Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

 
Home / Indonesia / Banten / Pesona Suku Baduy Di Desa Wisata Kanekes Banten

Pesona Suku Baduy Di Desa Wisata Kanekes Banten

 

Mengenal Kearifan Lokal Suku Baduy Di Kampong Marengo Lebak Banten

Direktori Wisata – Pesona kearifan suku Baduy Lebak Banten yang masih kokoh memegang tradisi dan budaya leluhur.

Desa yang terletak di kaki pegunungan Kendeng. Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Labak, Provinsi Banten memiliki daya tarik wisata budaya yang masih kental dengan kearifan lokal dan budayanya.

Pemandangan alam yang masih asri dengan suasana alam sejuk serta kehidupan masyarakatnya yang masih memegang  tradisi ketal akan budaya menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang menarik untuk ditelusuri. Bagi kita para pecinta wisata  petualangan kawasan ini menjadi destinsi menarik untuk dikunjungi saat mengisi liburan.

Perjalanan dengan menggunakan kereta api dari Jakarta hingga stasiun kereta api Labak, menjadi rute perjalanan liburan yang panjang dan menyenangkan, apalgi keberangkatan ke lokasi kali ini dilakukan dengan beberapa teman-teman yang berlatar belakang profesi yang berbeda.

Sampai di depan pintu gerbang desa, kehadiran Direktori Wisata bersama rekan-rekan di desa wisata Kanekes Banten dilanjutkan dengan berjalan kaki. Perjalan kami yang di pandu dengan salah seorang pemandu lokal yang berasal dari masyarakat penduduk setempat.

desa-wisata-kanekes-banten

Kawasan Kampung Gajebo, Desa Kanekes Banten, yang ditandai oleh sebuah papan pengumuman yang terpampang di muka pintu desa, kita bisa mengetahui beberapa aturan yang diberlakukan dan ditetapkan untuk memasuki kawasan desa wisata  lokasi ini,

Perjalanan memasuki kawasan perkampungan suku Baduy luar ini mengantarkan kami ke sebuah desa wisata yang cukup dikenal oleh masyarakat luas bahkan dunia internasional sekalipun. Jalan yang berliku dan berundang. Tanah dan batu menjadi alas jalan yang harus kami lalui di kawasan desa ini.

Informasi yang Direktori Wisata terima, leluhur Baduy adalah orang yang sangat patuh dengan adat dan konon mereka sangat pandang menerima budaya modern. Menurut mereka, kata orang tua dulu, “orang modern itu pintar-pintar, namun saking pintarnya banyak yang minterin orang. Dan ini salah satu sebab orang Baduy menutup diri dari dunia luar, dan kini aturan semua itu hanya berlaku bagi orang suku Baduy dalam.”

 
desa-wisata-kanekes-baduy-banten

Ciri khas orang Suku Baduy itu bisa terlihat dari  setelan pakaiannya putih-putih, dan  ciri khas lainnya yaitu ikat kepala yang digunakan juga berwarna putih, ada juga sih yang warnanya hitam.

Sedangkan untuk lokasi penduduk dan masyarakat di sini terbagi dua yaitu baduy luar dan Baduy dalam. Bedanya bila kita mengunjungi kawasan Baduy dalam kita tidak diperkenankan untuk mengambil gambar foto atau pun video.

Semua rumah di desa ini berbentuk panggung yang membuat siapapun yang ada di dalamnya terasa lebih hangat, karena kampung desa ini letaknya di tengah hutan dan rasa udaranya masih sejuk.

Konon rumah orang Baduy harus menghadap selatan, hal ini disebabkan untuk masyarakat suku Baduy yang masih memegang keyakinan sunda wiwitan, itulah klblat rumah mereka.

Salah satu mata pencarian masyarakat di sini adalah membuat gula kawung atau yang sering dikenal dengan sebuatan gula aren. Untuk membuat gula kawung, mereka harus memanjat pohon aren untuk mengambil air nilanya.

Desa wisata Suku Baduy Kanekes Banten

Biasanya air nila ini diambil sehari dua kali, yaitu pagi dan sore. Hasil sadapan air nila di tampung di dalam bambu yang disebut lodong.

Dalam proses pembuatan gula kawung ini, masyarakat tidak melakukannya di rumah, melainkan di saung yang letaknya tidak jauh dari kebun.

Lanjut informasi yang Direktori Wisata terima di lokasim untuk membuat gula kawung ini membutuhkan api yang besar. Bila di lakukan di dalam rumah menurut mereka sangat berbahaya dan asapnya bisa mengganggu tetangga.

Air nila yang di tampung dalam kuali besar direbus diatas api bara besar hingga kental, bila terlihat sudah susah di aduk karena pekat dan kental, tandanya air nila sudah siap di cetak.

desa-wisata-kanekes-lebak-banten

Gula kawung dari Baduy ini banyak di cari orang, konon rasa manis gula kawung atau gula aren dari baduy memiliki rasa manis yang pas.. Bila selesai dicetak , gula kawung lalu di bungkus daun dan ikat, dan siap diipasarkan.

Jalan-jalan di kawasasan desa wisata Kanekes Banten membawa petanyaan masing-masing dianatara kami untuk mencari tahu jawaban apa yang dilihat dan ditemukan di lokasi. Bagi kami pribadi lokasi di desa ini belum ada dokter atau pun puskesmas, lalu bagaimana bila ada penduduk atau masyarakat yang sakit ?

Informasi yang Direktori Wisata dapatkan dari pemandu wisata lokal, di desa ini ada seorang yang sering dipanggil amak atau yang disebut dengan ketua kampung.

Dan kebiasaan orang di desa ini bila tidak enak badan langsung ke temu sama amak untuk diobati. Konon, orang-orang yang sakit di sini semuanya mengobati panyakit dengan memanfaatkan kehebatan alam yang ada untuk sembuh dengan menggunakan daun-daun yang ada di hutan.

jimat-suku-baduy-banten

Konon, masyarakat di sini percaya kesehatan itu karunia dari keruhun dan harus dijaga. Orang Baduy percaya ada penyakit yang datangnya dari roh jahat, di desa ini masyarakat menangkalnya dengan kapurug atau yang disebut dengan jimat penangkal dari Baduy yang sering digunakan. Dan setiap warga kampung Gajebo Baduy di sini hampir rata menggunakan kapurug ini.

Walau masyarakat Baduy luar masih percaya sama jimat, namun soal teknologi mereka juga sudah menguasai, salah satu contohnya adalah penggunaan HP. Dan HP ini jadi barang baru di kampung ini yang dikenalkan oleh para tamu yang berkunjung ke sini. Namun, dampak positifnya dari mereka yang punya HP jadi bisa baca dan sms. Karena aturan adat Baduy melarang mereka untuk sekolah.

Dari pantauan Direktori Wisata di lokasi, kegiatan masyarakat di sini berladang. Makanya kondisi desa kalau siang hari terlihat sepi, karena kaum prianya semua pada berkerja.

Namun bila malam hari tiba, kegiatan masyarakat di desa ini selalu kumpul-kumpul dengan tetangga. Kegiatan ini sering disebut dengan mereka “ngawangkong”.

Sebagai tamu di desa ini tentu kami harus beradaptasi dengan bahasa masyarakat setempat, karena bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa sunda buhun. Sedangkan kami agak suliit.

Tapi semua itu berjalan lancar karena salah satu rekan kami ada yang biasa dengan siatuasi seperti ini. Walau desa ini tidak ada listrik, suasana “ngawangkong” kami bersama masyarakat desa lebih asik dengan cahaya lilin-lilin yang ada . Bahkan suasana malam di desa seperti inilah yang membuat menjadi kangen.

Udara segar pagi hari yang dipenuhi kabut dan serpihan matahari yang tidak selalu mengingkari janjinya setiap pagi hadir di kawasan desa yang hening dan indah. Bertanda awal aktivitas kehidupan di desa ini pun telah dimulai dihari ini.

Di awal pagi hari, adat kaum perempuan di desa ini harus menyediakan makanan untuk para pria. Dalam dapur kecil sederhana yang terdapat di dalam rumah kita bisa menyaksikan bahwa masyarakatnya masih memasak dengan menggunakan tungku api yang berasal dari bara kayu.

Konon menurut kepercayaan orang Baduy dari para orangtua dan leluhurnya, api tidak boleh kena tanah langsung, takut karuhun murka karena alamnya tersakiti.

dapur Rumah SUku Baduy

Hidangan ikan asin dan nasi putih menjadi makanan favorit masyarakat desa di sini. Soalnya lauk ini lah yang bisa awet disimpan. Karena kampung ini letaknya jauh dari mana-mana, jadi juga harus pintar-pintar juga mereka untuk menyimpan persediaan makanan.

Desa Wisata Baduy Kanekes Lebak Banten

Prinsip hidup sederhana menjadi prinsip kuat bagi kehidupan orang Baduy, misalnya dalam penggunaan padi hasil panen. Orang di desa ini selalu menyimpan hasil panen padi di dalam lumbung padinya.

Rata-rata lumbung padi di tempat ini terdapat padi yang telah lama tersimpan, bahkan ada yang telah berumur puluhan tahun. Hal ini dikarenakan saking banyaknya padi yang dihasilkan waktu panen.

Cerita unik yang Direktori Wisata terima dari warga lokal setempat, padi dari lumbung padi tidak boleh dipakai sembarangan dan hanya bisa digunakan kalau ada acara khusus saja seperti adat kawinan atau acara adat Baduy lainnya.

Baca juga : Wisata Kampung Adat Sunda Cipta Gelar

Desa Kanakes Banten ini mendapat predikat sebagai desa wisata, hal ini dikarenakan masyarakat dan penduduknya hingga kini masih memegang teguh warisan leluhur hingga kini.

Namun, desa ini tetap menghasilkan sesuatu dari keadaan yang bisa  dinikmati oleh kita sebagai pengunjung desa ini.

Desa Wisata Baduy Karekes Lebak Banten

Di hari terakhir perjalanan kami di desa ini, kami pun diajak keliling desa oleh rekan kami untuk melihat hasil kerajinan masyarakatnya seperti pernak-pernik lucu yang bisa kita temukan di desa dari kain jarok, ikat kepala sampai dengan kerajinan tenun  tradisional masyarakat lokal suku Baduy yang bisa menjadi oleh-oleh buah tangan yang indah.

Baca juga : Liburan di Kampung Budaya Sindang Barang Bogor

Berbagai macam kerajinan yang dulunya menjadi identitas dari suku Baduy, kini bisa dimiliki oleh kita langsung, dan hebatnya dibuat langsung secara tradisional oleh para pengrajin masyarakat suku Baduy sendiri di desa ini.

Baca juga : Wisata Kampung Naga Garut di Lembah Perbukitan Garut Jawa Barat

Dua hari perjalanan dengan menyaksikan keragaman pesona Suku Baduy di Desa Wisata Kanekes Banten menjadikan pengalaman yang berharga dan mengasyikan.

Semua rasa lelah dan penat pun terbayar dengan beragam informasi yang unik tentang kearifan lokal masyarakat suku Baduy memberikan pembelajaran hidup sederhana dengan beragam makna budi pekerti luhur yang tetap lesatari di bumi Nusantara Indonesia.

Kunjungi Kawasan Wisata Alam Liar Taman Nasional Ujung Kulon

Bagi sahabat Direktori Wisata yang akan mengunjungi Kampung Baduy ini, kalian dapat mengikuti rute jalan akses yang terdapat di dalam peta. Silahkan berkordinasi dengan warga masyarakat lokal setempat sebagai pemandu wisata kalian mengunjungi desa wisata ini ya. Selamat liburan.[]

 
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
 
 

4 Comments

  1. Suku Baduy sangat kental ya mas adat istiadatnya dan lebih kerennya lagi mereka melestarikan hutan dan sangat melarang bagi yang mau merusak lahan mereka. Salut saya 🙂

    • Benar mas, banyak pmbelajaran akan prinsip hudip orang baduy yang bisa kita dpatkan di sini, walau terlihat aneh dan asing bagi kita, namun dibalik itu semua terdapat pembelajaran dan pengertian luas akan makna yang terkandung di dalamnya.

  2. Hebat atuh sekarang mah suku baduy sudah bisa telponan 🙂
    agama yang dianut oleh suku baduy itu apa kang? kok terasa lebih kuat jimat” dan leluhurnya dibandig sang pencipta.

Comments are closed.

This div height required for enabling the sticky sidebar
 
Translate »
Ad Clicks :Ad Views :