Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Indonesia / Rumah Limas:: Adat & Tradisi Kearifan Lokal Masyarakat Sumatera Selatan

Rumah Limas:: Adat & Tradisi Kearifan Lokal Masyarakat Sumatera Selatan

Mengenal Dekat Rumah Tradisional Gaya Arsitektur Lokal Sumatatera Selatan

Direktori Wisata – Rumah adat tradisional yang menampilkan keindahan struktur bangunan dari kayu dan karakteristik kearifan lokal masyarakat daerah Sumatera Selatan.

Sumatera Selatan sudah dikenal seja berabad lalu sebagai Bumi Sriwijaya, dengan pusat ibu kota Palembang. Bahkan, pad abad ke -7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini dikenal sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya. Tidaklah heran bila kita mengunjungi kawasan ini akan menemukan berbagai karakter bangunan yang mengadopsi kearifan lokal dari Kerajaan Sriwijaya. Salah satunya adalah tata letak dan fungsi dari rumah adat tradisional Limas.

Rumah Limas:: Adat & Tradisi Kearifan Lokal Masyarakat Sumatera Selatan

Rumah adat tradisional masyarakat Sumatera Selatan yang berbentuk empat persegi panjang dan beratap limas ini menjadi salah satu ciri khas rumah adat yang menampilkan karakteristik dan kearifan lokal dari masyarakat Sumatera Selatan.

Konon infromasi yang Direktori Wisata terima di lokasi, pada jaman dahulu rumah limas merupakan tempat tinggal bagi para bangsawan. Jadi tahu dong, kalau kita berkunjung di lokasi ini sama juga kita datang ke rumah bangsawan. ha……, ha….., ha…….

Bila kita perhatikan dari dekat, struktur bangunan rumah limas ini berbentuk rumah panggung yang berbentuk empat persegi panjang, beratap limas. Di mana pada bagian puncak bangunan rumah terdapat hiasan kuncup bunga cempaka (simbar) dan diujungnya terdapat hiasan lengkungan pendek yang disebut eko bebek.

Konsep Rumah Limas Gaya Arsitektur Tradisi Masyarakat Sumatera Selatan

Bila sahabat Direktori Wisata Indonesia bergeser sedikit di sisi pintu dan jendela, maka akan terdapat hiasan yang sekaligus berfungsi sebagai ventilasi. Sedangkan untuk tangga masuk yang terdapat di bagian depan rumah tradisional Limas ini berjumlah ganjil.

Memasuki ruangan rumah adat tradisional Limas ini, sahabat akan menemukan lima ruangan yang bertingkat atau yang disebut kekijing. Konon informasi yang Direktori Wisata terima, ruangan ini melambangkan adanya lima jenjang dalam masyarakat, yakni menurut usia jenis, pangkat dan martabat.

Menginjakan kaki pada tingkat pertama ruangan ini, kita akan mengetahui bahwa ruangan tidak berdinding, semacam beranda dan disebut pagar tenggalung. Ruangan ini digunakan untuk beristirahat dan menerima tamu ketika ada upacara adat.

Lanjut perjalanan menuju ke area ruangan yang ke dua di dalam rumah limas. Di dalam ruangan ini sahabat Direktori Wisata akan menemukan ruangan yang disebut jogan. Konon informasi yang kami peroleh di lokasi, ruangan ini khusus untuk kaum pria.

Sedangkan untuk ruang ketiga disebut kekijing ketiga, lantainya lebih tinggi, dipisahkan penyekat (kiyam), berfungsi untuk para undangan atau kerabat setengah baya ketika ada upacara adat.

Kunjungi 5 Tempat Wisata Di Pulau Sumatera Yang Unik Dan Bikin Kamu Takjub

Untuk ruang keempat disebut keking keempat. Di mana lantainya lebih tinggi dan berfungsi sebagai tempat duduk undangan dan kerabat yang lebih tua, seperti tumenggung, dapunto dan datuk.

Ruang kelima disebut gegajah, yang merupakan ruangan terbesar dan berfungsi untuk menerima tamu atau tempat duduk wanita terhormat.

Kunjungi Kawasan Air Terjun Temam Niagara Mini Cantik di Lubuklinggau, Sumatera Selatan

Untuk menyaksikan secara visual keindahan rumah adat tradisonal berbentuk Limas dari Sumatera Selatan, kalian dapat menyaksikannya melalui video.

Mengenal dan memahami lebih dekat rumah adat tradisional dari kerafian lokal masyarakat Sumatera Selatan, akan menambah pengetahuan kita tentang Indonesia.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks :Ad Views :