Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Indonesia / Sumatera / Museum Batak Balige: Kearifan Lokal Masyarakat Suku Batak

Museum Batak Balige: Kearifan Lokal Masyarakat Suku Batak

museum-batak-balige
Museum Batak Balige: Kearifan Lokal Masyarakat Suku Batak

Museum Batak berdiri di kompleks TB Silalahi Center, berlokasi di Jalan Soposurung, berjarak sekitar 1,5 kilometer dari pusat kota Balige. Museum yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2011, dengan penataan koleksi yang rapi dan teratur.

Mengunjungi Museum Batak kita dapat menngenal dan melihat dunia suku Batak lebih dalam. Masayrakat suku Batak merupakan etnis yang kompleks dan tidak tunggal. Terlepas dari pro dan kontra, suku Batak terdapat 6 etnis yang secara umum diketagorikan sebagai Batak, yakni Toba, Karo, Simalungun, Angkola, Fakfak, Mandaling. Masing-masing dengan ciri khas tertentu.

Di Museum Batak Balige, kitad dapat melihat semuanya dengan berbagai identitas keetnisan mereka seperti silsilah marga, rumah adat, pakaian adat, pakaian pengantin, alat rumah tangga, alat berburu, dan juga meramu, yang paling menarik dan dapat menambah pengethaun kita adalah kita dapat menemukan narasi mengenai sejarah dan penyebaran masing-masing etnis di wilayah Sumatera Utara dan masih banyak lagi informasi atau pun benda-benda koleksi yang bisa kita dapatkan di Museum Batak Balige.

Di daerah sekitaran Museum Batak Balige, kita dapat menemukan replika Huta Batak, yaitu sebuah kampung tradisional asli Batak yang mana rumah-rumah adaynya saling berhadapan. Rumah ini bukan dibangun baru, melainkan dipindahkan dari tempat aslanya. Bahkan patung Si Gale-Gale pun ada di situ. Ada pula patung raksasa Si Raja Batak yang berdiri tegak dengan tongkat di tangan kanannya dan piso raja dompak yang terselip di pinggang. Ulos tersampir di pundak.

Kunjungi juga : Museum Huta Bolon Simanindo

Pemandangan kehidupan masyarakat suku Batak masa lalu sebagai masyarakat agraris, juga tredapat diorama petani yang sedang duduk di atas kerbau yang sedang membajak sawah, semua bisa kita temuakn di dalam area Museum Batak Balige.

Paduan harmonisasi Tanah Batak yang merupakan sawah yang menghijau dan berundak-undak tepat di ujung sawah tersebut, di pinggir danau berdiri sebuah gereja dengan tiga menaranya yang dilatarai dengan perbukitan Pulau Samosir yang terselimut kabut tipis sebagai pelengkap eksotisem keindahan alam di area Museum Batak Balige.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :