Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2021 | All Right Reserved

Home / Indonesia / 9 Jenis Kain Tenun Tradisional Yang Tersohor Kekayaan Indonesia

9 Jenis Kain Tenun Tradisional Yang Tersohor Kekayaan Indonesia

/

Kenali 9 Jenis Kain Tenun Tradisional Yang Eksotis Dari Kekayaan Indonesia Yang Perlu Anda Ketahui

Direktori Wisata – Indonesia dikenal akan keanekaragaman teknik tenunnya yang sangat mengagumkan. Tidak heran bila Indonesia dapat menghasilkan kain tenun tradisional yang diminati wisatawan yang hadir.

Tak seperti kain lainnya, kain tenun beredar diseluruh wilayah Indonesia. Kain tenun sudah merupakan bagian tradisi yg sudah merasuk dalam sendi-sendi kehidupan masyarakatnya.

Kain Tenun Tradisional Indonesia
Kain Tenun Tradisional Indonesia

Hampir semua daerah Indonesia memiliki kain tenun. Masing-masing kain tenun ikat memiliki keunikan dan karakteristik khasnya masing-masing. Kain tenun mempunyai peranan yg penting dalam kehidupan warga  Indonesia. 

Kain tenun tak hanya mempunyai fungsi sebagai pakaian buat menutupi tubuh, tetapi ada fungsi lain misalnya fungsi sosial, agama, estetika, ekonomi dab aspek-aspek lain dalam kehidupan.

Nah, artikel kali ini akan mengulas tentang 9 jenis kain tenun yang terdapat pada Indonesia. Apa sajakah mereka. Simak ulasan berikut ini :

1. Tenun Songket – Palembang

Kain Songket sudah dikenal di Palembang sejak zaman kerajaan Sriwijaya.Songket Palembang banyak dipengaruhi sang kebudayaan Cina dan India yang dibawa oleh pedagang yg datang ke Sriwijaya.

Ciri spesial kain songket merupakan kain yang berwarna merah dengan benang emas yg hampir menutupi seluruh kain.

Tenun Songket Palembang
Tenun Songket Palembang

Songket adalah pakaian istiadat warga  Palembang. Kain songket umumnya digunakan dalam acara pernikahan. Tidak hanya mempelai yang menggunakan, keluarga bahkan tamu yang tiba pun mengguakan songket.

Kain songket juga umumnya digunakan sang penari Gending Sriwijaya untuk menyambut tamu kehormatan.

Motif songket Palembang diwariskan secara turun temurun hingga polanya nir banyak berubah. Dalam sehelai Songket Palembang, umumnya terdapat dua sampai tiga kombinasi motif yg menghasilkan gugusan gambar yg menciptakan kain Songket semakin indah dan menarik.

Beberapa motif Songket Palembang antara lain yaitu :

Songket Lepus : Songket Lepus merupakan songket yang paling mahal harganya dibandingkan songket lainnya. Hal ini dikarenakan benang emas yang menutupi hampir semua kain.

Songket Tawur : Songket Tawur memiliki motif yang berkelompok dan menyebar.

Songket Tretes Mender : Songket ini hanya memiliki motif dalam bagian-bagian tepi kain.

Songket Bungo Paciek : Songket ini hanya menggunakan benang emas sebagai selingan.

2. Tenun Pandai Sikek – Minangkabau

Kerajinan kain tenun di Minangkabau- Sumatera Barat sudah dikenal semenjak lama. Pandai Sikek adalah nama sebuah desa di kaki gunung Singgalang.

Di Pandai Sikek ini terdapat puluhan rumah tenun menggunakan ratusan penenun disana, sebenarnya terdapat poly desa lain pada Minangkabau yg menekuni kerajinan tenun, namun Pandai Sikek mempunyai industri tenun yang lebih maju dibandingkan desa lainnya.

Tenun Pandai Sikek Minangkabau
Tenun Pandai Singkek Minangkabau

Di Minangkabau, kain songket biasanya dipakai dalam program-acara tata cara misalnya perkawinan dan jua menyambut tamu gambar ucapan idul adha penting.

Dalam Songket Pandai Sikek terkandung nilai budaya seperti keindahan, ketekunan, ketelitian dan kesabaran.

Dalam hal motif, tenun Pandai Sikek terbilang sedikit. Hanya terdapat dua jenis motif yg umumnya digunakan pada kain tenun Pandai Sikek yaitu motif Cukie dan Sunggayang.

Motif Cukie merupakan pola yang mengisi bagian berdasarkan kain, baik kepala, badan juga tepi kain. Sedangkan motif Sungayang adalah motif keseluruhan menurut kain tenun.

Terdapat dua jenis tenun Pandai Sikek yaitu Balapak dan Bacatua. Balapak merupakan kain yang ditenun dengan melewatkan benang emas diseluruh bidang kain, sedangkan Bacatua merupakan kain tenun yang terdiri dari benang berfungsi untuk pakan dan di bagian eksklusif diberi hiasan benang emas.

3. Tenun Troso – Jepara

Troso adalah sebuah nama sebuah desa yg terdapat di kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Desa ini merupakan sentra berdasarkan pembuatan kain tenun yang diberi nama tenun Troso.

Cara pembuatan Tenun Troso ini lumayan rumit. Dimulai menurut penyusunan benang yang ditata rapi berjajar yang disebut dengan ngeteng plangkan.

Tenun Troso Jepara
Tenun Troso Jepara

Benang yang ditata rapi tersebut kemudian dikaitkan menggunakan plangkan atau rangkaian kayu berbentuk kotak yang dianggap nali atau mengikat motif menggunakan tali rafia. 

Selanjutnya adalah penataan motif dan hadiah motif pada benang yang akan ditenun. Kemudian proses penenunan menggunakan alat tradisional atau Alat Tenun Bukan Mesin.

Jika dipandang tenun ikat torso jepara memiliki motif spesial   yg hingga sekarang masih dipertahankan yaitu motif yg bernuansakan etnik, tradisional, klasik dan unik.

Namun demikian,Tenun Ikat Troso tidak ketinggalan menggunakan motif-motif kontemporer modern. 

Sejauh Ini, produksi Kain Tenun Troso telah membuat kain tenun menggunakan aneka macam motif misalnya motif misris, krisna, motif ukir, motif rantai, motif mawar, motif bambu, motif burung, motif naga, motif lilin, Motif Antik, Motif Cempaka, Motif Dewi Sri, motif kecubung, motif SBY, motif obama Dan Lain-Lain.

4. Tenun Ulos – Batak

Ulos merupakan kain tenun khas Batak yg berbentuk selendang. Kain yang biasanya ditenun menggunakan benang berwarna emas dan perak ini didominasi oleh warna merah, hitam dan putih.

Tenun Ulos Batak
Tenun Ulos Batak

Kain Ulos ini nir boleh diberikan menurut yg rendah kedudukannya kepada yang lebih tinggi, misalnya menurut anak ke orang tua.

Jenis Ulos yang diberikan jua harus disesuaikan menggunakan ketentuan adat, karena setiap Ulos tidak sama arti dan fungsinya.

Beberapa jenis Ulos yang dikenal pada istiadat Batak, yaitu :

Ulos Ragidup – Ragidup merupakan lambang kehidupan. Ulos ini dinamakan demikian lantaran warna, lukisan dan coraknya yg terkesan sangat hidup.

Ulos jenis ini adalah Ulos yang paling sulit dibentuk dan memiliki kelas paling tinggi. Ulos ini diberikan oleh orang tua mempelai perempuan   kepada mak   mempelai pria.

Ulos Ragihotang – Ini adalah Ulos yang lebih tak jarang digunakan pada pesta tata cara waktu ini. Cara pembuatan Ulos Ragihotang juga nir serumit pembuatan Ulos Ragidup.

Ulos ini sering dijadikan sandang dan dipakai juga buat mengkafani jenazah.

 Ulos Sibolang – Ulos Sibolang diberikan buat menaruh rasa hormat atas jasa seseorang.

5. Tenun Grinsing – Bali

Kain gringsing merupakan satu-satunya kain tenun tradisional Indonesia yg dibentuk menggunakan teknik teknik dobel ikat dan memerlukan saat 2-lima tahun.

Tenun Gringsing Bali
Tenun Gringsing, Bali

Kain ini berasal menurut Desa Tenganan, Bali. Umumnya, warga  Tenganan memiliki kain gringsing berusia ratusan tahun yg dipakai dalam upacara khusus. 

Kata gringsing berasal menurut gring yg berarti ‘sakit’ & sing yang berarti ‘tidak’, sehingga bila digabungkan menjadi ‘nir sakit’. Maksud yang terkandung pada pada istilah tadi adalah seperti penolak bala.

Di Bali, berbagai upacara, seperti upacara pangkas gigi, pernikahan, dan upacara keagamaan lain, dilakukan dengan bersandar dalam kekuatan kain gringsing.

Baca juga : Tempat Berburu dan Belanja Oleh-Oleh di Pasar Kumbasari Denpasar Bali

Tenun Grinsing mempunyai poly motif, masing-masing motif mempunyai makna & fungsi masing-masing. Hampir sebagian akbar motif merupakan motif bunga dan fauna.

Tenun Grinsing pada umumnya di gunakan untuk pakaian istiadat dan upacara keagamaan.

Beberapa motif yg acapkali dipakai antara lain merupakan :

Motif Lubeng adalah motif berbentuk kalajenking.

Motif Sanan Empeg adalah motif bentuk kotak-kotak / poleng berwarna merah-hitam.

Wayang, terdiri menurut gringsing wayang kebo & gringsing wayang putri. Motif ini paling sulit dikerjakan & memerlukan ketika pembuatan hingga 5 tahun.

Motif wayang hanya terdiri menurut 2 warna, yaitu hitam sebagai latar dan garis putih yg nisbi halus untuk menciptakan sosok wayang. 

Untuk membangun garis putih dengan tadi diharapkan ketelitian tinggi lantaran tingkat kesulitan selama pengikatan dan penenunan kain relatif sulit. 

Wayang kebo mempunyai motif wayang lelaki, sedangkan wayang putri hanya berisi motif wayang wanita.

6. Tenun Sasak – Nusa Tenggara Barat

Menenun merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun pada suku Sasak, Nusa Tenggara Barat. Menenun merupakan aktivitas harus yang harus dilakukan oleh kaum wanita dalam saat itu.

Tenun Sasak Lombok, Nusa Tenggara Barat
Tenun Sasak Nusa Tenggara Barat

Ada suatu filosofi atau tradisi yang dianut pada suku Sasak, perempuan Sasak apabila belum piawai menenun, maka wanita tersebut secara adat, belum boleh pada nikahkan lantaran dianggap belum baligh, atau dewasa.

Tenun Sasak mempunyai keunikan dibandingkan dengan kain tenun lain yaitu bahan-bahan yang dipakai buat membuat kain tenun berasal berdasarkan alam tidak ada adonan bahan kimia misalnya benang yg mereka gunakan berasal dari kapas, yang lalu mereka pintal sendiri menggunakan memakai alat masih tradisional. 

Baca juga : Desa Wisata Sade Mengenal Budaya Suku Sasak Lombok Tengah

Sedangkan dalam segi rona, kain tenun Dusun Sade terkenal tidak akan pudar walaupun sering dicuci.

Tenun Sasak mempunyai ragam hias yang memiliki arti simbolik yg merupakan manifestasi menurut kehidupan dan agama warga.

7. Kain Tenun NTT

Kain Tenun NTT adalah kain yang dibentuk dari proses menenun oleh rakyat Nusa Tenggara Timur. Tenun sendiri adalah kegiatan membuat kain dengan cara memasukan benang pakan secara horizontal pada benang-benang lungsin, umumnya sudah diikat dahulu dan sudah dicelupkan ke pewarna alami.

Kain Tenun Nusa Tengara Timur
Kain Tenun Nusa Tenggara Timur

Pewarna alami tersebut umumnya dibuat dari akar-akar pohon dan ada pula yg menggunakan dedaunan.

Di NTT masih ada banyak suku-suku, tiap suku memiliki keunikan masing-masing dalam hal corak dan motif.

Baca juga : Tenun Khas Ikat Desa Watublapi Nusa Tenggara Timur

Tiap inidividu dibutuhkan bangga mengenakan kain menurut sukunya masing-masing sebab tiap kain yang ditenun itu unik dan tidak ada satu pun identik sama. 

Motif atau pola yang ada adalah manifestasi menurut kehidupan sehari-hari rakyat dan memiliki ikatan emosional yg relatif erat dengan rakyat pada tiap suku.

Ada beberapa jenis kain tenun yg masih ada pada NTT yaitu :

Tenun ikat, motif diciptakan menurut pengikatan benang. Pada wilayah lain yg diikat adalah benang pakan maka pada kain tenun di NTT dibuat dengan cara kain lungsi yg diikatkan.

Tenun Buna, berasal dari Timor Tengah Utara, yaitu menenun dengan cara memakai benang yang telah dicelupkan terlebih dahulu ke pewarna.

Tenun Lotis, Sotis atau Songket: Proses pembuatan nya mirip menggunakan proses pembuatan tenun Buna.

8. Tenun Doyo – Kalimantan Timur

Jenis tenun dari Kalimantan ini termasuk tenun ikat yang benangnya dibuat menurut bahan dasar serat daun khas yg terdapat pada wilayah tersebut.

Tenun Doyo Kalimantan Timur
Tenun Doyo Kalimantan Timur

Tidak hanya menggunakan material khas pada wilayahnya, motif-motif tenun doyo pun mengambil corak menurut bentuk hewan, tumbuhan, sampai cerita mitologi yg berkembang pada suku Dayak yang terdapat pada tempat itu.

Tenun cantik yang kerap merogoh unsur rona merah, cokelat, dan hitam ini hanya dipakai dalam saat-saat tertentu oleh penduduk pada daerah tersebut.

Baca juga : Pesona Wisata Alam Danau Labuan Cermin

Paling sering, tenun doyo dipakai sebagai mas kawin pada program adat pernikahan. 

Selain itu, tentunya banyak jua upacara istiadat yang mengharuskan para penduduk pada wilayah tadi menggunakan jenis kain ini sebagai pelengkap busana.

9. Tenun Toraja

Kain Tenun Toraja merupakan Simbol yg spesial   keterikatan manusia dengan alam & lingkungannya dan galat satu warisan leluhur yang masih pada jaga kelestariannya sampai ketika ini.

Tenun Toraja
Tenun Toraja

Kain Ini mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dalam budaya warga  Toraja . Kain tenun memegang peranan penting dalam berbagai upacara istiadat, juga berfungsi menjadi simbol kemakmuran dan kejayaan.

Di masa lampau hanya orang-orang eksklusif saja yang bisa memiliki kain-kain tersebut contohnya kaum bangsawan atau warga  ekonomi mampu. 

Untuk dapat memiliki kain-kain tersebut mereka wajib  menukarnya dengan hewan ternak contohnya kerbau yang secara ekonomi memiliki nilai tinggi dan seikat kain jua digunakan buat membayar pajak dan menjadi indikasi perdamaian antara grup-gerombolan aristokrat yg berperang.

Baca juga : Objek Wisata Heritage dan Budaya di Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Untuk motif, kain tenun Toraja umumnya bercorak tongkangan, yg merupakan tempat tinggal   tata cara di wilayah tersebut dan kerbau.

Motif-motif tersebut merupakan citra kehidupan masyarakat yang ada pada tempat tadi. Mengenai maknanya sendiri pula merujuk pada kehidupan alam dan keseimbangan bermasyarakat.

Demikianlah sedikit warta tentang jenis kain tenun ikat yang populer pada nusantara. Beberapa jenis kain tenun ikat yg termashur antara lain : tenun songket menurut Palembang, Tenun Ulos berdasarkan Batak, Tenun Troso menurut Jepara, Tenun Grinsing berdasarkan Bali, kain Tenun menurut NTT, tenun Doya Kalimatan Timur.

Semoga informasi tadi bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita tentang Kain Tenun Tradisional Yang Tersohor Kekayaan Indonesia. Semoga bermanfaat dan Terima kasih.

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks :Ad Views :