Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Indonesia / Sulawesi / Wakatobi / Menelisik Pesona Wisata Wakatobi Nan Eksotis

Menelisik Pesona Wisata Wakatobi Nan Eksotis

/
/

Jelajah Wisata Wakatobi di Sulawesi Tenggara

Direktori Wisata – Wisata di kepulauan Wakatobi nan Eksotis dengan kerafian masyarakat Suku Bajo.

Indonesia yang dikenal dengan negeri kepulauan sebagian besar wilayahnya terdiri dari perairan dan memiliki keindahan alam serta kearifan lokal masyarkatnya yang luar biasa,

Dimana wakatobi itu sendiri merupakan sebuah nama dari pengabungan kepulauan yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara, seperti Pulau Wangi-Wangi, Pulau Kaledupa, Pulau Tomia dan Pulau Binoko. Ke 4 pulau tersebut bila digabungkan menjadi sebuah nama WAKATOBI yang merupakan kepulauan bahari yang memiliki keindahan trumbu karang yang terbaik di dunia,

Dengan luas 1,39 juta hektar 93% perairan wakatobi berupa laut yang di kelilingi pantai dari pulau-pulau karang sepanjang 600 km. Dengan trumbu karang laut dan ikan yang indah di dalamnya tidaklah heran bila perairan wakatobi ini dikenal dengan destinasi wisata bahari utama di indonesia.

wisata-wakatobi

Perjalanan jelajah wisata Wakatobi yang akan dilakukan Direktori Wisata bersama rekan-rekan berawal dari Pulau paling depan yaitu Pulau Wangi-Wangi. Kehadiran kami di Pulau ini disambut dengan susana udara yang cerah dan menginap di salah satu penginapan yang terdapat di pulau ini.

Pagi hari perjalanan wisata wakatobi kami pun kami lanjutkan untuk mengikuti agenda perjalanan yang telah kami susun untuk menuju ke salah satu destinasi wakatobi yang akan kami singgahi. Dari pulau ini kami akan menuju spot yang bisa melihat lumba-lumba yang jaraknya sekitar +/- 30 menit dari Pulau Wangi-Wangi dengan menggunakan perahu tradisional nelayan.

Konon informasi yang Direktori Wisata dapatkan dari pemandu wisata lokal, Pulau Wangi-Wangi atau yang sering disebut dengan wanci ini terkenal dengan kehadiran lumba-lumbanya yang muncul saat pagi di perairan Kapota. Biasanya lumba-lumba tersebut kumpul di area tertentu dari pukul 06.00 – 08.00 pagi. itu pun tergantung faktor keberuntungan kita juga, bisa bertemu lumba-lumba di spot tersebut.

Lumba-Lumba Wakatobi

Bagi kita para pecinta dunia photography spot yang satu ini akan menjadi tempat yang menaik untuk hunting foto lumba-lumba. namun kita tidak boleh menyampingkan faktor keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan lainnya yang ikut dalam rombongan, dan hal yang penting kita harus mengetahui cara nyaman saat hunting seperti travel photography.

Warna air laut yang gelap,dan gerakan mereka yang seiring irama gelombang air laut yang membuat mata kami dan rekan-rekan yang lainnya harus jeli mebidik dan menangkap aksi pertunjukan lumba-lumba yang sedang mempertontonkan dirinya di alam bebas.

Konon informasi yang kami dapatkan dari nelayan yang menghantarkan kami menuju ke spot lokasi ini para burung yang ada di tengah laut bisa menjadi arah petunjuk lumba-lumba tersebut ada di aera sekitaran mereka.

Sedangkan menurut nelayanan setempat yang menjadi kepercayaan mereka dimana lumba-lumba yang terlihat di spot ini juga menandakan ikan-ikan cakalang dan ikan tuna yang ada di bawah laut juga ikut muncul.

Dan ini dapat menjadi sebuah tanda bagi para nelyanan untuk menangkap ikan cakalang dan tuna di pagi hari dengan menandai kemunculan lumba-lumba tersebut di perairan ini.

Jadi janganlah heran bila sahabat Direktori Wisata melihat pemandangan di perairan ini saat pagi hari kapal-kapal nelayan arah pergerakannya sama dengan arah pergerakan lumba-umba yang sedang berenang di laut ini.

Konon, salah satu spot cantik tempat wisata wakatobi di perairan ini menjadi salah satu daya tarik destinasi wisata Wakatobi yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang ke Pulau Wangi-Wangi.

Peona Wisata Wakatobi

Pesona pemandangan langka seperti ini tidaklah mudah kita temukan di tempat wisata lainnya, disetiap waktu serta di setiap kesempatan. Dan hal ini menjadi salah satu catatan perjalanan wisata Direktori Wisata bersama rekan-rekan untuk menelisik pesona wisata wakatobi yang ada di Pulau Wangi-Wangi.

Setelah puas bermain di perairan Pulau Wangi-Wangi kami pun  menuju ke lokasi destinasi wisata wakatobi berikutnya yaitu dengan mengunjungi Desa Mola yang menjadi tempat tinggal dari masyarakat Suku Bajo yang dikenal dengan masyrakatnya hidup di atas perairan laut.

Sesampainya kami di Desa Mola yang menjadi sebuah perkampungan Suku Bajo yang berada di Wakatobi. Diamana di perkampungan ini kita dapat menyaksikan masyarakat Suku Bajo yang dikenal sebagai manusai laut hidup berdampingan dengan alam.

Dimana kita dapat melihat manusia dan alam hidup dan membentuk sebuah keserasian Maha Karya Tuhan Yang Maha Esa.

Perkampungan Bajo Desa Mola

Di perkampungan ini kita dapat melhat bahwa manusia merupakan simbol keberlangsungan dan keharmonisan kehidupan alam raya yang indah. Dan merekalah masyarakat Suku Bajo Mola tinggal, di sinilah mereka selalu menjaga ikrar mereka dengan menjadikan dirinya selalu menjadi sahabat alam yang untuk selalu memilih laut diantara luasnya daratan sebagai tempat penghidupan.

Perkampungan SUku Bajo

Konon informasi yang Direktori Wisata dapatkan, Suku Bajo yang terdapat di Desa Mola Pulau Wangi-Wangi  iini merupakan dari perpindahan Suku Bajo yang berada di Pulau Kaladupa Wakatobi.

Di perkampungan Suku Bajo Mola kita dapat melihat dari dekat kehidupan mereka di lingkungan baru mereka walau di sebagian kecil sudah terdapat rumah bangunan modern yang berdiri tegak, namun rumah panggung tradisional dari Suku Bajo sendiri masih tetap ada di daerah pesisir pantai dan kanal-kanal atau sungai kecil yang mengalir dengan air yang jernih di bawahnya.

Di perkampungan suku Bajo Mola ini Direktori Wisata menemukan beberapa pengrajin topi khas nelayan suku bajo yanng disebut langgara. Topi yang terbuat dari daun nipa dengan jahitan yang mengggunakan lidi yang juga berasal dari tanaman nipa.

Sore hari pun tiba dan di perkampungan Suku Bajo Mola pun aktifitas masyarkat di sini melakukan sebuah kegiatan penjeputan ikan yang di bawa oleh Palele yang telah menjadi tradisi di desa ini.

Konon ikan-ikan hasil tenagkapan tersebut akan dijual di Pasar Wanci Pulau Wangi-Wangi Wakatobi. Kegiatan aktifitas masyarakat Suku Bajo yang merupakan bentuk kegiatan dari adaptasi mereka dengan masyarakat sekitarnya.

Mengisi liburan di Wakatobi akan membuat kita bisa melihat keindahan dan kerifan lokal yang tidak bisa pernah kita dapatkan di lokasi lainnya, dan ini merupakan salah satu catatan perjalanan jelajah wisata Indonesia yang pernah kami lakukan bersama rekan-rekan saat ke Wakatobi. Semoga bermanfaat.Selamat liburan,[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest

4 Comments

  1. Wakatobi emang indah pemandangan bawah lautnya, kang. Kita dapat melihat terumbu karang berbagai warga dan jenis 😀

    • Indra Kusuma Sejati berkata:

      Betul kang indah banget tempat wisata Wakatobi ini, apalgi kita bisa kenal lebih dekat masyarakt dan kearifan lokal masyarakatnya yang di kenal dengan si petarung launtnya yaitu masyarakat dari Suku Bajo. 😀

  2. Wah, ada lumba-lumbanya juga ya mas, pasti lumba-lumba di sana sengaja dilestarikan dan sekaligus dijadikan destinasi wisata kan mas?

    • Indra Kusuma Sejati berkata:

      betul, betul, betul kang.

Comments are closed.

This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
error: Content is protected !! Sorry bro, dilarang copy paste..
Ad Clicks :Ad Views :