Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Heritage / Menelisik Wisata Heritage Benteng Pendem Van De Bosch di Ngawi, Jawa Timur

Menelisik Wisata Heritage Benteng Pendem Van De Bosch di Ngawi, Jawa Timur

/
/

Direktori Wisata – Sisa jejak rekam sejarah catatan kelam jaman kolonial Belanda di Benteng Van De Bosh Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Benteng Va De Bosch Ngawi Jawa Timur

Mengunjungi kawasan Kabupaten Ngawi memberikan pengalaman tersendiri bagi kita yang mencari detinasi wisata unik dan menarik dengan suasana yang berbeda.

Disamping dikenal memiliki tempat wisata alam yang indah, kawasan ini juga menyuguhkan destinasi wisata heritage yang unik dan menarik,

Bangunan dengan latar belakang catatan sejarah perjuangan bangsa Indonesia di masa kelamnya merebut kemerdekaan dari penjajah. Kini menjadi salah satu tempat para wisatawan berburu foto yang unik dan menarik di sana.

Bagi sahabat Direktori Wisata yang akan merasakan sensasi liburan di kawasan Ngawai, kalian dapat hadir di salah satu lokasi yaitu Benteng Pendem Van De Bosch yang berlokasi di Desa Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Konon informasi yang Direktori Wisata Indonesia terima dari pemandu wisata lokal, dulunya benteng ini merupakan markas militer dan juga benteng pertahanan pemerintah Hindia Belanda. Benteng Van De Bosh ini dibangun pada tahun 1839 sampai dengan 1845.

Sedangkan nama Benteng Van De Bosch diambil dari pemimpin markas yang menempati tempat ini, yaitu Johannes Van De Bosch. Menurut informasinya, pada waktu itu di lokasi benteng ini terdapat 250 orang yang menjadi pasukan Belanda lengkap dengan persenjataannya seperti pistol, meriam, dan sebagainya.

Melihat dan memperhatikan lokasi sekitar area Benteng Van De Bosh, terlitas dalam pikiran kami, “Kenapa bangunan benteng ini dikatakan dengan benteng pendem ya ?”

Belum hilang rasa penasaran dalam benak pikiran kami, rekan pemandu wisata kamipun memberikan penjelasan kenapa bangunan benteng ini dikatakan benteng pendem.

Informasi dari penjelasannya sebagai berikut……
Disebut benteng pendem, pendem dalam bahasa Jawa adalah yang tertanam di dalam tanah. Hal tersebutlah yang mendasari asal usul pemberian nama bangunan benteng menjadi Benteng Pendem Ngawi.

Memang benar sih dulunya lokasi ini tidak terlihat sama sekali karena merupakan tempat persembunyian bawah tanah.

Memasuki kawasan objek wisata benteng Van De Bosh Ngawi, kita akan banyak menemukan ruangan. Konon informasi yang Direktori Wisata Indonesia terima di lokasi, ruangan-ruangan yang terdapat di Benteng Pendem ini dulunya merupakan ruangan yang digunakan sebagai ruang pimpinan, ruang penyimpanan senjata, ruang khusus pasukan, dan masih banyak lagi untuk pemanfaatan lainnya.

Menurut informasi selanjutnya dalam catatan sejarah,
Konon dulunya perlawanan yang dilakukan oleh pemerintah Belanda ini adalah perlawanan terhadap salah satu pahlawan nasional Indonesia yaitu Pangeran Diponegoro.

Selain di daerah Kabupaten Magelang, Pangeran Diponegoro ini melakukan peperangan melawan Belanda di sekitar Kabupaten Ngawi.

Dan salah seorang anak buah Pangeran Diponegoro yang wafat dan dimakamkan di tempat ini adalah K.H Muhammad Nursalim.

Konon beliau dikenal sebagai salah seorang ulama kepercayaan yang memiliki kesaktian tidak mempan terhadap senjata-senjata modern, seperti peluru, pisau, dan senjata sejenis.

Menurut kisah selanjutnya……
Karena kesaktiannya yang dimiliki oleh K.H Muhamad Nursalim tersebut, pasukan dan bala tentara Belanda kesulitan dalam mengalahkannya. Dan pada akhirnya beliau ditangkap dan dipenjarakan di dalam benteng yang kemudian dikubur hidup-hidup.

Lanjut informasi dilokasi…..
Makam inilah yang membuat kesan tempat wisata Ngawi di Benteng Pendem Van DeBosch inilah yang membuat kesan menyeramkan bagi masyarakat setmpat.

Walau terbesit pertanyaan dalam hati kami, “Masa sih makam seorang ulama sekelas K.H menjadi angker dan menyeramkan ?”

Terlepas cerita itu benar atau tidak, perjalanan pun kami lanjutkan. Pada sisi lain area Benteng Pendam Van De Bosch yang terdapat sumur tua.

Konon informasi yang Direktori Wisata terima di lokasi, sumur tua tersebut dulunya menjadi tempat pembuangan mayat-mayat rakyat yang menjadi pekerja rodi pada pemerintahan Belanda dalam membangun benteng yang sekarang ini menjadi salah satu destinasi wisata heritage di Ngawi yang mulai ramai dikunjungi para pecinta dunia jalan-jalan.

Baca juga : 13 Destinasi Wisata Pacitan Yang Lagi Trend di Jawa Timur

Selain mendapatkan informasi tentang sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indoensia dari penjajah. Objek wisata Ngawi Benteng Va De Bosh ini menjadi destinasi menarik bagi para pecinta dunia fotografi.

Karena di lokasi area benteng kita akan banyak menemukan pemandangan unik dan klasik yang bisa dihasilkan dari setiap hasil jepretan kreatifitasnya.

Baca juga : Wisata Edukasi Heritage di Museum Trinil Ngawi

Benteng Pendem Van De Bosch Ngawi ini dapat dicapai dengan mudah karena jalan yang bagus dan dapat dilalui oleh semua kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil.

Namun, kami menyerankan kepada sahabat Direktori Wisata Indonesia lebih baik menggunakan kendaraan pribadi dari pada angkutan umum, karena belum ada alat transportasi umum yang bisa kita tumpangi hingga sampai di lokasi Benteng Pendem di Kabupaten Ngawi ini.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
error: Content is protected !! Sorry bro, dilarang copy paste..
Ad Clicks :Ad Views :