Oh Snap!

Please turnoff your ad blocking mode for viewing your site content

Pesona Tempat Wisata Halal Muslim di Lombok

Menyusuri Tempat Wisata Halal di Kawasan Seribu Masjid Lombok Nusa Tenggara Barat

Direktori Wisata – Tempat wisata halal di Mataram Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat dengan sejuta pesona wisata alam lombok yang menakjubkan dan memiliki nilai sejarah.

Lombok merupakan salah satu destinasi wisata halal di Indonesia yang memiliki julukan sebuah kawasan Pulau seribu masjid. Bahkan ikon baru sebuah masjid di Pulau Lombok pun hadir menyapa setiap wisatawan yang hadir di pulau ini. Meskipun begitu masjid-masjid kuno di kawasan ini pun masih dipertahankan sebagai bukti sejarah perkembangan Islam di Pulau Lombok

Semenjak awal tahun 2000-an Pulau Lombok juga dikenal sebagai tempat wisata favorit yang ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menghabiskan waktu liburan mereka.

Dimana nama Lombok itu sendiri diambil dari kata Lombo yang artinya adalah lurus, dan sejak jaman dulu orang Lombok terutama susku sasak dikenal sebagai orang yang jujur dan lebih dari 93% dari masyarakatnya menganut agama Islam. Jadi tidaklah heran di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat banyak ditemukan tempat peribadatan umat muslim yaitu masjid yang tersebar di Pulau Lombok.

Landmark Tugu Kota Mataram

Perjalanan menuju tempat wisata halal di Lombok dengan melalui pintu masuk gerbang Kota Mataram, kehadiran kita sudah disambut dengan sebuah landmark yang berbentuk masjid yang berkubah dengan warna emas dengan latar belakang bukit-bukit indah di belakangnya.

Kemanapun kaki kami melangkah di kawasan Mataram Pulau Lombok, rumah ibadah umat muslim Masjid terlihat dan mudah ditemukan. Konon nformasi yang Direktori Wisata terima masyarakat di sini memiliki kebanggaan tersendiri bila dapat mebangun masjid megah. Maka tidaklah heran bila Pulau Lombok memiliki sebuah julukan sebagai Pulau Seribu Masjid dan juga sebagai tempat wisata halal muslim yang menjadi salah satu pesona wisata Lombok yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dari informasi yang Direktori Wisata Indonesia terima, tugu tersebut dikenal dengan beberapa nama. Namun tugu tersebut sering disebut dengan sebagai tugu giri menang squre. Tugu tersebut diresmikan pada tahun 2013 lalu yang terletak di tengah-tengah bundaran jalan penghubung antar kota dan sekaligus sebagai gerbang utama pintu masuk ke Pulau Lombok. Obyek landmark tugu Giri Menang Squre sendiri merupakan bundaran dengan taman dan kubah air mancur terbesar di kawasan Indonesia Timur.

Memasuki kawasan Kota Mataram, kita akan menyaksikan sebuah kawasan Islami yang memiliki obyek masjid yang semakin menjejal. Dimana kawasan tersebut yang dikelilingi bukit nan hijau, kita akan dapat menikmati sebuah pemandangan kawasan seribu masjid laksana mozaik Islami yang mampu membuat siapapun menjadi terpukau.

Obyek masjid-masjid ini memiliki ciri khas tersendiri di setiap tempat wisata halal di Pulau Lombok. Khususnya di Mataram setiap masjid umumnya memiliki kubah dan menara. Di salah satu sisi kawasan Kota Mataram kita juga dapat menemukan sebuah tempat wisata muslim di Lombok yang memiliki obyek masjid tertua yang ada di Desa Sekarbela, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela.

Masjid tersebut berdiri kokoh di tengah perkampungan warga yang bernama masjid Al-Raisiyah atau yang dikenal dengan mana masjid Bengah dan merupakan bangunan masjid peninggalan abad ke-17 yang dibangun oleh seorang penyebar agama Islam asal Pulau Jawa yang bernama Gaus Abdul Razak.

Konon informasi yang Direktori Wisata Indonesia terima, dulunya kawasan lokasi tepat wisata muslim di kawasan ini merupakan daerah tandus, dan masyarakatnya masih memeluk agama Hindu. Namun kondisi tersebut berubah pada saat Gaus Abdul Razak masuk ke dalam wilayah ini, dan menyebarkan agama Islam.

Sepintas dari pengamata Direktori Wisata, tekstur bangunan Masjid Al-Raisiyah terlihat meniru bangunan Masjid Nabawi di Madinah. Hal tersebut nampak dari bentuk kubah masjidnya dan menara masjid yang tingginya hingga menacai 63 meter. Bahkan bila diperhatikan dinding pada mimbar masjidnya yang terbuat dari bahan dasar marmer yang konon diambil langsung dari Lampung.

Meski terlihat modern, masjid ini tetap memiliki nilai sejarah. Hal ini disebabkan mimbar masjid masih dihiasi oleh ukiran kayu hitam setinggi 20 meter yang konon diambil dari Gunung Rinjani yang diyakini sebagai Gunung nya suku Sasak. Konon kayu tersebut diperkirakan sudah berusia 100 tahun lebih. Dimana di ukiran kayu tersebut terdapat tulisan kaligrafi dengan ayat Al-Qur’an surah Al-Jumu’ah.

Selain berumur tua, masjid Al-Raisiyah juga menyimpan hal yang menarik lainnya, yaitu keberadaan kolam dan sumur yang lokasinya berada di belakang masjid. Konon menurut informasi yang DIrektori Wsata terima sumur kolam tersebut tidak pernah kering walau masuk dalam musim kemarau tiba.

Sedangkan bila kita mengunjungi lokasi belakang sumurnya, maka kita akan menemukan sebuah kolam atau yang disebut dengan nama “benga” yaitu bahasa lokal. Kolam tersebut berukuran 5 x 15 meter dengan kedalaman 1,5 meter yang konon air di dalam kolam tersebut bersumber dari mata air Gunung Rinjani yang dipercaya oleh masyarakat lokal bahwa air tersebut bisa mensucikan diri bahkan mengobati berbagai macam penyakit.

Dan menurut informasi yang Direktori Wisata Indonesia terima, sebelum melakukan sholat berjamah di dalam masjid, masyarakat di sini selalu mandi di dalam kolam terlebih dahulu.

Konon pada masa penjajahan Jepang dulu, air dalam kolam tersebut sempat berubah menjadi minyak yang oleh warga diyakini sangat berkhasiat untuk ilmu kanuragan kekebalan. Bahkan sejumlah tentara Jepang yang terluka di bawa ke masjid  ini untuk memperoleh pengobatan.

Tidaklah heran sekarang ini semakin banyak para warga dan wisatawan lokal maupun mancanegara yang melakukan napak tilas ke tempat wisata muslim di Mataram Pulau Lombok yang datang ke masjid ini.

Kawasan Sekarbela sendiri terkenal sebagai sentra tempat pengrajin mutiara Lombok, puluhan toko perhiasan berderet memamerkan kemilau aneka jenis mutiara. berbagai jenis perhiasan berbahan emas, perak, dan batu-batuan berharga lainnya.

Bila kita masuk ke kawasan sekarbela banyak dijumpai toko yang sekaligus difungsikan sebagai showroom berbagai macam perhiasan berharga, baik emas, perak, kecubung, safir, dan tentu saja mutiara yang menjadi primadona utama. Selain sebagai kawasan wisata religi, lokasi ini juga dikenal sebagai salah satu kawasan wisata belanja kerajinan khas Lombok.

Walau terlihat banyak masjid di Mataram, Lombok Nusa Tenggara Barat ini, namun jamaah dari masjid-masjid tersebut jumlahnya tidak sedikit. Hal itulah yang menyebabkan pembangunan masjid di wilayah Mataram hingga kini masih banyak dan terus di lakukan. Sedangkan untuk biayanya sendiri, masyarakat lokallah yang terus berswadaya membiayai pembangunan masjidnya. Bahkan di kawasan Mataram, Lombok Nusa Tenggara Barat ini banyak lahir para penghafal Al-Qur’an juga loh….

Tempat wisata halal di Lombok, Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu destinasi liburan bagi siapa saja yang ingin mengenal dekat dengan keunikan serta kearifan masyarakat lokal Mataram di Pulau Lombok. Dan di kawasan ini kita bukan hanya dapat menambah wawasan pengetahuan tentang historis jejak sejarah perkembangan agama Isalam melalui tempat wisata muslim di Pulau Lombok, namun kita juga dapat menikmati sisi keindahan wisata religi lainnya yang dikelilingi dengan pesona wisata alam Lombok yang indah.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
  • stumbleupon
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks :Ad Views :