Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2022 | All Right Reserved

Home / Tana Toraja / Pango-Pango, Negeri Atas Awan di Tana Toraja

Pango-Pango, Negeri Atas Awan di Tana Toraja

/

Directory Rekreasi – Pango-Pango sebenarnya yakni daratan tinggi yang belum tersentuh. Warga di tempat mengatakan “negeri di atas awan”. Secara singkat, Pango-Pango yakni rimba yang berada di pucuk bukit sebagai lokasi yang prima untuk rileksasi dan hilangkan depresi karena situasi alam yang cantik.

Pango-Pango, Negeri Atas Awan di Tana Toraja

Pango-Pango sediakan panorama yang cantik dari ketinggian 1700 MDPL. Untuk capai pucuk Pango-Pango pengunjung harus melalui jalan yang berkelok mengular dengan tanjakan yang cukup terjal.

Dahulu, tentara Jepang menggunakan lokasi ini untuk mengawasi gerakan lawan. Mereka memandang Pango-Pango sebagai lokasi yang vital untuk lakukan pengawasan argumennya terletak yang tertinggi. Ini hari, Pango-Pango jadi teritori rekreasi yang direferensikan di Kabupaten Tana Toraja.

Pada tempat bukit tertentu, pengunjung dapat mendapati gazebo dan beberapa tempat duduk. Dari sana, pengunjung dapat melihat panorama alam yang cantik dan nikmati udara segar sekalian santai.

Untuk pengalaman terbaik, lebih bagus bawa teropong. , penting diingat menggunakan baju yang tebal dan jaket karena atmosfernya dapat benar-benar cuek, khususnya pada pagi hari.

Dari pucuk bukit, pengunjung dapat menyaksikan Kota Makale.

Baca juga : Buntu Sopai, Liburan Negeri Atas Awan yang Mengagumkan di Toraja Utara

Panorama kota memang istimewa. Selainnya rekreasi, pengunjung sanggup nikmati sunset yang mengagumkan. Karenanya, yakinkan untuk tiba di saat yang akurat. Umumnya mendekati senja.

Lokasi Pango-Pango Tana Toraja

Pango-Pango Toraja, secara administratif berada di di Kelurahan Pasang, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Lokasi Pango-Pango Tana Toraja

Lokais ini jiak dihitung dari kota Makasar, memakan waktu nyaris 8 jam dan jarak sekitaran 300 km jika memakai kendaraan individu.

Jalur Ke arah Pango-Pango

Jalan ke Pango Pango ialah pertama ke arah Kabupaten Tana Toraja, seharusnya menggunakan transportasi pesawat Trans Nusa dari kota Makasar, sebab bisa dilakukan bisa lebih cepat dibanding jalan darat, kurang lebih beda nya sekitaran 6 jam.

Baca juga : To’ Tombi, Spot Camping Hebat dengan Pemandangan Alam yang Memikat di Toraja

Sesampainya di lokasi rekreasi, karena itu harus ambil jalan Kutub Baru ke Makasar. Memakai mobil carter atau kendaraan terbatas paling dianjurkan.

Jam Membuka Pango-Pango di Tana Toraja

Sampai sekarang ini, tidak ada jam operasional tentu dari pango-pango . Maka secara tehnis dapat dipandang lokasi ini buak 24 jam satu hari, dan 7 hari seminggu.

Ticket Pango-Pango Tana Toraja

Pungutan uang ongkos ticket di Pango-Pango ini termasuk murah. Tiap pengunjung cuma diharuskan bayar ticket masuk sejumlah Rp. 10.000.

Jika pengunjung ingin bawa barang hasil petik di kebun, diharuskan bayar sama sesuai harga yang sudah ditetapkan oleh faksi pengurus rekreasi.

Sarana Pango-Pango

Sarana dasar untuk pengunjung berbentuk toilet juga disiapkan pengurus.

Baca juga : Liburan Suaya, Situs Histori Penguburan Raja Sangalla di Toraja

Pada bagian tertentu dari bukit, pengunjung sanggup mendapati fasilitas istirahat berbentuk gazebo. Dari lokasi tersebut partner sanggup melihat pemandangan alam cantik dan nikmati embusan angin semilir sambil istirahat.

Daya Ambil Pango-Pango di Tana Toraja

1.Negeri Atas Awan

Peyebab terkenalnya Pango-Pango, ialah lokasi ini menyungguhkan panorama alam yang menarik.

Daya Ambil Pango-Pango di Tana Toraja

Pango-Pango ini ada gumpalan awan yang tidak kalah cantiknya. Bentangan awan yang menyelimutinya kota Makale pada pagi hari membuat siapa yang menyaksikannya seolah terhipnotis.

Apa lagi, saat sinaran mentari ada dengan gagah dari balik gunung membuat tujuan rekreasi ini kelihatan semakin anggun.

Titik di mana pengunjung dapat nikmati gumpalan awan atau yang umum dikenali dengan negeri di atas awan ini di melengkapi dengan gozebo dan spot photo yang demikian istagenic.

Baca juga : 17 Tempat Liburan di Indonesia yang Termasyhur serta Terkenal

Pengunjung dapat nikmati panorama sembaring berpose selfie di spot photo ini

2.Agro wisata

Selainnya gumpalan awan yang demikian istagramable, teman dekat bisa juga mengekslor keelokan berbentuk deretan pohon pinus yang berada di teritori Agrowisata Pango-Pango Toraja.

Agro Wisata Pango-Pango

Jejeran pohon pinus ini telah dikelolah yang rapi, dan di melengkapi pada jalan setapak dan gazebo sebagai tempat beristirahat.

Pengunjung sanggup menelusuri ke salah satunya perkebuan legendaris di Tanah Toraja ialah kebun Kopi Toraja.

Ada perkebunan sayur-sayuran, jagung, enau, tamarillo dan lain-lain, yang tumbuh dengan subur.

Di Pango-Pango, selainnya berekreasi, pengunjung bisa berguru wawasan bagaiman langkah menanam kopi ciri khas Toraja yang go-international.

Selian kopi, pengunjung sanggup cari tahu ihwal pohon enau, buah coklat, tamarillo dan sebagainya.

Di agrowisata ini, di melengkapi dengan wilayah berbentuk gazebo yang menyebar di semua segi teritori rekreasi.

Ini dilakukan demi menganakemaskan beberapa pelancong, dan sebagai tempat beristirahat beberapa pelancong jika terlalu lelah menelusuri.

3.Sunrise dan Sunset

Lokasi ini seharusnya dikunjungi apda pagi hari. Ini karena gumpalan awan di Pango-Pango pada pukul 05.00 sampai 09.00 pagi akan tercipta secara prima dengan sinaran sunrise yang demikian memesona.

Dan di periode sore hari jam 16.00 sampai 17.30 pengunjung akan disungguhi panorama berbentuk sunset yang demikian menarik.

Pada soreh mendekati malam teman dekat akan di sungguhi panorama berbentuk sunset dengan macam warna kuning bersatu merah.

Baca juga : Objek Wisata Heritage dan Budaya di Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Pasti ini benar-benar romantis, apa lagi di tonton bersama pasangan. Sesudah melihat sunset, pada malam hari rekan sanggup menyasikan panorama berbentuk kerdap-kerdip lampu Kota Makale.

4.Aktivitas Out Bound

Selainnya keelokan alam, pengurus Pango-Pango membuat sarana kegiatan out bound. Satu diantaranya adalah Ayunan. Pengunjung dapat mencicip kesan mendebarkan zaman berayun-ayun di atas ketinggian.

Aktivitas Out Bound Pango-Pango

Ayunan tidak biasa ini dihubungkan pada dua pohon pinus yang membubung tinggi. Cukup khawatir sich, tetapi ukuran ketinggian ayunannya masih logis, jadi tidak perlu takut jatuh.

Ada pula flaying Fox, yang mempunyai panjang pelintasan tali sekitaran 120-150 mtr.. Pengunjung sanggup melaju dan capai titik finis dalam waktu sekitaran 20 detik.

Cukup mengetes adrenalin, tetapi tidak perlu cemas karena sarana ini ditanggung aman. Tentunya benar-benar hebat dan membahagiakan jika dicoba.

Ada pula sarana Rumah hobbits, yang dengan bahasa toraja yaitu kalongdai. Sekarang ini, ada tujuh unit rumah memiliki optimal 4 orang di lokasi itu.

Baca juga : Goa Londa:: Tempat Wisata Makam di Tana Toraja

Ukuran 2×3 mtr. dan tinggi 1,5 mtr.. Di rumah hobbits rang dewasa tidak dapat berdiri. Tetapi bila ingin tidur dapat, karena lebar dua mtr. dan disebelahnya diperlengkapi kamar mandi.

Panduan Berkunjung Pango-Pango Tana Toraja

Bila ingin sekadar bertandang, pengunjung sanggup datang kapan pun, argumennya ialah tujuan rekreasi ini membuka 24 jam.

Namun, waktu paling cocok untuk berkunjung tujuan rekreasi ini yakni di tren kemarau.

Disamping itu, pada apresiasi kemarau, terusan ke arah pucuk Pango-Pango tidak licin dan benar-benar dekat

Object Rekreasi Dekat Pango-Pango di Tana Toraja

Dengar toraja, tentu individu terpikir apda adat pemakamannya yang unik. Salah satunya pusara unik yang mudah dijangkau ialah Pusara Gua Lemo. Ada macam patung kayu yang menghias bukit pusara.

Object Rekreasi Dekat Pango-Pango di Tana Toraja

Untuk budbahasa di tempat, patung yang dibikin harus seperti orang yang telah wafat dan jasadnya disemayamkan ke kerikil. Tiap keluarga memiliki tempatnya sendiri dalam bukit, begitu halnya pengaturan patung kayu.

Rekreasi Iconik toraja yang lain yaitu Patung Yesus Buntet Burake dan melalui jembatan beling paling panjang di Indonesia. Pada intinya wilayah ini sebagai tempat wisata rohani untuk penganut agama Kristiani.

Namun siapa saja sanggup nikmati panorama alam yang fantastis dari jembatan beling. Dibuatnya patung ini menduplikasi style patung yang berada di Rio De Janeiro, Christ the Redeemer.

Tersebut sedikit cerita masalah tempat wisata Pango-Pango di Tanah Toraja. Ini tentu saja masih sejumlah kecil saja atas sesuatu yang dapat diketemukan oleh pengunjung bila kita tiba langsung bertandang ke lokasi ini. Salam rekreasi.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :