sriwedari. Gedung ini dipakai untuk isi beragam kesenian atraksi wayang orang. Umumnya narasi atraksi diambil dari cerita Ramayanan dan Mahabarata.

Tidak sampai di sana, terkadang atraksi kesenian wayang dipadukan dengan seniman wayang lain dari RRI Surakarta atau seniman luar kota, seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang.

Keunikan dari GWO ini ialah ada ornament lukisan besar yang ada di segi kanan dan kiri dinding. Disebelah kanan ada lukisan yang memvisualisasikan figur namanya Dewaruchi.

Figur tersebut terkait dengan salah satunya Pandawa Lima, yaitu Werkudara. Sementara disebelah kiri dinding gedung ada lukisan yang memvisualisasikan figur Kresno Duto dari cerita Mahabarata.

Disamping itu, GWO bukan hanya ditujukan sebagai tempat atraksi kesenian wayang orang. Tapi juga dikontrakkan sebagai gedung panggung seni untuk anak-anak sekolah atau upacara wisuda.

Bangunannya juga beberapa masih tetap ada yang dihias dengan kaca. Tujuan pemberian kaca ini agar warga kurang sanggup bisa menyaksikan atraksi yang berada di dalam.

3. Malam Selikuran

Daya magnet lain dari Taman Sriwedari ini ialah diselenggarakannya acara bertema ‘Malam Selikuran’. Aktivitas ini teratur dilaksanakan tiap bulan Ramadhan, yakni saat malam ke 21. Kata ‘selikur’ bila disimpulkan dengan bahasa Indonesia bermakna 21. Tersebut kenapa acara ini diadakan tiap malam ke 21.

Malam Selikuran sebagai sisi dari adat Keraton Kasunanan dan masyarakat Surakarta buat menyongsong Lailatul Qadr. Dan serangkaian acaranya ialah dengan diawali kirab 1000 tumpeng yang diawali dari Keraton ke arah Taman Sriwedari. Kemudian disudahi dengan doa bersama.

Anda akan mendapati bangunan Gedung Wayang Orang (GWO) dalam kompleks Taman Sriwedari. Gedung ini dipakai untuk isi beragam kesenian atraksi wayang orang. Umumnya narasi atraksi diambil dari cerita Ramayanan dan Mahabarata.

Tidak sampai di sana, terkadang atraksi kesenian wayang dipadukan dengan seniman wayang lain dari RRI Surakarta atau seniman luar kota, seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang.

Keunikan dari GWO ini ialah ada ornament lukisan besar yang ada di segi kanan dan kiri dinding. Disebelah kanan ada lukisan yang memvisualisasikan figur namanya Dewaruchi.

Figur tersebut terkait dengan salah satunya Pandawa Lima, yaitu Werkudara. Sementara disebelah kiri dinding gedung ada lukisan yang memvisualisasikan figur Kresno Duto dari cerita Mahabarata.

Disamping itu, GWO bukan hanya ditujukan sebagai tempat atraksi kesenian wayang orang. Tapi juga dikontrakkan sebagai gedung panggung seni untuk anak-anak sekolah atau upacara wisuda.

Bangunannya juga beberapa masih tetap ada yang dihias dengan kaca. Tujuan pemberian kaca ini agar warga kurang sanggup bisa menyaksikan atraksi yang berada di dalam.

Baca juga : 10 Destinasi Wisata Jawa Tengah Yang Menarik Dikunjungi Saat Liburan

4. Sarana Bermain

Selainnya daya magnet dalam sektor seni dan kebudayaan, Taman Sriwedari diperlengkapi dengan beragam sarana bermain untuk anak-anak sampai orang dewasa. Siapa saja dapat menaikinya. Namun taman bermain ini diatur oleh faksi swasta.

Disamping itu, Anda juga bisa menjumpai beragam kios yang jual souvenir dan oleh-olehan berbentuk wayang, lukisan, dan lain-lain.

Baca juga : Taman Balekambang, Tempat Rekreasi Keluarga Wong Solo

Harga Ticket Masuk Taman Sriwedari

Anda harus bayar ticket masuk ke Taman Sriwedari atau GWO. Ke-2  ticket ini dikenai biaya yang lain, tetapi tetap dapat dijangkau. Beberapa pengunjung diharap mempersiapkan uang sejumlah 7 ribu rupiah per-orang untuk masuk ke THR Sriwedari.

Harga Ticket Masuk Taman Sriwedari

Dan jika ingin menyaksikan atraksi dalam GWO, karena itu harus bayar kembali sejumlah 3 ribu rupiah per-orangnya. Keseluruhannya cuma 10 ribu rupiah jika Anda pun masuk GWO. Masih murah kan?

Baca juga : Sate Kere Kuliner Dengan Keunggulan Bumbu Daging Solo

Jam Operasional Taman Sriwedari

Taman Sriwedari yang mempunyai ide sebagai taman selingan dan atraksi memiliki jam operasional yang cukup terang. Objek rekreasi ini membuka tiap hari dari jam 10 pagi sampai 10 malam.

Jam Operasional Taman Sriwedari

Sementara jika pengunjung ingin melihat atraksi di GWO, jam bukanya dari jam 8 – 11 malam saja dan khusus hari minggu tutup.

Maka gunakanlah peluang Anda untuk mengenali selanjutnya beragam kesenian dan kebudayaan ciri khas Solo dengan bertandang ke Taman Sriwedari. Situasi akan berasa lebih ramai dan membahagiakan jika Anda tiba pada malam hari.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :