Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2022 | All Right Reserved

Home / Jogjakarta / Taman Sari Jogja, Telusuri Riwayat “Istana Air Jogja”

Taman Sari Jogja, Telusuri Riwayat “Istana Air Jogja”

/

Directory Rekreasi – Gemercik air, keelokan arsitekturnya yang kuno, dan panorama yang mengagumkan membuat Taman Sari benar-benar memesona. Lorong-lorong dan bangunannya jadikan Taman Sari penuh rahasia yang hendak terus dikuak.

Taman Sari Jogja, Telusuri Riwayat "Istana Air Jogja"

Di artikel ini kamu akan membaca deskripsi mengenai Taman Sari Jogja, di mana taman ini bukan taman biasa. Taman ini sebagai saksi riwayat di periode lalu.

Bertandang ke Taman Sari Jogja kamu akan melihat kuat dan megahnya bangunan jaman dahulu, bangunannya mempunyai style Portugis tetapi kental dengan simbol-simbol Jawa.

Baca juga : 8 Tempat Wisata Jogja Sedang Hits Dan Wajib Dikunjungi di Indonesia

Saat wabah semacam ini pengunjung Taman Sari Jogja harus menanti gantian untuk masuk tempat taman, di mana 1 kelompok cuma berisi 10 sampai 14 orang yang selanjutnya akan dibantu oleh satu orang pemandu. Dan tiap pengunjung wajib buat memakai masker.

Riwayat Taman Sari Jogja

Taman Sari Jogja dibuat pada periode pemerintah Sultan Hamengkubuwono I, yaitu di tahun 1758. Taman ini dibuat di atas beberapa puing Pesanggrahan Garjitawati atau sisa keraton lama.

Riwayat Taman Sari Jogja

Taman Sari Jogja dibuat di atas tempat selebar 10 hektar lebih dengan mempunyai 57 bangunan cantik yang kuat. Bangunan-bangunan itu mencakup:

* Kolam pemandian,

* Danau bikinan dan pulaunya,

* Lorong bawah tanah,

* Saluran air,

* Jembatan menggantung, dan beberapa bangunan yang lain.

Pembangunan Taman Sari Jogja ini diawali sesudah proses penandatanganan Kesepakatan Giyanti di tahun 1755. Di mana awalnya terjadi pemecahan dalam keraton sendiri, yang menyebabkan terbelahnya Mataram jadi 2 sisi yaitu Kesultanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Taman Sari ini ditujukan untuk tempat menenangkan hati, tempat untuk istirahat, dan tempat untuk wisata Sultan dan keluarga. Disamping itu, Taman Sari Jogja ini berperan sebagai benteng pertahanan dalam hadapi lawan.

Arsitek bangunan Taman Sari Jogja dipegang oleh seorang bernegara Portugis, yang dikenali bernama Demang Tegis. Hingga bangunan dari Taman Sari Jogja menguasai berpenampilan portugis, walau tidak lepas dari simbol-simbol Jawa.

Pembangunan Taman Sari Jogja sebelumnya dipegang oleh Tumenggung Mangundipuro, tetapi di tengah-tengah proses pembangunan beliau memundurkan diri dan ditukar oleh Pangeran Notokusumo.

Konon ongkos pembangunan Taman Sari Jogja semuanya dijamin oleh Tumenggung Prawirosentiko yang pada waktu itu memegang sebagai Bupati Madiun.

Baca juga : Menyusuri Kampung Wisata Taman Jogjakarta

Sebagai imbalan pada sesuatu yang dilaksanakan oleh Tumenggung Prawirosentiko, warga Madiun dibebaskan dari kewajiban bayar pajak.

Lokasi dan Alamat Taman Sari Jogja

Lokasi dan Alamat Taman Sari Jogja

Alamat dari Taman Sari Jogja berada di Jalan Tamanan, Patehan Keraton, Kota Yogyakarta, Wilayah Spesial Yogyakarta. Lokasinya ada sekitaran 300 mtr. samping barat Keraton Yogyakarta.

Jalur Ke arah Taman Sari Jogja

Jalur ke arah Taman Sari Jogja bila dari arah keraton cuma sekitaran 15 menit saja, disamping itu untuk ke arah ke situ banyak akses kendaraan umum yang bisa kamu pakai.

Buat kamu yang memakai kendaraan individu jalur yang bisa diambil bila dari pusat Alun-Alun selatan tinggal meluncur ke barat melalui Jl. Patehan Lor.

Selanjutnya kamu langsung akan mendapati Jl. Tamanan, lalu masuk sampai menjumpai gerbang dari Taman Sari Yogyakarta.

Jam Membuka Dan Harga Ticket Masuk Taman Sari Jogja

Jam operasional Taman Sari Jogja dibuka tiap hari, start pukul 09;00 sampai jam 15:00 waktu di tempat.

Ticket Masuk Taman Sari Jogja

Ticket masuk Taman Sari Jogja cukup bayar ongkos sejumlah Rp. 13.000,- saja per-orangnya. Dan itu telah terhitung ongkos untuk tur guidenya.

Baca juga : Wisata Di Masjid Soko Tunggal Jogja

Istana Air Di Jogja Yang Penuh Keelokan Dan Rahasia

Periode sesudah Kesepakatan Giyanti, Pangeran Mangkubumi membuat keraton sebagai pusat pemerintah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pangeran Mangkubumi yang selanjutnya bertitel Sultan Hamengku Buwono I membuat keraton di tengah-tengah sumbu imajiner yang menghampar antara Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis.

Istana Air Di Jogja Yang Penuh Keelokan Dan Rahasia

Titik sebagai referensi pembangunan keraton ialah sebuah umbul (mata air). Untuk menghargai jasa istri-istri Sultan karena sudah menolong selama saat peperangan, beliau memerintah Demak Tegis seorang arsitek bernegara Portugis dan Bupati Madiun sebagai mandor untuk membuat sebuah istana di umbul yang berada 500 mtr. selatan keraton.

Istana yang dikitari segaran (danau bikinan) dengan aroma dari bunga-bunga yang menyengaja ditanamkan di pulau bikinan disekelilingnya itu saat ini dikenali bernama Taman Sari.

“Di atas Gapura Pentas ini Sultan biasa melihat tari-tarian di bawah sana. Bangunan-bangunan di sebelahnya sebagai tempat beberapa pemukul dan di tengah biasa dibangun pentas tempat beberapa penari memperlihatkan kepiawaian dan keluwesan mereka,” jelas seorang pemandu saat Directory Rekreasi masuk Taman Sari.

Dari Gapura Pentas, pemandu bawa YogYes masuk ke tempat yang dahulunya cuma dibolehkan untuk Sultan dan keluarganya, kolam pemandian Taman Sari. Gemericik air langsung menegur.

Airnya yang jernih bersatu bagus dengan tembok-tembok krem gagah yang mengitarinya. Kolam pemandian di tempat ini dipisah jadi tiga yakni Umbul Kawitan (kolam untuk putra-putri Raja), Umbul Pamuncar (kolam untuk beberapa selir), dan Umbul Panguras (kolam untuk Raja).

Sebuah periuk tempat istri-istri Sultan bercermin masih utuh berdiri saat Direktori Rekreasi masuk menara tempat individu Sultan. Ornament yang menghias periuk memberikan kesan-kesan glamor pada benda yang berada dari sisi almari baju Sultan itu.

Dapat dipikirkan, 200 tahun kemarin seorang wanita elok menanti air di periuk ini sampai tenang lalu ia tundukkan kepalanya, membenahi dandanan dan sanggulnya, mempercantik raganya sambil bercermin.

Selainnya periuk dan kamar individu Sultan, di menara yang terdiri dari 3 tingkat ini ada tangga dari kayu jati yang utuh terurus hingga memberikan kesan-kesan unik untuk siapa saja yang menyaksikannya.

Naik ke tingkat teratas, refleksi mentari dari kolam di bawahnya dan semua tempat Taman Sari kelihatan secara jelas. Kemungkinan dulu Sultan nikmati panorama di atas sini, panorama Taman Sari yang komplet dengan danau bikinannya dan bunga-bunga yang merebak wangi.

Setelah nikmati panorama di atas menara, pemandu lalu bawa YogYes ke arah Gapura Agung, tempat kehadiran kereta kencana yang umum dinaiki Sultan dan keluarganya. Gapura yang menguasai dengan ornament bunga dan sayap burung ini jadi pintu masuk untuk keluarga Sultan yang akan masuk Taman Sari. Pesanggrahan pas di selatan Taman Sari jadi tujuan selanjutnya.

Saat sebelum berperang, Sultan akan bersemedi pada tempat ini. Situasi senyap dan sunyi langsung berasa saat Direktori Rekreasi masuk. Di sini, Sultan tentulah pikirkan beragam langkah perundingan dan taktik perang agar kedaulatan Keraton Yogyakarta selalu terlindungi.

Area ini jadi area untuk menyimpan senjata-senjata, pakaian perang, dan tempat penyucian keris-keris zaman dulu. Pekarangannya biasa dipakai beberapa prajurit latihan pedang.

Direktori Rekreasi juga pisah dengan pemandu di muka Gapura Agung. Tetapi, ini tidak berarti perjalanan berhenti karena masih tetap ada beberapa lokasi yang harus disinggahi seperti Sumur Gumuling dan Gedung Kenongo. Untuk ke arah tempat itu,

Anda harus melalui Tajug, lorong yang menyambungkan Taman Sari dengan keraton dan Pulo Kenongo. Lorong bawah tanah yang lebar ini untuk mengantisipasi jika keraton pada kondisi darurat.

Ruangan rahasia banyak terselinap pada tempat ini. Keluar Tajug, Anda akan menyaksikan sisa dari Pulo Kenongo yang dahulunya banyak bunga kenanga yang menyedapkan Taman Sari. Direktori Rekreasi juga ke arah Sumur Gumuling, mushola bawah tanah tempat peribadatan raja dan keluarga.

Bangunan dua tingkat yang dibuat mempunyai segi akustik yang bagus . Maka, pada jaman dulu, saat imam mempimpin shalat, suara imam bisa kedengar secara baik ke seluruh penjuru. Saat ini juga, hal tersebut masih bisa dirasa.

Suara pembicaraan dari beberapa orang yang ada jauh dari kita berasa seperti mereka sedang ada di samping kita. Disamping itu, Untuk ke arah pusat mushola ini, kembali lagi harus melalui lorong-lorong yang gelap.

Sesampai di tengah-tengah mushola yang berbentuk tempat berwujud persegi dengan 5 anak tangga di sekitarnya, keagungan makin berasa. Saat mengadahkan kepala kelihatan langit biru. Suara burung yang didengar dari pemukiman warga di tempat Taman Sari makin menambahkan damai situasi.

Pelabuhan paling akhir ialah Gedung Kenongo. Gedung yang dahulunya dipakai sebagai tempat raja bersantap ini sebagai gedung paling tinggi se-Taman Sari. Pada tempat ini Anda bisa nikmati golden sunset yang memesona.

Keseluruhnya Taman Sari juga dapat disaksikan disini, seperti Mushola Soko Guru di samping timur dan sirkulasi-ventilasi dari Tajug. Senang dengan kesegaran air dari Taman Sari, langit akan menegur. Panorama yang cantik sekalian memesona dijajakan Taman Sari.

Baca juga : Malioboro, Jantung Kota Jogja dengan Daya Pikat Magic

Daya tarik air yang bagus bersatu dengan tembok-tembok berpenampilan kombinasi Eropa, Hindu, Jawa, dan China jadi nilai yang membuat Taman Sari tidak akan terlewatkan.

Sarana Taman Sari Jogja

Taman Sari Jogja menjadi teritori cagar budaya yang jadi tujuan beberapa pelancong untuk lakukan rekreasi riwayat. Maka dari itu disekitaran Taman Sari Jogja telah dibarengi beberapa sarana simpatisan misalnya:

* Tempat parkir yang lumayan luas,

* Toilet,

* Pemandu atau Tur guide,

* Beberapa toko souvenir,

* Warung minuman dan makanan.

Daya Ambil Taman Sari Jogja

Bila kamu akan berkunjung Taman Sari Jogja, seharusnya persiapkan fisik seprima mungkin. Karena kamu akan telusuri tiap bangunan yang ada.

Daya Ambil Taman Sari Jogja

Walau kelihatan meletihkan, tetapi daya magnet yang dipunyai Taman Sari Jogja menghempas semua kecapekan yang ada. Daya magnet yang dipunyai Taman Sari Jogja yakni:

1. Kolam Taman Sari

Daya magnet yang pertama kita ulas adalah berkenaan kolam pemandian yang berada di Taman Sari Jogja, di mana ada 3 buah kolam bernama dan peranan yang berbeda.

Kolam Taman Sari

Nama dan peranan dari kolam-kolam itu adalah:

* Umbul Pamucar untuk beberapa selir raja.

* Umbul Kawitan untuk putra-putri raja.

* Umbul Panguras kolam untuk raja.

2 buah kolam yaitu Umbul Pamucar dan Umbul Kawitan terletak dekat sama pintu gerbang. Menurut narasi yang dikatakan oleh guide, selir-selir raja yang ada di kolam akan dilihat oleh raja dari sebuah menara yang terletak ada dekat sama Umbul Pamucar.

Selanjutnya raja akan melempar bunga kantil ke Umbul Pamucar, barangsiapa yang terserang bunga kantil itu akan turut ke Umbul Panguras bersama raja.

Kolam-kolam itu dihias dengan ornament air mancur dengan wujud seperti kepala naga dengan hiasan pot di sekitarnya.

Baca juga : Jembatan Cinta Pantai Gesing Gunungkidul Jadi Spot Foto Anak Milineal Berselfie

Disamping itu setiap pelosok kolam ada tempat untuk menghidupkan dupa atau aroma, yang hendak dihidupkan saat raja, beberapa selir, dan putra-putri raja sedang mandi.

2. Bangunan-Bangunan Yang Menarik

Taman Sari Jogja dihias dengan beragam bangunan atau gapura yang kelihatan benar-benar kuat, dan mempunyai lambang tertentu. Gapura atau bangunan-bangunan itu salah satunya:

Bangunan-Bangunan Yang Menarik

* Gapura Pentas,

* Gapura Agung,

* Gedung Kenongo,

* Terowong atau lorong bawah tanah, dan lain-lain.

Walau telah berdiri semenjak beberapa ratus tahun lalu dan telah alami seringkali perbaikan, bangunan-bangunan yang berada di Taman Sari Jogja masih kelihatan benar-benar kuat. Cuma di sejumlah sisi dindingnya saja yang terlihat mulai menghitam.

Baca juga : 7 Tempat Wisata Unik di Malang Batu Yang Lagi Hits Untuk Anak

Saat ada di Taman Sari Jogja, beberapa pengunjung yang mendokumentasikan diri bersama dengan beberapa bangunan yang ada.

3. Sumur Gumuling

Lokasi seterusnya namanya Sumur Gumuling, sebagai lokasi favorite pengunjung untuk berpose. Sumur Gumuling bukan sebuah sumur biasa, tetapi sebuah mushola bawah tanah.

Sumur Gumuling Jogja

Selainnya berperan sebagai mushola, Sumur Gumuling berperan sebagai bunker pelindungan untuk sultan dan keluarga bila alami gempuran yang  mencelakakan.

Mushola bawah tanah ini berwujud dua tingkat melingkar sampai 360 derajat, dengan sisi tengahnya berlubang. Disamping itu, di mushola ini ada sumur yang dikitari oleh 5 buah tangga yang menyimbolkan jumlah Rukun Islam.

Lokasi ini sebagai tempat favorite pengunjung untuk berpose, bahkan juga pernah dipakai untuk spot photo Prewedding.

Cuma sayang saat wabah saat ini, Sumur Gumuling ditutup untuk pengunjung.

Baca juga : 16 Tempat Rekreasi di Gunungkidul yang Hebat untuk Bermain Air

Nach, tersebut narasi Taman Sari Jogja, telusuri riwayat “Istana Air Jogja” Mudah-mudahan menjadi tempat rekreasi Jogja sebagai opsi Anda dengan keluarga.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :