Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2022 | All Right Reserved

Home / Jawa Timur / Memburu Embun Beku di Lautan Pasir Gunung Bromo

Memburu Embun Beku di Lautan Pasir Gunung Bromo

/

Directory Rekreasi – Hambaran pasir menghampar luas, tapak jejak roda mobil dan sepeda motor menjejaki teritori lautan pasir. Roda kendaraan melindas, memadatkan pasir sampai membuat lajur ke arah Gunung Bromo.

Memburu Embun Beku di Lautan Pasir Gunung Bromo

Inilah lajur lautan pasir, sisi dari Kaldera Tengger di teritori Taman Nasional Bromo Tengger Semeru selebar 6.290 hektar. Beberapa ribu mobil jip dan sepeda motor lewat mulai pagi buta. Kendaaraan lalu-lalang, mengusung pelancong untuk berekreasi.

Beberapa kendaraan stop, mereka memarkir jip berjajar. Berderet seakan membuat barisan. Beberapa pelancong turun, untuk berswafoto atau sekedar menyaksikan lanscape lautan pasir di teritori tropis.

Beberapa masyarakat suku Tengger menawarkan minuman panas, kopi, teh atau jeruk. Minuman panas pas untuk menyingkirkan udara dingin, walau lautan pasir udara dingin menyerang tulang.

“Temperatur pada siang hari sekitaran 5 derajat celcius, malam dan pagi dapat di bawah itu,” kata kepala sub sisi data penilaian dan humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), Sarif Hidayat. Beberapa pengunjung kenakan jaket tebal, bersepatu, beberapa kenakan tutup kepala dan sarung tangan.

Ada di lautan pasir, tetapi temperatur udara dingin menyerang tulang. Jadi heboh tertentu. Bahkan juga udara dingin mengakibatkan embun membeku, dedaunan dan rumput melekat “bunga es”yang tercipta dari temperatur udara berlebihan.

Embun membeku terbentang luas di teritori lautan pasir. Persisnya ada di segi timur, cahaya matahari tertutup jejeran bukit yang menghampar dari utara ke arah selatan. Hingga embun membeku semakin lama. Sekitaran jam 07.30 WIB, masih terbentang “salju” di atas lautan pasir. Terbentang putih, tipis menyelimutinya lautan pasir.

Sayang beberapa pelancong tidak mengetahui kedatangan embun membeku yang cuma selemparan batu. Mereka asyik mencengkerama dan nikmati panorama alam di teritori lautan pasir. “Tidak tahu, saya datang jam 8.30 di lautan pasir. Sudah tidak mendapati embun membeku,” kata pelancong asal Mojokerto, Ridho Saiful.

Dia tiba kelompok dengan keluarga. Saiful sudah seringkali berekreasi di teritori gunung aktif Gunung Bromo. Mereka menumpang mobil jip lewat Tosari, Kabupaten Pasuruan. Sekitaran jam 04.00 WIB, kelompok datang di teritori penanjakan untuk menyaksikan matahari keluar.

Baca juga : Desa Wisata Suku Osing Kemiren di Banyuwangi, Jawa Timur

“Dingin, kata masyarakat di tempat jam 13.00 sampai jam 5 pagi temperatur sampai 30C,” katanya. Untuk nikmati peristiwa matahari keluar, mereka ikhlas harus berbaris beberapa jam. Mahfum musim liburan sekolah, jumlah pengunjung naik berarti.

Mengisap Pelancong

Peristiwa embun membeku terjadi semenjak 18 Juni menyebar disekitaran Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Dan di lereng Gunung Semeru mulai di Ranupani, Ranukumbolo dan Ranuregulo. Dan embun beku di teritori Bromo mencakup lautan Pasir, padang sabana dan Cemoro Lawang, Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo dan teritori penanjakan di Kabupaten Pasuruan.

Embun Beku Gunung Bromo

Sarif Hidayat merekomendasikan pelancong untuk mempersiapkan baju hangat bila bertandang ke Gunung Bromo atau mendaki Gunung Semeru. Seperti kenakan jaket dan kaos tangan, dan masyarakat di tempat berselimut sarung untuk menghindar temperatur dingin di Bromo.

Peristiwa bunga es jadi daya magnet tertentu untuk pelancong ke Gunung Bromo. Bunga es terjadi saat malam dan pagi hari karena temperatur dingin di teritori dengan ketinggian 2.329 mtr. di permukaan laut (mdpl). Dedaunan, dan rumput berselimut bunga es semenjak pagi hari.

Ingin tahu dengan peristiwa bunga es, jumlah pengunjung naik sekitaran 30 %. Dari rerata pengunjung harian dari Cemoro Lawang 40-60 pelancong luar negeri dan 1.000 pelancong nusantara.

Data pengunjung Bromo dan Semeru pada Mei 2019 sekitar 53.868 pelancong, terbagi dalam 52.120 pelancong nusantara dan 1.748 pelancong luar negeri. Dan sejauh Juni sekitar 83 ribu, pelancong nusantara 82 ribu dan 1.100 pelancong luar negeri.

“Pengunjung bertambah karena bertepatan dengan musim liburan sekolah,” ucapnya.

Beberapa pelancong menyengaja memburu peristiwa frost sesudah tersebar luas di sosial media. Pelancong tiba dari Jakarta dan Surabaya. Embun beku atau frost sebagai momen sangat jarang sekalian eksotis. Hingga beberapa mendokumentasikan berbentuk video dan foto, beberapa berswafoto.

Pedagang bunga edelweis di padang sabana Nursiadi alias Putra menerangkan embun beku ada semenjak subuh. Embun beku tipis, dengan tebal 1/2 cm.. Embun membeku tutup padang sabana, rumput-rumputan hijau.

“Salju” terbentang luas.

Embun beku cari sesudah terkena cahaya matahari semenjak jam 08.00 WIB. Dikit demi sedikit embun beku menetes, sesudah ada cahaya matahari.

Baca juga : Wisata Sejarah Alam Cagar Budaya Rambut Monte di Blitar, Jawa Timur

“Saat subuh, embun beku kelihatan bentangan warna putih. Dapat disaksikan dari teritori B29, Lumajang dan Penanjakan, Pasuruan,” kata Putra asal Dusun Argosari, Lumajang.

Peristiwa Embun Upas

Untuk pelancong embun beku peristiwa bagus yang harus dicari. Dan untuk petani kentang embun beku atau warga di tempat mengenalinya dengan panggilan embun upas jadi lawan. Embun upas, harus segera dihilangkan saat sebelum matahari keluar. Kepala Dusun Ngadas, Kabupaten Poncokusumo, Kabupaten Malang Mujianto menjelaskan embun upas tiba teratur setiap tahun.

Peristiwa Bunga Es Jadi Daya Magnet Tertantu Untuk Pelancong Ke Gunung Bromo

Hingga petani sudah memperhitungkan. Semenjak subuh, petani kentang harus melakukan aktivitas di kebun. Mereka menyirami embun upas sama air mengucur, sampai habis. Mereka berkejaran dengan matahari. Bila telat, kiamat untuk tanaman kentang.

Saat embun upas terkena cahaya matahari karena itu tanaman saat itu juga jadi kering dan mati. Embun upas menyebar di beberapa titik di wilayah lembab. Keseluruhan selebar 10 hektar tanaman kentang sebagai berlangganan embun upas.

“Embun upas di Ngadas kelihatan semenjak tiga hari kemarin,” ucapnya. Embun upas ada tiap tahun mulai Juli sampai September.

Stasiun Klimatologi Tubuh Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Malang menulis terjadi pengurangan temperatur udara di Malang semenjak dua bulan akhir. Temperatur udara dingin sebagai transisi tahunan.

Kepala seksi pengamatan dan info Stasiun Klimatologi BMKG Karangploso Anung Suprayitno menerangkan udara dingin terjadi di selatan garis katulistiwa terhitung Pulau Jawa.

Pemicu udara dingin, karena tengah berjalan angin munson timur yang berembus dari benua Australia. Sekarang ini di Asutralia masuk musim dingin. “Hingga terjadi intervensi udara dingin dari Benua Australia. Arahnya ke Indonesia,” kata Anung.

Disebutkan transisi tahunan, karena terjadi tiap tahun masuk musim kemarau. Namun, kata Anung, berapa dingin setiap tahun berbeda. Temperatur dingin berasa semenjak Mei. Sepajang Mei, 25 Mei sebagai temperatur terdingin 17,7 derajat celsius. Pada 1994 bahkan juga melorot sampai 14,4 derajat celsius.

Temperatur udara dingin akan terjadi sampai Agustus sampai September. Temperatur itu terdaftar di teritori Karangploso dengan ketinggian 600 mdpl. Temperatur udara dingin pasti akan terjadi di teritori tinggi seperti Gunung Bromo dan Semeru. Sayang Stasiun Klimatologi Karangploso tidak mempunyai catatan temperatur udara di situ. Karena gagasan memasangkan alat di teritori BBTNBTS tidak berhasil.

“Kami tidak punyai data klimatologisnya. Telah pikirkan semenjak dua tahun kemarin,” ucapnya.

Stasiun Klimatologi memiliki inisiatif bekerja bersama dengan TNBTS untuk memasangkan tiga alat. Tetapi tidak juga diberi tanda tangan nota kesepakatan. Hingga perlengkapan itu dihibahkan di wilayah lain.

Walau sebenarnya teritori Gunung Bromo unik. Karena mempunyai bentangan tutupan rimba tropis, pasang sabana dan padang pasir pada sebuah tempat. Lingkungan itu bersebelahan langsung. Hingga penting untuk pengkajian ilmu dan pengetahuan.

Disamping itu, data itu dapat dihidangkan ke pelancong. Stasiun Klimatologi bahkan juga berencana, sesudah memasangkan alat klimatologi dilanjutkan memasangkan papan info klimatologi. Data dan info akan up-date setiap hari.

Temperatur udara dingin diperhitungkan atas imbas peralihan cuaca global. Terjadi musim atau cuaca berlebihan. Mencakup luasan, lingkup dan frekwensinya.

Baca juga : 13 Destinasi Wisata Pacitan Yang Lagi Trend di Jawa Timur

Sekarang ini di Eropa terjadi cekaman temperatur panas, dan di Indonesia terjadi temperatur dingin. Imbas berbedaan cuaca global mengakibatkan hujan terlalu berlebih, kekeringan, puting beliung dan badai.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks :Ad Views :