Oh Snap!

Please turnoff your ad blocking mode for viewing your site content

Rumah Bolon Raja Purba Simalungun: Saksi Bisu Dinasti Raja Purba

Rumah Bolon Raja Purba Simalungun: Saksi Bisu Dinasti Raja Purba

Direktori Wisata. – Tanah Simalungun yang merupakan Kota Permatangsiantar. Kabupaten Simalungun yang terletak di sisi timur laut Danau Toba memiliki keunggulan pada wisata budaya dan keindahan alam. Berwisata ke Tanah Simalungun tidaklah lengkap tanpa kita berkunjung ke Rumah Bolon Raja Purba. Terletak di Pematang Purba, rumah ini menjadi salah satu rumah adat Simalungun yang masih tersisa.

rumahbolon-rajapurba

Rumah Balon menjadi saksi dari sejarah panjang dinasti Raja Purba yang membentang selama 4,5 abad lamanya. Dari informasi yang saya terima, Dinasti Raja

Purba memerintah mulai dari tahun 1515 sampai dengan 1946. Dan memiliki 14 raja yang pernah berkuasa, dengan kisah perjalanan unik dari masing-masing kepemimpinannya.

Konon, pada saat Tuan Rahalim yang menjadi Raja Purba XII (1904-1921) berkuasa, kerajaan ini mengalami puncak kejaannya. Pengaruh , wilayah dan kekayaan kerajaan bertambah. Jumlah istri sang raja juga mengalami puncaknya, ada 12 orang.  Rumah Balon diperluas untuk menampung istri dan anak-anak raja. Bilik kamar sekaligus perapian buat dapur pun dibuat 12 buah.

Informasi selanjutnya yang saya terima, Raja terakhir bernama Tuan Monang yang menjadi Raja Purba XIV (1943-1946), ia merupakan raja yang mengalmi jatu pada masa 1946 karena dibunuh oelh rakyatnya sendiri. Setahun setlah kemerdekaan Indonesia, ternyata rakyat Simalungun juga menuntut kemerdekaan dari rajanya. Sejarah dinasti Purba yang selama hampir ratusan tahun memerintah Simalungun berhenti total. itulah sekilas aris besar perjalanan sejarah dari sebuah Dinasti Kerajaan Purba Simalungun.

Memasuki kompleks bekas istana kerajaan, kita akan menemukan berbabagai bentuk bangunan yang mempunya fungsi berbeda-beda. Di dekat pintu masuk ada sebuah bangunan yang bernama Balai Butu yang berfungsi sebagai bangunan jaga. Setelah itu di tengah-tengah berdiri sebuah bangunan Rumah Bolon yang berfungsi sebagai tempat tinggal raja.

Berikutnya tidak jauh dari Rumah Bolon terdapat sebuah bangunan bernama Balai Bolon atau yang disebut dengan Balai Musyawarah; jambu (tempat pertemuan dan istirahat); Pattangan (tempat bersantai raja dan istri), losung (tempat penumbukan padi) dan Rumah Jungga (rumah bagi masyarkat biasa yang berprofesi sebagai abdi raja).

Dari tata letaknya kia bisa melihat, bahwa Rumah Bolon berdiri sendiri di area kompleks istana kerajaan, jauh dari keramaian, terletak persis di tengah kompleks yang dikelilingi pepohonan dan dibatasi jurang. Konon informasi yang saya dapatkan, dulunya hanya ada satu lorong yang dipakai sebagai pintu masuk dan keluar untuk menghindari musuh.

Dilihat dari gaya arsitekturnya Rumah Bolon Simalungun tidak menggunakan paku dalam pengerjaannya. Lantai yang tinggi di tanah seperti rumah panggung, konstruksi kayu bulat sebagai penopang lantai yang bersilangan yang menjadi ciri khas rumah adat Simalungun. atap kayunyanya terbuat dari ijuk, dan kayu-kayu untuk bangunannya pun khas kayu hutan yang sangat kuat.

Bila kita melihat di bubungan atap Rumah Bolon Simalungun tersebut, selain terdapat ornamen khas Batak pada tiangnya seperti cicak dan motif melingkar, juga terdapat tanduk kerbau yang dijejer rapi pada anjungan rumah. Salah satu pojok rumah terdapat bohi-bohi atau patung manusia sebagai penjaga dan pengusir roh jahat pengganggu rumah.

Dari perjalanan wisata budaya di kawasan daerah Simalungun, kususnya pada saat kita singgah di tempat wisata bekas kerajaan istana Rumah Bolon ini kita dapat mengambil sebuah kesimpulan. Bahwa semua motif, letak, dan susunan Ruman Bolon Simalungun membentuk harmoni bagi keselarasan penghuni dengan alam sekitar dan Sang Penciptanya.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
  • stumbleupon
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks :Ad Views :