Oh Snap!

Please turnoff your ad blocking mode for viewing your site content

Goa Londa:: Tempat Wisata Makam di Tana Toraja

Menyusuri Destinasi Wisata Goa Alam Londa di Tana Toraja Sulawesi Selatan

Direktori Wisata – Menjelajah tempat wisata makam Tana Toraja di Goa Alam Lodan sambil menyibak kearifan lokal dan tradisi masyarakat Tana Toraja.

Goa Londa merupakan salah satu destinasi wisata alam yang di dalam Goa tersebut terdapat banyak makam yang paling populer di Tana Toraja. Di lokasi Goa kita dapat menemukan peti-peti mati yang disimpan dan digantung di tepi tebing-tebing batu goa.

Tempat wisata makam Goa Londa Tana Toraja berjarak sekitar 7-8 km sebelah selatan Rantepao, atau bila kita enggunakan kendaraan bermotor berjarak tempuh waktu sekitar 15 menit. Untuk menuju objek wisata tersebut, sebenarnya ada akses dengan kendaraan umum, namun cukup jarang kita jumpai.

Perjalanan kali ini kami harus menempuh jalan jalan untuk menuju kompleks makam yang berjarak +/- 1 km dari poros utama Makale-Rantepao. Lumayankan bisa sambil trekking untuk menuju ke salah satu tempat wisata makam populer yang ada di Tana Toraja.

Goa Londa Tana Toraja

Setelah kita tiba di depan kompleks pemakaman Londa, yang berupa lahan parkir yang cukup luas. Para wisatawan yang berkunjung akan dikenai tiket masuk Goa Londa Rp 10.000,00 tiap orangnya, belum termasuk biaya sewa petromaks.

Sedangkan di lokasi anak tangga didepan pintu gerbang objek wisata makam Goa Londa, kita akan banyak sekali menemukan penduduk lokal sekaligus petugas yang menyewakan lampu petromaks. Untuk iaya sewa lampu petromaks sekitar Rp 25.000 hingga Rp. 30.000 bisa untuk satu rombongan 5-6 orang.

Dan biasanya, para penyewa petromaks tidak menetapkan harga yang pasti. Lebih banyak mereka meminta sukarela saja. Namun sekiranya kita memberikannya dengan harga yang sewajarnya.

Memasuki kawasan tersebut Direktori Wisata bersama rombongan disambut sebuah gapura klasik, pada sisi-sisinya dipenuhi ukiran khas Toraja, dan pada bagian sentralnya terdapat patung kepala kerbau dengan tanduknya yang menjuntai. Londa merupakan sebuah kawasan pemakaman kubur batu atau tempat menyimpan mayat yang diperuntukkan khusus bagi leluhur Toraja dan keturunannya.

Lanjut informasi……
Konon jauh sebelum masuknya agama Islam dan Kristen, di Tana Toraja sudah terdapat kepercayaan warisan nenek moyang yang disebut Aluk Todolo atau Alukta. Kepercayaan inilah yang kemudian menjadi landasan berbagai ritual adat dan tradisi masyarakat Toraja.

Sedangkan alukta pada dasarnya tidak mengharuskan penyimpanan mayat, namun lebih kepada kewajiban segera melaksanakan upacara pemakaman sebagai pelaksanaan aluk to mate yaitu memperlakukan orang yang telah meninggal. Karena semakin cepat jenazah dimakamkan, akan semakin banyak kesempatan untuk melaksanakan upacara pemberkatan lainnya.

Namun, dari beberapa pendapat yang Direktori Wisata dapatkan, banyak alasan yang melatar belakangi mengapa jenaza-jenaza tersebut harus disimpan terlebih dahulu ke dalam goa dan liang-liang bukit yang terdapat di lokasi tersebut.

Alasan-alasan tersebut antara lain seperti menunggu kedatangan kerabat yang sedang merantau, untuk memberi kesempatan bagi keluarganya menunjukkan kasih sayang kepada jenaza, atau untuk menunggu biaya dan hewan korban yang banyak terlebih dahulu agar bisa melaksanakan upacara Rambu Solok yaitu sebuah upacara adat dan tradisi untuk mengantarkan jenazaa ke alam yang disebut puya, serta berbagai alasan lainnya. Hingga pelaksanaan menyimpan mayat pada akhirnya menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat adat Tana Toraja.

Lanjut…….
Konon, masyarakat adat Toraja menyimpan jenaza di dalam rumah tongkonan, dan untuk lamanya waktu penyimpanan jenazah paling lama tiga puluh enam malam yang diberlakukan untuk keluarga bangsawan. Sementara untuk golongan lainnya kurang dari itu, atau bahkan tidak disimpan sama sekali karena upacaranya sangat singkat.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat adat Toraja memberi sebutan dan anggapan yang berbeda-beda tentang jenazah yang disimpan. Ada yang menganggap To Makula, bahwa jenazah yang disimpan dianggap hanya sebagai orang yang sakit, dan To Mate, jenaza sedang dalam rangkaian upacara aluk to mate.

[the_ad id=”13728″]

Terlepas dari beberapa perbedaaan dan alasan yang menjadi dasar untuk masyarakat Tana Toraja melakukan hal tersebut, hal ini sudah menjadi sebuah tradisi dan budaya yang turun-temurun dan menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak menarik kunjungan wisatawan untuk menyaksikan proses upacara adat bahkan untuk melihat dari dekat kompleks pemakanan di Tana Toraja yang dikenal cukup unik.

Lanjut penelusuran dalam goa…..
Suasana di dalam goa semakin menegangkan ketika pemandu yang membawa lampu petromaks mengantarkan kami ke lokasi yang terdapat dua buah peti mati yang dijuluki Romeo dan Juliet ala Toraja yang melegenda.

Romeo And Julie Tana Toraja

Konon katanya, hubungan pasangan tersebut tidak disetujui oleh keluarga dari kedua belah pihak karena mereka masih saudara sepupu dekat. Akhirnya mereka memutuskan untuk kabur dan bunuh diri bersama. Ternyata di dalam goa yang gelap ini juga terdapat kisah romantis juga ya…… ha,, ha,, ha,,

Semakin dalam menelusuri Goa Londa, hawa panas semakin terasa. Semakin banyak pula ornamen-ornamen unik yang menarik untuk diabadikan. Rute perjalanan di dalam goa tidak terlalu panjang, tidak juga terlalu singkat. Di dalam goa londa, ada beberapa pijakan yang terasa licin, curam, bahkan tidak terlihat karena minimnya pencahayaan.

Karena minimnya pencahayaan, Direktori Wisata beserta rombongan harus ekstra hati-hati saat menggunakan flash pada kamera ketika mengambil gambar serta memperhatikan posisi letak pijakan kaki kami agar tidak terpeleset. Apalagi rute perjalanan yang harus kami tempuh dengan suasana gelap dan pengap yang disertai lintasan yang menurun dan menanjak. Dan itulah gambaran rute perjalanan yang ada di dalam Goa Londa Tana Toraja.

[the_ad id=”13728″]

Setelah Direktori Wisata melakukan perjalanan masuk ke dalam goa, kami dapat keluar dengan melewati jalan setapak yang melewati beberapa anak tangga untuk bisa sampai di sebuah puri di tengah bukit. Dari atas puri tersebut terlihat pemandangan kubur batu, di atas bukit-bukit tersebut kita dapat menyaksikan rongga-rongga atau tempat dimana jenazah disimpan.

Konon, informasi yang Direktori Wisata dapatkan, untuk penyimpanan jenaza yang diletakan di bukit-bukit tersebut dilakukan karena di dalam goa sudah penuh dengan peti jenaza. Dan masyarakat Toraja percaya bahwa orang yang meninggal dapat membawa hartanya ke dalam kehidupan setelah kematian. Inilah salah satu alasan bagi masyarakat Toraja menguburkan dengan peti yang sertakan dengan harta benda miliki mendiang almarhum.

Puas berkeliling di tempat wisata Goa Londa yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata makam Tana Toraja perjalanan kami lanjutkan untuk menuju obyek wisata lainnya yang terdapat di Tana Toraja. Dan hal yang terpenting pengalaman pejelejahanan di dalam Goa Londa Tana Toraja tidak akan bisa terlupakan dan di kita temukan di tempat lainnya.

Semoga pengalaman serta informasi perjalanan wisata Tana Toraja ini menjadi salah satu yang dapat memberikan gambaran bagi para pembaca setia Direktori Wisata Indonesia pada saat liburan di Tana Toraja []

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
  • stumbleupon
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks :Ad Views :