Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Indonesia / Nyongkolan, Prosesi Perkawinan Suku Sasak di Lombok Nusa Tenggara Barat

Nyongkolan, Prosesi Perkawinan Suku Sasak di Lombok Nusa Tenggara Barat

Ini Dia Nyongkolan Prosesi Perkawinan Budaya Lokal Suku Sasak di Lombok

Direktori Wisata – Nyongkolan adalah sebuah kegiatan prosesi pernikahan adat yang menyertai rangkaian acara pada suku sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Mengunjungi sebuah daerah di Indonesia, kurang lengkap rasanya jika kita tidak mengenal tradisi budaya masyarakat lokalnya. Karena negeri khatulistiwa ini memiliki beragam warna budaya yang unik dan menarik yang menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke daerahnya.

Nyongkolan, Prosesi Perkawinan Suku Sasak di Lombok Nusa Tenggara Barat
Nyongkolan Lombok Nusa Tenggara Barat

Salah satu pesta pernikahan adat yang Direktori Wisata temui saat berkunjung ke Mataram Lombok adalah Nyongkolan yang di iringi dengan iringan musik tradisional dengan menggunakan Gendang Beleq.

Dari informasi yang Direktori Wisata dapatkan dari teman-teman warga lokal di Lombok, Nyongkolan pada masyarakat suku Sasak Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi acara budaya yang seringkali dilakukan pasangan yang menikah sebagai rangkaian acara penutupan usai melaksanakan acara (pesta pernikahan) dilaksanakan.

Lanjut,
Nyongkolan sendiri merupakan acara mengantar pasangan pengantin untuk bejango (silaturahmi) secara beramai – ramai, melibatkan remaja, anak muda hingga orang tua dari rumah pengantin laki – laki menuju mempelai perempuan diiringi musik tradisional gendang beleq.

Dalam pelaksanaannya,
Karena faktor jarak, maka prosesi iringan pengantin ini tidak dilakukan secara harfiah, tetapi biasanya rombongan mulai berjalan dari jarak 1-0,5 km dari rumah mempelai wanita.

Hal ini kami temukan di lokasi saat rombongan mempelai pria datang dengan menggunakan kendaraan bermotor ke lokasi di sekitar tempat daerah rumah mempelai perempuan. Lumayan juga sih bila harus jalan dari rumah mempelai lelaki yang jaraknya sekitar 7 km. he,, he,, he,

Lanjut informasi,
Nyongkolan sendiri merupakan acara mengantar pasangan pengantin untuk bejango (silaturahmi) secara beramai – ramai, melibatkan remaja, anak muda hingga orang tua dari rumah pengantin laki – laki menuju mempelai perempuan diiringi musik tradisional gendang beleq.

Dalam acara nyongkolan,
Pasangan pengantin dirias sedemikian rupa menggunakan pakaian adat khas suku Sasak Lombok.

Demikian juga warga yang mendampingi memakai pakaian adat berupa kebaya lambung dan payasan. Ini bagi perempuan dan sapu, leang, serta bebet bagi laki – laki.

Sementara dari keluarga pihak mempelai perempuan,
Salah satu tradisi yang biasa dilakukan dalam setiap acara nyongkolan adalah tradisi ngaluq (menyambut) pasangan pengantin dan warga pengantar dari desa mempelai laki-laki yang pergi menikah.

Sedangkan “Ngaluq” sendiri merupakan tradisi menyambut pengantin dari keluarga pihak perempuan menggunakan pakaian adat juga, sebagai bentuk suka cita atas pernikahan mempelai perempuan dengan pasangannya.

Baca juga : Kuta Mandalika Lombok, Pesona Pantai Cantik Legenda Putri Mandalika

Dalam tradisi ngaluq, rombongan muda mudi yang ditugaskan keluarga mempelai perempuan biasa membawa aneka makanan, buah hingga minuman segar untuk disuguhkan kepada pasangan pengantin dan warga pengantar.

Baca juga : Tempat Pengrajin Mutiara Oleh-Oleh Khas Lombok

Adapun kegiatan Prosesi Penikahan Adat Suku Sasak Lombok “Nyongkolan” dapat sahabat Direktori Wisata ikuti dalam tayangan video di bawah ini.

Bila kalian melakukan perjalanan liburan ke Lombok, kalian bisa menyaksikan tradisi acara Nyongkolan Prosesi Pernikahan Adat Suku Sasak Lombok ini pada saat di akhir pekan. Karena pada saat waktu tersebut banyak masyarakat lokal yang mengadakan pesata pernikahan di sana. Selamat liburan.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks :Ad Views :