Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Indonesia / Nusa Tenggara Timur / Pesona Wisata Alam Gunung Inerie Bagai Piramida Besar Alam Flores

Pesona Wisata Alam Gunung Inerie Bagai Piramida Besar Alam Flores

Direktori Wisata – Sejuta pesona keindahan panorama alam puncak Flores Nusa Tenggara Timur.

Pesona Gunung Inerie Flores NTT

Gunung Inerie dikenal menyimpan sejuta pesona keindahan alam yang memikat hati. Dalam bahasa penduduk lokal setempat Inerie berarti mamah besar.

Gunung tersebut bernama Gunung Inerie, terletak di Kabupaten Ngada, atau sekitar lima belas kilometer ke arah selatan dari Bajawa yang merupakan pusat kota dari Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Bentuk Gunung Inerie benar-benar menyerupai piramida dengan pucuknya yang runcing.

Gunung ini bukan sekedar gunung biasa, dan juga bukan indah di pandang mata saja. Lebih dari itu gunung ini memiliki makna dalam bagi penduduk lokal dikarena gunung inilah menurut mereka yang dapat memberikan kesuburan dan menjaga selalu adat istiadat yang mereka miliki.

Terdapat beberapa tempat di sekitar Gunung Inerie yang dijadikan sebagai spot untuk menikmati keindahan dari gunung berapi yang masih aktif ini. Aimere dan Penginapan Manulalu, disebut-sebut sebagai tempat terbaik untuk menikmati panorama Gunung Inerie, karena dari tempat itulah bentuk dari gunung yang terakhir kali meletus pada tahun 1970 ini akan terlihat jelas seperti piramida yang lancip.

Tidak hanya ke puasan hanya dapat sahabat Direktori Wisata nikmati panorama alamnya dari kejauhan, cobalah untuk langsung mendaki gunung yang mempunyai ketinggian 2.245 meter di atas permukaan laut ini. Walaupun tergolong cukup tinggi, untuk mencapai puncak dari Gunung Inerie hanya diperlukan waktu sekitar tiga hingga lima jam.

Hal ini disebabkan karna Desa Watumeze yang dijadikan titik awal pendakian sudah berada di dataran yang cukup tinggi. Biasanya para pendaki memulai pendakian dari dini hari agar sampai di puncak saat matahari mulai terbit. Gunung ini ramai didaki saat musim kemarau atau sekitar bulan Juni hingga Agustus.

Mendaki Gunung Inerie bukan perkara yang mudah, perjalanan dari gunung kebanggaan masyarakat Ngada ini didominasi oleh kerikil dan bebatuan cadas hingga ke puncak. Hal ini membuat jalanan yang akan sahabat Direktori Wisata lalui akan menjadi licin dan sukar dipijak.

Dari informasi pemandu wisata lokal setempat, tidak jarang para pendaki harus merangkak agar bisa terus mendaki menuju puncak. Sedikitnya vegetasi pepohonan yang tumbuh di gunung ini akan menambah tantangan jika pendakian dilakukan dikala siang hari, karena sinar matahari yang terik tidak akan segan untuk menambah beban pendakian.

Sesampainya di punggungan pertama, kawah yang cukup dalam dari Gunung Inerie sudah bisa dilihat. Namun perjalanan masih harus dilanjutkan hingga ke titik tertingginya dengan medan berbatu dan kemiringan yang semakin tajam. Sekitar 30 menit mendaki dari punggugan terakhir, pendaki akan sampai di puncak tertinggi Gunung Inerie.

Puncak Gunung Inerie tersebut ditandai dengan tiga buah tiang berbentuk menyerupai salib yang tertancap di tanah. Dari puncak ini pun bisa terlihat jelas Kampung Adat Bena yang berada tepat di kaki gunung ini dan juga menjadi salah satu atraksi yang dimiliki Kabupaten Ngada.

Kegiatan mendaki Gunung Inerie sudah cukup dikenal para wisatawan lokal maupun mancanegara. Para pengunjung dimudahkan dengan adanya tourist information center yang ada di Kota Bajawa jika memerlukan informasi lebih terkait gunung ini, ataupun memerlukan jasa pemandu untuk mendaki Gunung Inerie.

Bagi sahabat Direktori Indonesia yang dapat mendaki Gunung Inerie ini akan menjadi kebanggaan sendiri dalam hati karena gunung ini merupakan gunung tertinggi nomor dua di Flores yang mendapat julukan piramida alam Flores.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks :Ad Views :