Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Indonesia / Kuliner Gempol Plered Makanan Khas Tradisional Solo

Kuliner Gempol Plered Makanan Khas Tradisional Solo

/
/

Mengenal Kuliner Tradisional Gempol Plered Indonesia

Direktori Wisata – Gempol Plered merupakan salah satu kuliner Solo legendaris. karena makanan ini sudah tidak banyak lagi pedagang yang menjual kuliner Gempol Plered.

gempol-plered

Ada yang menyebut gempol plered ini sebagai minuman karena penyajiannya yang menyegarkan. Tapi ada juga yang menyebutnya makanan karena memang mengenyangka ketika dinikmati.

Sekilas jajanan gempol plered memang mirip dengan es dawet yang disajikan dalam mangkuk. Tapi jika dilihat dari kuah dan isiannya, antara gempol plered dan dawet jelas sekali bedanya.

Dari pengamatan Direktori Wisata makanan jajanan tradisional dawet menggunakan kuah berupa santan yang ditambahkan saus gula merah, sedangkan gempol plered menggunakan saus santan sehingga terlihat putih bersih.

kulier-legendaris-gempol-plered

Sedangkan untuk isiannya juga berbeda antara gempol plered dan es dawet. Isian dawet didominasi warna hijau dengan bentuk isian memanjang, sedangkan isian gempol berbentuk bulatan dan lembaran yang dibentuk mirip bunga. Rasa manis dawet berasal dari kuahnya sedangkan rasa manis gempol plered berasal dari isiannya.

kuliner-pilihan-solo-gempol-plered

Dalam sajian semangkuk jajanan gempol plered kita akan menemukan “gempol” dan “plered” yang disiram dengan kuah santan. Ada juga yang menambahkan es batu agar lebih segar, apalagi jika dinikmati pada saat panas terik. Selain itu sebagai pelengkap seringkali ditambahkan irisan nangka.

Untuk nama Plered diambil dari nama sebuah daerah di Jepara Jawa Tengah. Minuman Gempol Plered ,konon ceritanya memang berasal dari daerah Plered ini. Kemudian gempol plered menyebar ke Semarang, Jogja dan juga Solo.

Jadi jangan heran kalau menjumpai gempol plered ini di kota lain selain Solo. Hanya saja mungkin di setiap kota ada ciri khas tersendiri dalam sajian gempol plered ini. Ada gempol plered yang disajikan bersama irisan nangka atau tape ketan. Bisa juga kita menemukan gempol plered yang ditambahkan irisan hunkwe yang dipotong-potong.

Kini Plered dikenal sebagai isian minuman yang satu ini. Plered terbuat dari tepung beras yang dibuat adonan kemudian dibentuk menjadi lembaran tipis menyerupai kulit pangsit. Setelah itu dikukus hingga matang. Plered ini memiliki warna yang beragam. Ada yang berwarna coklat dan ada juga yang berwarna merah jambu bahkan hijau.

Warna plered ini berasal dari gula yang dicampurkan dalam adonan tepung beras. Jika plered berwarna coklat itu artinya adonan tepung beras ditambahkan gula merah sebagai pemanis. Kalau kita menemukan plered dengan warna hijau atau merah jambu, maka gula yang digunakan adalah gula pasir.

Agar warnanya tidak putih maka ditambahkan pewarna makanan seperti sari pandan sebagai sumber warna hijau. Atau sedikit pewarna makanan merah untuk menghasilkan warna merah jambu.

Gempol adalah bulatan berwarna putih yang ada di dalam semangkuk sajian minuman ini. Ada juga yang menyebut gempol sebagai baso beras. Ini karena proses pembuatan gempol yang mirip dengan proses pembuatan baso. Bahan utama pembuat gempol adalah beras yang ditumbuk kasar atau disebut juga dengan meniran.

Sebenarnya meniran ini bukan sengaja dibuat untuk bahan utama gempol. Dahulu orang membuat tepung beras dengan cara ditumbuk kemudian diayak. Nah sisa hasil ayakan tepung beras ini ada yang masih berupa butiran beras kecil-kecil. Jadilah limbah dari tepung beras ini digunakan dalam berbagai olahan, salah satunya dengan dibuat gempol ini.

Selain gempol, salah satu olahan meniran yang terkenal adalah pis meniran. Ini adalah sejenis kue tradisional yang dibungkus dengan daun pisang. Pis meniran dibuat dari meniran yang ditambah dengan santan kental, gula, roti tawar dan telur sebagai perekat. Semua adonan ini dicampur rata kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dikukus. Ada juga yang menambahkan kelapa muda parut dalam adonan pis meniran ini untuk mendapatkan rasa yang lebih gurih.

Kini untuk membuat gempol tidak bisa mengandalkan dari limbah tepung beras karena pembuatan tepung beras sudah banya dilakukan dengan menggunakan mesin. Bahkan tepung beras kemasanpun sudah banyak dijual dan dnegan mudah bisa ditemukan. Hanya saja tepung beras yang dibuat dengan cara tradisional tetap memiliki cita rasa yang khas dan lebih nikmat tentunya.

Tepung beras digunakan dalam pembuatan Plered. Sedangkan menirannya digunakan untuk membuat gempol. Oleh karena itu pedagang gempol plered akan membuat tepung berasnya dengan cara tradisional yaitu ditumbuk. Namun agar mudah dalam proses penumbukan , maka beras harus direndam terlebih dahulu.

Kualitas beras juga berpengaruh pada cita rasa gempol plered yang dihasilkan. Rasa memang tidak pernah bohong. Beras yang baik dengan proses yang baik dan dibuat dengan sepenuh hati akan menghasilkan kuliner yang lezat dan nikmat. Begitu juga dengan proses pembuatan gempol plered ini.

Meniran yang ada kemudian di tambahkan santan kental hingga menjadi adonan yang bisa dibentuk. Dalam adonan perlu ditambahkan sedikit garam dan gula sebagai penguat rasa gurih yang berasal dari santan. Adonan meniran ini kemudian dibentuk bulat mirip baso dan direbus dalam air mendidih. Jika gempol sudah mengambang itu tandanya sudah matang.

Terakhir untuk bisa menyajikan gempol plered perlu dibuat kuah santan. Kuah ini terbuat dari santan encer dan gula. Jangan lupa tambahkan sedikit garam sebagai penguat rasa gurih dan manis. Kuah santan ini perlu dimasak di atas api sedang sambil terus dijaga dengan cara mengaduk agar santan tidak pecah.

Gempol plered ini disajikan dalam mangkuk. Pertama kita akan meletakkan satu atau dua buah gempol dan plered. Kemudian disiram dengan kuah santan. Jika suka bisa ditambahkan es batu yang diserut atau es batu yang dipecah menjadi potongan-potongan kecil. Sebagai variasi bisa juga ditambahkan potongan nangka atau tape ketan hijau sehingga lebih berwarna.

jajanan-gempol-plered

Walaupun sudah termasuk kuliner yang langka di Solo, tapi kita bisa menemukan gempol Plered ini diantaranya di pintu masuk Pasar Gedhe Solo. Di sana ada seorang ibu penjual gempol plered yang mulai berjualan sejak pukul 7 pagi hingga siang hari sekitar jam 12 atau hingga dagangannya habis.

Atau kita juga bisa menikmati gempol plered sambil makan mie thoprak dan dawet khas Solo di Warung MAkan Mie Thoprak yang berada di Jln. Wahidin 34 Solo atau di cabangnya yang berada di Jalan Slamet Riyadi sekitaran Pajang. Warung ini buka setiap hari kecuali hari Jum’at mulai jam 09.30 pagi hingga jam 16.30.

Baca juga : Wisata Kuliner Solo Pilihan

Ada juga tempat makan lain yang menjual gempol plered yaitu Rumah Makan Nini Thowong. Rumah makan ini berada di daerah Widuran atau dekat dekat Radio PTPN SOlo. Selain es gempol plered, di rumah makan Nini Thowong ini kita juga bisa menikmati hidangan khas Solo lainnya yaitu Gudeg Solo, selat Solo dll.

Kalau mau menikmati Sate kere, kita juga bisa datang ke tempat makan Nini Thowong ini pada jam 13.00 hingga jam 17.00. Ada penjual sate kere yang mangkal di depan tempat makan ini dan bisa kita pesan untuk kita nikmati di sini. Tentu saja kita juga harus memesan menu yang ada di tempat makan Nini Thowong ini.

Untuk menikmati sajinan kuliner legendaris gempol plered ini kitta bisa dapatkan di beberapa kota Jawa Tengah. Naum untuk menemukan jajanan tradisional seperti ini jarang sekali pedagang yang menjual makan jajanan tradisional Indonesia seperti gempol plered yang kami temukan pada saat melakukan wisata kuliner di Solo.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest

16 Comments

  1. enak bgt mas ya sekilas mirip es dawet saya suka bgt mas cuma sayangnya didaerah saya ga ada he he ๐Ÿ™

    • sama dong.
      didaerah saya jg nggak ada gempol pleret mbak

      • begitu juga di daerah saya, tapi gak tau juga ding… namanya aja masih asing ditelinga saya mah ๐Ÿ™‚

    • sekarang udah normal mas,tp koq lemot banget ya

      • iya mas di saya juga rada lemot, apa jaringan modem saya kali yang lemot banget padahal saya lagi pake modem gsm nie

  2. jadi pengen ngerasain gempol pleret nih jadinya,tp masak kudu ke solo dulu sih mas

    • perlu dikondisikan dulu nih

  3. Di Jepara Gempol Plered ini terkenal banget haaa. Sering beli waktu kecil ๐Ÿ˜€

    • coba kirimi atuh ke jakarta mas ๐Ÿ˜€

  4. Namanya aja saya mah baru denger mas, tapi sepertinya enak banget ya, kalo diperhatiin kayak sejenis kolak ๐Ÿ™‚

  5. di Purwakarta juga ada nama tempat Plered juga loh. Pernah lihat gempol tapibelum pernh nyobain

  6. wuiih gempol plered, entah dimana kalo dimalang bisa menemukannya

    • yang pasti tempatnya bukan di jonggol mas wong ๐Ÿ˜€

  7. di aderah saya gak ada makanan gitu mas hehehe

  8. hehe, jadi mau ngiler

Comments are closed.

This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate ยป
error: Content is protected !! Sorry bro, dilarang copy paste..
Ad Clicks :Ad Views :