Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

 
Home / Indonesia / Rumah Betang: Rumah Panjang Masyarakat Lokal Suku Dayak

Rumah Betang: Rumah Panjang Masyarakat Lokal Suku Dayak

 

Rumah Betang: Rumah Panjang Masyarakat Lokal Suku Dayak.- Rumah panjang yang dihuni sejumlah kepala keluarga yang mendiami rumah tersebut. Rumah Betang ini merupakan rumah replika dari bentuk asli dari masyarakat suku Dayak yang berada di daerah Kalimantan Barat. Walau hanya terlihat sebagai rumah replika, rumah betang yang berada di kawasan Anjungan Provinsi Kalimnatan Barat TMII pada saat melakukan perjalanan wisata di Jakarta.

Rumah Betang: Rumah Panjang Masyarakat Lokal Suku Dayak

Bangunan replika Rumah Betang ini dapat mewakili bangunan aslinya yang berada di kawasan daerah Kalimantan Barat, dan bagi kita yang akan mengenal lebih dekat untuk mengetahui struktur bangunan dan gaya arsitektur serta bahan yang digunakan oleh masyarakat lokal suku Dayak dalam membangun dan melakukan aktivitas sehari-hari di Rumah Betang. Kita dapat hadir di tempat wisata anjungan daerah Taman Mini Indonesia Indah.

Dari informasi yang saya terima, Rumah Betang bisa dihuni banyak kepala keluarga, jadi jangan heran bila kita menemukan rumah tradisional ini bisa memiliki pintu banyak antara 40 hingga 60 pintu bisa ada di dalam satu rumah betang, dan itupun tergantung dari jumlah kepala keluarga yang mendiaminya. Bahkan Rumah Betang yang aslinya bisa bertambah panjang jika ada keluarga yang baru.

Bangunan rumah yang berbentuk bangunan panggung ini rata-rata memilki ketinggian sekitar tiga sampai lima meter di atas tanah, dan menurut informasi yang saya terima, hal ini untuk menghindari serangan dari musuh dan binatang buas. Bila kita perhatikan di salah satu sudut bangunan Rumah Betang tersebut ada sebuah tangga menuju rumah yang terbuat dari sebatang kayu bulat sebagai injakan atau sering disebut jejang. Dan bangunan ini dibagi menjadi dua bagian memanjang, yakni ruang tertutup berpetak-petak dan tanjuk atau jungkat yang merupakan ruang terbuka.

Ruangan tertutup di rumah betang tersebut merupakan sebuah bilik keluarga yang multifungsi. Konon informasi yang saya terima ruangan ini berfungsi sebagai tempat tidur para anak gadis dan juga sebagai tempat menerima tamu wanita; di malam hari bilik ruangan diberikan bagi pasangan yang baru menikah atau yang baru punya anak. Pada upacara perkawaninan masayrakat lokal biasanya mempergunakan ruangan ini untuk melakukan upacara peminangan dan sebagai tempat menerima mempelai pria atau wanita oleh para orang-orang tua kedua keluarga calon mempelai.

 

Bila kita bergeser ke arah belakang rumah betang, kita akan menemukan sebuah ruangan yang dipergunakan sebagai ruang tidur, di mana ruangan ini sekaligus menjadi ruang untuk memasak. Sedangkan ruangan yang terbuka di khususkanuntuk menerima tamu laki-laki, dan sering digunakan untuk bermusyawarah tkoh-tokoh kampung, dan sebagai tempat makan atau bersantai ria pada saat pesta perkawinan.

Di lokasi ini pun terdapat sebuah bale-bale memanjang setengah lebar rumah untuk tempat tidur para pemuda dan tamu dari kaum lelaki yang menginap.. Sedangakan untuk ruangan yang terbuka memanjang dan beratap biasanya di pergunakan  untuk menjemur pakaian, menumbuk padi, dan melakukan kegiatan aktifitas sehari-hari atau pun tempat anak-anak bermain oleh masyarkat lokal suku Dayak.

Rumah Panjang Masyarakat Lokal Suku Dayang di Anjungan Kalimantan Barat TMII, sejumlah ruanganya biasanya dipergunakan untuk pameran dan peragaan hasil kerajinan dari masayrakat lokal, seperti anyaman, sumpitan, guci, damak atau anak sumpitan, man-dau, perisai, tutup kepala wanita, dan peragaan busana tradisional dari suku dayak.

Secara garis besar informasi yang saya terima dari petugas yang berada di lokasi, ini merupakan sebuah gambaran tetang kehidupan masyarkat lokal suku dayang dengan rumah tradisonalnya yang di sebut Rumah batang atau rumah panjang.

Walau hanya sebuah replika rumah adat yang kita lihat di lokasi, namun bila kita mampu mencari tahu dengan informasi yang akurat dari petugas, serasa kita akan di ajak menuju lokasi kawasan di mana tempat Rumah Betang ataupun rumah panjang dari masyarkat lokal suku dayak ini berada. Minimal kita dapat menambah wawasan pengetahuan kita tentang keragaman seni budaya dan tradisi dari daerah Kalimantan Barat.[]

 
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
 
 

4 Comments

  1. dengan menempati rumah betang ini suku dayak memiliki ikatan kekeluargaan yang sangat tinggi yang tidak mudah untuk dapat di cerai beraikan sampai pada berpuluh-puluh abad keturunannya, sungguh sebuah fungsi rumah yang luar biasa dan tidak dimiliki oleh suku manapun di dunia ini.

  2. Keaneka ragaman seni dan budaya negeri ini yg kaya, membuat ngiri negara lain yg ada didunia ya mas 🙂

  3. Suatu hari di awal tahun 2000an, saya pernah berkunjung ke daerah pedalaman Putu Sibau dan sempat bermalam di sebuah rumah betang suku Dayak Iban. Suasananya sangat menyenangkan kecuali satu hal: yaitu adanya kandang babi di kolong rumah betang tsb. He he he..

  4. wah pasti ramai ya ,satu rumah di huni beberapa keluarga

Comments are closed.

This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
error: Content is protected !! Sorry bro, dilarang copy paste..
Ad Clicks :Ad Views :