Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Indonesia / Jogjakarta / Melirik Tempat Kerajinan Tatah Sungging Kulit Di Yogyakarta

Melirik Tempat Kerajinan Tatah Sungging Kulit Di Yogyakarta

Direktori Wisata – Kerajinan tatah sungging kulit pucung Yogyakarta telah ada sejak tahun 1900 an, berlokasi di Dusun Karangasem, Desa Wukisari, Kecamatan Imogiri, DIY Yogyakarta.

Mengisi liburan di Yogyakarta kita akan menikmati sajian bentuk destinasi wisata, dari wisata alam, wisata budaya, bahkan kita dapat menyaksikan kearifan lokal yang menyuguhkan berbagai bentuk kerajinan dan tradisi secara turun temurun seperti kerajian tatah sungging kulit yang bisa kita temukan di kawasan daerah Yogyakarta.

Tempat Kerajinan Tatah Sungging Kulit Di Yogyakarta

Bila kita berkunjung ke kawasan DYI Yogyakarta, cobalah mampir di kawasan Desa Wisata Ukisari, Imogiri, Yogyakarta. Di desa kita kita akan banyak menemukan destinasi wisata kreatif yang dihaslkan dari para penduduk lokal yang menjadi tempat industri kerajinan pahatan yang trebuat dari kulit sapi dan kerbau yang banyak dikunjungi oleh para wisata domestik maupun mancangera.

Suasana Desa wisata para pengrajin tatah sungging kulit wayang di Desa Wukisari Yogyakarta terlihat hijau dan masih asri. Hamparan dan bentangan pesawahan dengan berbagai bentuk tanaman dan suasan desa pun akan menyambut kedatanagn para wisatawan yang hadir di Desa Wukisari, Kecamatan Imogiri, Yogyakarta. Lokasi dusun letaknya  +/- 17 km dari sebelah selatan Yogyakarta dan berada di bawah pegunungan Imogiri yang menjadi tempat makam raja-raja dari kesultanan Yogyakarta dan Surakarta.

Dari informasi yang Direktori Wisata terima, kata “Tatah” mengandung arti memahat, sedangankan “Sungging” memiliki arti mewarnai. Jadi kerajinan tatah sungging kulit merupakan proses memahat dan mewarnai pada suautu media kulit, dan biasanya yang sering digunakan adalah media kulit sapi dan kerbau.

Kulit-kulit sapi atau kerbau yang dipahat dan diwarnai inilah yang nantinya akan menjadi sebuah hasil karya berupa wayang kulit, souvenir, hiasan dinding, pembatas buku, tempat tisu, tempat lilin, kipas, gantungan kunci dan hasil karya pahatan lainnya.

Hasil karya yang dihasilkan secara turun temurun masyarakat lokal desa wisata Wukisari, Imogiri, Yogyakarta yang didapat dari kake atau pun orang tua mereka yang sebelumnya memiliki keakhlian dalam membuat pahatan wayang kulit. Dan menurut informasi yang Direktori Wisata terima, kini telah masuk pada generasi ke tiga.

Selain kita workshop yang dapat mudah kita temukan di lokasi sentra pengrajin kulit pucung yang mudah ditemukan di desa Wukisari, Imogiri Yogyakarta yang juga mendapat julukan desa wisata di Yogyakarta, di kawasan ini kita juga dapat mengikuti kegiatan wisata yang ditawarkan dalam bentuk paket wisata untuk belajar membuat wayang kulit secara langsung di setiap workshop yang tersedia di lokasi, serta sajian pertunjukan kesenian tardisional kerawitan.

Untuk menuju lokasi Sentra Wayang Pucung kita bisa melalui Terminal Giwangan yang menuju arah selatan, lalu mengikuti arah petunju yang menuju ke arah kiri yang akan mengantarkan kita menuju ke lokasi Sentra Wayang Pucung dengan jarak tempuh +/- 20 menit. Atau bisa mengikuti jalur menuju lokasi yag terdapat dalam peta di bawah ini.

Untuk informasi lebih lanjut Desa Wisata Tatah Sungging Kulit Di Daerah Yogyakarta dapat mengujungi Sanggar Wayang Maju Karya {}

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest

10 Comments

  1. baru tau saya tatah sungging kulit

    • Semoga bsa menambah informasi dan wawasan Mba, bila ingin jelas bisa langsung ke lokasinya.

  2. Itu tatah dan sunggingnya langsung menggunakan kulit atau kertas ? aku orang jogja belum pernah kesana. Jadi malu sendiri 🙂
    Aku penggemar wayang kulit dan suka dengan tokoh punakawan. Aku temnpel didinging kamarku.

    • Lagsung menggunakan kulit kang.

  3. hehe… keliat serius dan antusias banget ya mas, para wisatawan luar belajar ngebuat wayang kulit kesenian khas jawa ini 🙂

    • beneran ya kang orang bulenya serius banget. warga dalam negerinya mana ya

      • Memang kalau melihat tempat kerajinan seperti ini, para wisatawan domestik hanya sukanya naya dan menjadi penonton, jarang yang mua belajar seperti wisatawan mancangera yang datang dan banyak belajar tentang pembuatan ukiran kulit seperti ini.

    • Benar mas, mungkin hal keingin tahuan mereka akan sebuah tradisi wayang kulit yang membuat mereka lebih banyak belajar untuk menekuni kerajinan tatah sungging kulit di Yogyakarta ini ya mba. 😀

  4. harus bisa di jaga anak negeri nih ke ahlian ini. biar bisa terus lestari

    • Semoga para pengusaha dan pengrajin serta pecinta seni budaya tradisional pembuatan tatah sunggi kulit seperti ini terus bisa berkembang dan kita menjadi tuan rumah yang baik. 😀

Comments are closed.

This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
error: Content is protected !! Sorry bro, dilarang copy paste..
Ad Clicks :Ad Views :