Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Indonesia / Sulawesi / Pulau Malenge Kepulaun Togean: Di Balik Eksotisme Keindahan Pulau Tersembunyi

Pulau Malenge Kepulaun Togean: Di Balik Eksotisme Keindahan Pulau Tersembunyi

Pulau Malenge Kepulauan Togean:

Direktori Wisata. – Pulau Malenge dalam bahasa Togean mempunyai arti “capek”. Pulau yang memiliki gugusan pantai  indah dan pemandangan alam yang mempesona, Pulau Malenge terbilang unik dengan kondisi alamnya yang masih diliputi hutan tropis nan rimbun. Kehidupan masyarakat suku Bajoe dengan kederhanaan dan keterikatan mereka dengan laut adalah hal menarik untuk diamati di pulau ini.

pulaumalege-kepullauntogean.

Kawasan Pulau Malenge ini terdapat dua desa, yaitu Desa Malenge dan Desa Kadoda. Masyarakat penduduk lokal Pulau Malenge berprofesi sebagai nelayan dan petani kopra. Dan suku yang mendiami di kawasan pulau ini adalah suku Togean, dengan bahasa Togean sebagai bahasapengantarsehari-hari.

Menelusuri Pulau Malenge di kepulauan Togean Sulawesi Tengah kita akan menemukan berbagai jenis vegetasi tumbuhan yang ada di pulau ini, didominasi oleh kelapa, kayu lasi, dan kayu krikis. Bila kita melakukan perjalanan wisata di daerah ini janganlah heran bila menemukan pemandangan pohon kelapa dan berbagai jenis veginasi yang terdapat di pulau ini.

Bagi yang suka dengan menyelam, snorkeling atau pun berenang, di kawasan kepulauan Togean ini kita dapat melakukan kegiatan wisata pantai dengan mengunjugi tempat wisata alam yang eksotis di Taman Nasional Kepulauan Togean. Seperti halnya kegiatan tersebut dapat kita lakukan di kawasan Pualu Malenge yang masih termasuk dalam destinasi wisata bahari di kawasan daerah Sulawesi Tengah di kepulauan Togean.

Di kawasan Pulau Malenge terdapat sebuah jembatan sepanjang 1 km yang dipergunakan untuk aktifiatas masyarakat sehari-hari untuk menyebrang, terutama bagi anak-anak yang akan berangkat ke sekolah mereka, Jembatan yang dibangun sejak tahun 2006 ini msih berdiri kokoh, dan di bawahnya terdapat lautan  yang dangkal dengan airnya yang jernih.

Tidak terlalu jauh dari Pulau Malenge terdapat beberapa pulau yang bersebelahan, namun sebenarnya pulau ini meliputi dua bagian pulau yang di diami oleh suku Bajo yaitu Pulau Papan dan Pulau Kodada yang terdapat sebuah penginapan cottege sebagai sarana penginapan di kawasan wisata tersebut.

Untuk megarungi kawasan di sekitaran Pulau Malenge,  kita dapat menggunakan speedboat yang kita sewa di kawasan tersebut. Tidak jauh dari lokasi Pulau Malenge, kita dapat menemukan sebuah kawasan destinasi wisata yaitu Pulau Angkailo.  Dari informasi yang Direktori Wisata terima Pulau Angkaio memiliki arti tersendiri dari bahasa daerah masyrakat setempat, yang berati “Pulau Kepiting Kenari”.

Dari informasi yang Direktori Wisata terima, ternyata nama pulau ini disesuaikan denga daya tarik utama pulau ini, di mana kita dapat mengami kehidupan kepiting kenari di kawasan pulau ini yang menjadi tempat tinggal hewan tersebut di daerah Sulawesi Tengah.

Bagi kita yang ingin melakuan rekreasi dan bersantai ria sambil berjemur di pantai, di kawasan pulau ini terhampar gugusan pantai berpasir putih yang bersih, seperti di pantai yang berada di Pantai Kodada, Pantai Bnavang, Pantai Poponoton, dan Pantai Batuengkang, di mana di pantai-pantai tersebut kita dapat menemukan hewan kepiting kenari di pulau ini.

Bagi yang suka berwisata petualangan (trekking), dikawasan Pulau Melenge kita dapat menjeljahi hutan tropis yang rimbun, di mana di kawasan ini hidup beragam jenis flora dan fauna, diantara beberapa hewan yang bisa kita temukan di pulau ini yang dikbarkan hampir punah adalah Monyet Togean (Macaca togeannus). Bukan hanya itu, di hutan tersebut terdapat makhluk hidup primata yang paling kecil di dunia yaitu tangkasi (tarsius).

Informasi yang Direktori Wisata dapatkan, hewan jenis tangkasi diketahu sebagai hewan endemik yang hanya hidup di beberapa tempat yang ada di dunia termasuk di lokasi ini. menjelajah sambil mengami beberapa hewan langka yang terdapat di hutan tropin Kepulauan togena akan membawa kita ke sebuah tempat yang penuh dengan warna kehidupan yang unik di sisi pulau-pulau terpencil nan indah di kawasan khidupan liar hutan tropis Malenge.

Kawasan wisata bahari yang dapat kita datangai di daerah kepulauan Togean ini seperti Pulau Kadidiri yang disebut sebagai tempat tujuan wisata utama di kawasan Keplauan Togean. Keindahan alam pesisir bawah laut Pulau Kadidiri cukup dikenal sebagai kawasan yang bebas dari polusi.

Perjalanan ke pulau ini dapat di tempuh dengan waktu 30 menit dari Wakai, dan di san aterdapat penginapan yang menyediakan sarana alat snorkeling dan diving yang dapat kita sewa di tempat penginapan tersebut. Jadi kita tidak perlu khawatir bila tidak membawa peralatan tersebut.

Yang tidak kalah menari, kita dapat mengunjungi Pulau Poya Lisa yang merupakan pulau kecil dan memiliki pesona alam pantai yang indah dan masih alami. Pulau ini berada di gugusan terpencil, namun sangat eksotis dan jauh dari polusi hiruk pikuk kehidupan kota, dan dapat menjadi tempat wisata liburan yang asyik dan menyenangkan. Drai Pulau Kadiri menuju ke Pulau Poya Lisa dapat ditempuh dengan waktu sekitar +/-  2 jam, namun bila kita tempuh dengan menggunakan kapal motor speedboat waktu tempuhnya sekitar +/- 10 smapai 15 menit.

Eksotisme Pulau Melenge Kepulauan Togean beserta kearifan lokal masyaraktanya merupakan sebuah keunikan di balk pembelajaran pesanmoral dan etika bagi masyarakat luas, di mana mereka dapat hidup den bertahan dengan kearifan yang selalu terjaga, disertai pemandangan alam dan keayaan pesoana laut yang indah dan enak ditelusuri oleh siapapun di kawasan di sekitaran kepulauan togean, Sulawesi Tengah, Indonesia.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest

1 Comments

  1. walau cuma lihat dari fotonya saja keindahannya pemandangan pulau malenge sudah dapat saya bayangkan Kang, airnya saja jernih gitu yah …hmmm sangat Indah 🙂

Comments are closed.

This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks :Ad Views :