Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2022 | All Right Reserved

Home / Indonesia / Eksotisme Pantai Pulau Ahe, Surga Kecil Di Nabire Papua

Eksotisme Pantai Pulau Ahe, Surga Kecil Di Nabire Papua

/

Direktori Wisata – Pulau Ahe yang ada di Area Moora, kabupaten Nabire, mempunyai luas lebih kurang 300 mtr. persegi. Salah satunya kekhasan dari Pulau Ahe yakni ada bangkai pesawat tua warisan tentara Sekutu zaman Perang Dunia II yang sejumlah besar telah dipindah ke dataran.

Eksotisme Pantai Pulau Ahe, Surga Kecil Di Nabire Papua

Bentangan perairan yang dihias terumbu karang dan kekayaan biota yang lain menambahkan keelokan pulau ini. Objek rekreasi ini diatur oleh warga di tempat di bawah pengaturan Dinas Pariwisata Kabupaten Nabire dan Propinsi Papua.

Untuk capai tempat rekreasi ini, harus memakai speedboat dan longboat sepanjang lebih kurang 20 menit dari ibu-kota Area Moora atau memerlukan waktu 1.5 sampai 2 jam dari kota Nabire.

Pulau Ahe benar-benar disukai sebagai tujuan rekreasi pantai favorite untuk pelancong asing dari Eropa, yang selalu habiskan berlibur musim panas di pulau ini.

Pulau ini awalnya pernah diatur pria asal Belanda, namanya Arne Pijnakker atau kerap dipanggil Mr. Arne. Tetapi karena perselisihan di antara Mr. Arne dengan masyarakat pemilik ulayat, pemerintahan kabupaten Nabire putuskan kembalikan hak ulayat ke masyarakat di tempat dan Mr. Arne tak lagi mengurus pulau ini.

Saat diatur oleh Mr. Arne, pelancong benar-benar gampang menemui satwa Kusu Tanah, Kuskus dan Mambruk. Ke-3 hewan ini menyengaja dikembangbiakan untuk isi pulau.

Disamping itu benar-benar gampang menemui beragam tipe ikan di pantai Ahe, bahkan juga pelancong dapat bermain sekalian memberikan makan ikan yang jinak.

Tetapi, keadaan Pulau Ahe setelah ditinggalkan Mr.Arne terlihat kurang terurus. Cuman kelihatan beberapa bekas homestay.

Kusu tanah dan hewan yang lain yang dahulunya banyak, sekarang ini telah susah ditemui, begitupun dengan ikan, benar-benar susah disaksikan. Hewan seperti Kusu tanah dan Kuskus semakin banyak dicari.

Selain itu, permukaan pulau disanggupi semak belukar, dan terlihat beberapa titik kelihatan timbunan sampah plastik.

Belajar pada masa lampau, tiap pengendalian pulau oleh orang asing harus memerhatikan kearifan lokal di tempat.

Disamping itu harus berperan ke warga pemilik ulayat.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :