Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Buton / Pesona Wisata Benteng Keraton Pulau Buton

Pesona Wisata Benteng Keraton Pulau Buton

Menyambangi Tempat Wisata Benteng Terbesar Di Dunia di Benteng Keraton Kota Bau-Bau, Buton Sulawesi Tenggara

Direktori Wisata – Panorama indah di balik tebal, panjang dan luasnya Benteng Keraton Buton di Pulau Buton Sulawesi Tenggara.

Pulau Buton merupakan sebuah Pulau yang berada di Sulawesi Tenggara yang dikenal bukan hanya memiliki hasil aspalnya yang berlipah, namun pulau ini juga dikenal sebagai tempat wisata bahari yang menjadi pusat perhatian dunia internasional. Dialik semua keindahan pesona wisata Pulau Buton yang tidak kalah mengagumkan bila kita menemuinya di Kota Bau-Bau terdapat sebuah Benteng Keraton Buton yang berbentuk lingkaran yang menakjubkan.

Benteng Keraton Pulau Buton

Dari informasi yang diterima Direktori Wisata, tempat wisata Benteng Keraton Pulau Buton ini dikeliling tembok yang panjangnya +/- 2.740 meter dengan memiliki ketinggian +/- 2 sampai 8 meter, dan dengan ketebalan didnding =/- 1 sampai dengan 2 meter. dengan luas bangunan keseluran bangunan benteng 23, 375 hektar. Konon tempat wisata Puau Buton ini dikenal sebagai benteng terluas di dunia.

Benteng Keraton Pulau Buton atau yang dikenal dengan sebutan Benteng Wolio bagi masyarakat Pulau Buton dulunya merupakan benteng bekas Kesultanan Wolio yang pernah berkuasa pada abad ke-14. Dan uniknya benteng kokoh yang dikenal dapat menghalang serangan bajak laut ini dibuat dari bahan dasar batu gunung, pasir, serta batu kapur yang diberi perekat yang berasal dari rumput laut dan putih telur.

Namun, ada beberapa sumber dari keterangan berbeda yang mengatakan bahwa putih telur yang digunakan tersebut bukan sebagai perekat pada susunan batu benteng tersebut, melainkan sebagai asupan protein untuk makanan bagi ribuan para pekerjanya kala itu.

Bila menlisik dalam catatan sejarah, tempat wisata heritage Benteng Keraton Pulau Buton ini dibangun pada abad ke-16 5oleh Sultan Buton yang ke-III yaitu Sultan Langsa Aji yang bergelar Sultan Kaimudin. Pembangunan benteng yang tepatnya mulai pada tahun 1592 dan selesai hampir 50 tahun kemudian, yaitu pada tahun 1645.

pintu-benteng-keraton-buton

Di sisi lain tempat wisata Benteng Keraton Pulau Buton ini, kita dapat menemukan 12 pintu gerbang yang dinamakan “Lawa” yang mengacu kepada 12 pintu lubang yang merekat pada diri manusia yang diciptakan Tuhan, dan di sisi lain kita dapat menemukan pos penjagaan yang disebut “bastion” yang berjumlah 17.

Konon pemberian nama “bastion” dan gerbang yang disebut “Lawa” dalam Benteng Keraton di Pulau Buton ini disesuakan dengan nama lokasi kampung yang berada di dalam Keraton Buton dan ini juga sebagai identitas dari si pembuat pintu-pintu terebut kala itu, dan masing-masing pintu gerbang memiliki ciri khas yang sama yaitu dengan adanya meriam dengan bangunan berbentuk bungalow.

Bila kita berada di atas puncak Benteng Keraton kita dapat menikmati pesona wisata Pulau Buton dari ketinggian. Terlihat jelas keindahan Pulau Buton yang bisa kita nikmati dari atas ketinggian.

Lanjut informasi….
Tempat Wisata Benteng Keroton Pulau Buton ini konon sempat mengalami beberapa kali pemugaran, dimana renovasi pada pertama kali dilakukan tahun 1979 yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Nasional hingga kini masih berjalan. Hal ini dikarenakan usia dari faktor benteng tersebut yang sudah tua.

Benteng Keraton Pulau Buton ini memagari Kampung warga Kelularahan Melai, konon menurut cerita masa lalu Benteng ini dijadikan pusat pemerintahan kota, budaya dan salah satu contoh benteng kota yang sangat sempurna.

Benteng kokoh yang berdiri di sepanjang perbukitan Walio ini bukan objek wisata satu-satunya yang bisa kita nikmati bila kita berkunjung ke tempat wisata Pulau Buton,

Di dalam Benteng Keraton Buton ini juga terdapat beberapa objek yang menarik lainnya yang bisa kita nikmati selain mesjid di daam area tersebut kita juga bisa menemukan sebuah tiang bendera yang masih berdiri kokoh yang telah berusia -/- 300 tahun lebih.

Namun di lokasi lainnya yang masih berada di dalam Benteng Keraton yang terdapat di Pulau Buton ini kita juga bisa menemukan sebuah jangar kapal besar yang bernama Sampa Raja yang terbuat dari bahan dasar cor.

Konon dulunya jangkar raksasa ini berada di luar Benteng Keraton, namun sekarang keberadaannya berada di dalam kawasan benteng karena dipindahkan ke dalam area benteng dengan cara manual atau tanap dibantu dengan alat berat.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat konon jangkar kapal tersebut berasal dari Kapal VOC. yang karam di Pulau Buton yang karam sekitar tahun 1952. Para penduduk setempat terutama penduduk wilayah Keraton Kota Bau-Bau yang kemudian menjarah isi kapal tersebut, dan mengambil isi kapalnya yang berupa jangkar.

Dan sekarang ini jangkar tersebut menjadi salah satu benda bersejarah yang diletakan di daerah Keraton Kota Bau-Bau yang diletakan disebelah kiri Masjid Agung Keraton.

batu-tempat-pelantikan-sultan-buton

Di sisi lain  tempat wisata Benteng Keraton Buton ini kita bsa menemukan sebuah batu keramat yang disakralkan yang disebut Batu Popaua sebagai tempat pengambilan sumpah para Raja atau Sultan Buton. Batu yang berbentuk pipih ini memiliki lubang seukuran kaki.

Konon informasi yang Direktori Wisata terima dahulu Raja atau Sultan Buton dilantik dengan mengnjakan kaki di atas Batu Popaua, lalu diputarkan payung di atas kepalanya.

Pada tahun 1929 atas upaya Sultan Mohammad Hamidi dibuatkanlah atap sebagai pelindung batu tersebut, dan pada tahun 2002 dibangunlah pagar keliling setinggi 175 senti meter.

Lanjut…..
Tepat di sebelah timur Masjid Agung Buton terlihat sebuah makam yang cukup megah bertuliskan makam Sultan Murhum, konon makam ini bukanlah makam biasa. Bangunan makam yang berdiri di puncak bukit Wolio ini merupakan makam Sultan Murhum atau Sultan yaitu Sultan Buton yang pernah memerintah selama +/- 46 tahun  pada abad ke-15 yang menurut cerita masyarakat beredar luas. Bagi saiap saja yang berdoa khusuk di yang dikeliling pagar putih setinggi +/- 4 meter dan panjang sekitar+/- 3 meter ini doanya akan dikabulkan oleh Alloh SWT.

Bila kita bergeser sedikit dari lokasi kita juga bisa menemukan sebuah obyek berbentuk batu yang bernama Batu Wolio atau yang disebut dengan batu Yegandangi. Konon menurut seorang budayawan Buton Hazim Kudus batu tersebut diperkirakan ditemukan pada tahun 1343 M.

Berdasarkan ilmu pengetahuan Batu Wolio merupakan sebuah lingga sebagai tempat pertirtaan atau sebagai tempat pengambilan air suci.

Batu Wolio diriwayatkan dalam lema sejarah Buton dan merupakan tugu batu setinggi 1 meter yang digunakan sebagai tempat pengambilan air suci untuk dimandikan kepada calon Raja Sultan Buton sebelum dilantik. Sedangkan untuk pelantikan Sultan Buton sendiri dilakukan di dalam Masjid Agung Keraton Buton dan dan di Batu Popaua.

Baca juga : Goa Londa:: Tempat Wisata Makam di tana Toraja

Nilai filosofis yang terkandung didalamnya konon, dengan memandikan calon Sultan Boton ini adalah merupakan sebuah penggambaran anak manusia dari setitik air yang kemudian menjadi seorang manusia.

Menurut penduduk setempat, bila kita ataupun para pengunjung yang hadir dan berdiri di batu tersebut, dan di batu tersebut kelar airnya  konon katanya segala harapan agar terkabul.

Baca juga : Pesona Celebes Canyon De Ule Barru Sulawesi Selatan

Oleh karena bertuahnya Batu Wolio tersebut, pengunjung dikatakan belum pernah sampai ke Buton bila mereka belum pernah menyentuh batu tersebut.

Dan ini merupakan salah satu obyek di tempat wisata Benteng  Keraton yang berada di Pulau Buton ini yang menjadi tempat wisata haritage dan rohani di Kota Bau-Bau.

Pesona Wisata Benteng Keraton Pulau Buton ini bukan hanya menyimpan dan menjadi saksi sejarah yang cukup dikenal oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara, namun juga memiliki nilai historikal cerita dan kisah yang menarik ditelusururi di setiap sisi dan sudut yang dapat menarik perhatian bagi siapa saja yang dapat meikmati indahnya menyelusuri keindahan heritage di Pulau Buton yang indah ini.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest

11 Comments

  1. bentengnya bener-bener unik nih kang, pake ada keistimewaannya berdoa di sana juga..

    • cocok untuk wisata rohani mas

      • Indra Kusuma Sejati berkata:

        Juga wisata sejarah dan wisata bahari mas Bud, dan kang Yanto. Semoga potensi Pariwisata di sana bisa di optimalkan potensinya. Amiiin

  2. wah luas banget bentengnya kang.
    lebih dari 23hektar dan sangat tebal juga ya,patutlah bila disebut yg terbesar

    • Indra Kusuma Sejati berkata:

      Menjadi salah stau kebnggaan masyarakat Pulau Bunton itu sendiri dan masyarakat Indonesia pada umumnya, dan gaungya sudah samapai duni internasinal loh kang ? tinggal kita menata dan meneruskan dikembangkan potensi yang ada lebih inovasi lagi.

  3. pulau buton ini ternyata juga memiliki sejuta sejarah ya

    • Indra Kusuma Sejati berkata:

      Bukan hanya memiliki sejuta kandungan hasil bumi saja, kang di Pulau Buton ini banyak yang bisa kita dapatkan bila di kelola dengan benar potensi alam dan pariwisatanya juga tidak kalah menarik di sana.

  4. bertuah banget batu wolio ini ya kang

    • Indra Kusuma Sejati berkata:

      Ya begitulah menurut kepercayaan masyarakat setempat

  5. banyak sekali pesona tempat wisata yang ada di Benteng Keraton Pulau Buton tersebut ya kang, selain menyimpan keindahan juga menyimpan nilai sejarah yang sangat bermanfaat bagi generasi sekarang …

    • Indra Kusuma Sejati berkata:

      benar kang, obyek wisata benteng keraton di Pulau Buton juga bisa menjadi sarana wisata edukasi heritage bagia para generasi muda untuk bisa mengenal kebesaran para pemimnya pada masa dulu, dan yang tidak kalah menarik di sini keindahan alam dan kerafian lokalnya sangat menarik sekali.

Comments are closed.

This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
error: Content is protected !! Sorry bro, dilarang copy paste..
Ad Clicks :Ad Views :