Oh Snap!

Please turnoff your ad blocking mode for viewing your site content

Jelajah Wisata Budaya Di Singapura

Liburan dan Berkeliling Singapura Dengan Keragaman Multi Etnis Budaya

Direktori Wisata – Liburan keliling wisata Singapura dan mengenal dekat dengan etnis dan tradisi budaya masyarakat Singapura.

Singapura merupakan sebuah negeri yang berawal dari perkampungan kecil nelayan sederhana, kini berubah dan terkenal sebagai negeri kosmopolitan yang kaya akan budaya. Selain dikenal sebagai salah satu negara kecil yang maju. Singapura juga terkenal dengan salah satu nergara tujuan yang memiliki destinasi wisata bagi para pelancong dunia.

Persilangan strategis membuat negera Singapura ini menjadi pertemuan antara timur dan barat, dan luas negara Singapura lebih besar sedikit dari pada Jakarta, namun memiliki tempat wisata yang beragama untuk dinikmati dan ditelusuri yang terdapat di dalam pulau Singapura besar atau pulau Singapura yang kecil, seperti Pulau Ubin dan Pulau Sentosa.

Selain wisata belanja di Singapura yang meriah dan selalu diminati, Singapura juga menjadi tujuan wisata budaya, karena keragaman budaya yang dimilikinya. Hal ini disebabkan oleh keragaman masyarakat Singapura yang multi etnis yang berasal dari berbagai budaya seperti melayu, China, India, dan peranakan. Sehingga menjadikan Kota Singapura menjadi sebuah rumah bagi beberapa perpaduan komunitas budaya dan agama.

Berikut tempat wisata budaya Singapura yang bisa kita kunjungi saat mengisi liburan di Singapura yang termasuk kawasan histois bernama Kampong Glam, Little India, China Twon dan yang tidak kalah menaik adalah tempat wisata Kampung Wak Hassan.

Jelajah Wisata Budaya Singapura

Tempat wisata budaya Kampong Glam Singapura ini pada awalnya merupakan sebuah desa nelayan yang terletak di mulut sungai Rochor, kemudian desa ini semain berkembang dan padat hingga kahirnya menjadi terkenal setalah sultan Singapura saat itu Husein Muhammad Shah daan Temenggong menandatangani East India Company pada saat tahun 1819.

Dairi informasi pada saat Direktori Wisata melakukan perjalanan jeajah wisata budaya di Singapura, nama Kampong Glam sendiri berasal dari sebuah pohon yang bernama “Glam” yang saat itu tumbuh di kawasan yang banyak deretan ruko konservasi yang di cat dengan berbagai warna yang cerah.

istana-kampong-glam-sinagpura

Tidak terlalu jauh dari lokasi dan masih ada di kawasan Kampong Glam kami menemukan sebuah bangunan masjid yang di bangun pada masa Sultan Husein Shah yang merupakan sultan pertama di Singapura pada tahun 1824 yang bernama Masjid Sultan. Konon masjid ini dibangun dengan menggunakan dana hibah dari East India Company memiliki ruang ibdah yang dapat menampung sholat jamaah hingga 5.000 orang, dan tidaklah heran bila kita datang berlibur di Singapura dapat menyakiskan tempat wisata budaya Sultan museum jadi bangunan regilius yang paling mengesankan dan mejadi pusat kaum Muslim di Singapura.

[the_ad id=”13728″]

Selain berkubah emas Masjid Sultan Singapura memiliki menara dan langkan yang kini ditambahkan setalah ulang tahun ke 100 tahun usia masjid tersebut. Dan uniknya dari bagian bawah kubah masjid ini dibentuk dari banyak botol kaca yang dikumpulkan oleh jemaah masjid. Sehingga menimbulkan kesan yang menakjubkan.

https://direktori-wisata.com/wisata-jelajah-singapura-di-kampong-glam/

Kemudian kita dapat menemukan sebuah kawasan pejalan kaki yang ramai yag meyediakan aneka ragam barang-barang Singapura dari perhiasan kecil, aksesoris, barang-barang dekoratif , dan buku-buku yang berhubugan degan budaya, agama dan etnis Arab. kawasan ini dulunya dikenal sebagai pusat tekstil pada tahun 1950-an dan 1960-an.  Di area ini kita dapat menemukan sutra, renda, organsa, dan bahan-bahan lain di sini yang menyediakan jasa pemesanan dan penjahitan pakaian khas melayu tradisional.

[the_ad id=”13728″]

Selain itu di lokasi ini pun banyak terdapat permainan tradisional yang di pajang dan ditawarkan kepada pera pengunjung, seperti congkak, serta barang antik dan kerajinan. Dan bila kita akan melakukan wisata kuliner di Kampong Glam, kita dapat mengunjungi Kampong Glam kafe yang menyajikan berbagai makanan, mulai dari mie khas china sampai dengan nasi goreng bandung.

Setelah puas berkleliling dan melakukan perjalanan jeljah wisata budaya Singapura, kami pun pergi ke destinasi wisata budaya Singapura berikutnya yaitu sebuah kawasan yang berada disebelah utara Kampong Glam yaitu Little India. Seperti namanya kamsan ini merupakan pusat komunitas masyarakat keturunan India yang ada di Singapura yang bernuansa tradisi dan budaya masyarakat India pada umumnya.

little-india-singapore

Mengunjung kawasan tempat wisata budaya Little India kita dapat merasakan nuansa warna-warni khas India, hiruk pikuk paa warga, aroma rempah-rempah yang khas, wewanginan bunga yang menyengat, dan tentunya nuansa pasar tradsinal yang ditemukan di pinggir jalan atau gang seperti di kawasan Serangoon Rd. Di lokasi tersbut kita dapat menemukan kios-kios yang menjual minyak pijat, emas, dupa, kain dalam berbagai tekstur dan berbagai aksesories.

Setelah menikmati bagunannya yang berwarna-warni atmosfir indah di kuil hindu yang berada di kawasan Little India yang dikenal sebagai kuil Sri Vadapathira Kaliamman yang memiliki historis tersendiri bagai masyarakat India di Singapura saat masa penjajahan sekitar tahun 1942.

[the_ad id=”13728″]

Bai kita yang akan melakukan wisata belanja, di kawasan ini juga terdapat sebuah area tersembunyi yang terdapat di jatnung distrik Singapura yaitu Little India Arcade. Di lokasi ita akan menemukan segala hal berbau India seperti makanannya, musik, dan pakaian. Kawasan ini memang mengjaka kita yang hadir untuk merasakan sebuah kawasan yang besar-benar dapat merasakan nuansa India.

Dan tempat wisata budaya Singapura berikutnya adalah Chinatown. Konon nama Chinatown ini berasal dari pemberian dari orang kebangsaan Inggris pada masa penjajahan.Bagi kita yang suka melakukan perjalanan wisata belanja Singapora yang murah-meriah terutama bagai barang-barang yang berciri khas China atau Tiongkok kita bisa mendatanagi beberapa ruko yang tersedia di kawasan China Town. Dan kawasan ini termasuk salah satunya yang menjadi salah satu destinasi kunjungan wisatawan pada saat liburan di Singapura.

Kuil Budha Chinatown Singapura

Di kawasan Chinatown kita juga bisa menemukan kuil Budha yang disebut “Budha tooth relic templeand museum” bernuansa warna emas dan merah yang mendominasi interirornya membuat kuil ini terlihat memah dan megah yang bergaya arsitektur dinasti Tang. Konon kuil ini di bangun dengan menggunakan 230 kg emas asli yang dapat di lihat pada stupa Budha yang memiliki berat 3,5 ton.  Selin menjadi tempat rumah ibadah, kuil ini juga menjadi museum yang menyimpan berbagai benda antik yang berkaitan dengan sejarah Budha.

Tidak jauh dari area tempat wisata budaya Singapura, kita dapat menemui Chinatown Heritage Centre yaitu museum yang menampilkan nuansa China atau Tiongkok yang merupakan satu-satunya tempat di Singapura yang diciptakan untuk penyewaan ruko di tahun 1950-an yang merefleksikan nuansa China di masa lampau di tengah hiruk pikuknya Kota Singapura.

Jelajah wisata budaya Singapura merupakan salah stau laternatif yang menjadi konsep liburan di Singaura lebih unik dan membuat kita mengenal lebih dekat nilai-nilai tradisi dan budaya dari berbagai etnis yang ada di Singapura. Yuk liburan di Singapura.{}

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
  • stumbleupon
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks :Ad Views :