Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2022 | All Right Reserved

Home / Tana Toraja / Dusun Kete Kesu, Tujuan Rekreasi Keramat di Tana Toraja

Dusun Kete Kesu, Tujuan Rekreasi Keramat di Tana Toraja

/

Directory Rekreasi – Dikenali sebagai dusun yang simpan beragam narasi monumental, Dusun Kete Kesu sering jadi tempat rekreasi favorite di Toraja. Ketenaran yang dipakainya, tidak jauh dari penawaran pemandangan cantik yang demikian menarik. Penduduknya yang junjung tinggi tradisi istiadatnya, seolah jadi argumen pendamping Anda harus mengujunginya. Supaya rasa ingin tahu menyusut, baca pembahasan ini.

Dusun Kete Kesu, Tujuan Rekreasi Keramat di Tana Toraja

Kekhasan Sang Kete Kesu Tana Toraja

Tradisi dan kehidupan tradisionilnya yang berasa kental, mewajibkan beberapa tamu untuk patuhi semua ketentuan dan larangan yang sudah diputuskan. Makin memikat untuk didatangi, dusun ini simpan beragam warisan purbakala. Warisan itu berbentuk makam batu, yang didefinisikan sudah berusia beberapa ratus tahun. Karena ada warisan itu, menjadi bukti kehidupan awalnya di teritori itu.

Kekhasan Sang Kete Kesu Tana Toraja

Ada warisan riwayat, menjadikan masuk ke lis cagar budaya yang penting dilestarikan. Selainnya menarik pelancong dengan penemuan warisannya, dusun ini dikenali sebagai pemroduksi kerajinan pahat sampai gambar yang sudah dianggap dunia. Hasil kreasinya yang demikian menarik, sukses menarik hati beberapa rekreasi asing untuk membeli. Jika berminat untuk beli salah satunya kreasinya, silakan bawa bujet lebih.

Sejauh mata melihat, ada rumah tradisi yang disebutkan Tongkonan berjejer rapi nyaris setiap jalanan yang dijelajahi. Dibikin tanpa memakai material paku sedikitpun, rumah tradisi ini dibuat dengan menimbun kayunya dengan sebegitu rupa. Bila disaksikan sekilas memang sama dengan rumah pentas yang berada di wilayah yang lain, tetapi ada banyak ketidaksamaan yang membuat kelihatan unik yang berlainan.

Biasanya tempat tinggal cuma akan dipakai sebagai tempat istirahat beberapa pemiliknya, tetapi keadaan ini tidak berlaku untuk Tongkonan. Kolong tempat tinggalnya yang luas, digunakan sebagai kandang ternak kecintaannya. Bahkan juga sisi tempat tinggalnya juga dipisah jadi bagian-bagian, di mana salah satunya bagiannya dipakai sebagai area untuk menyimpan mayat dari familinya yang tidak dapat dipendamkan.

Keunikan yang lain dari Tongkonan, yakni pintu tempat tinggalnya yang dibuka ke atas. Selainnya pintunya yang unik, atapnya juga sangat menarik untuk jadi perhatian. Memiliki bentuk yang seperti perahu terkelungkup, rupanya cuma dibikin dari buritan yang dilapis dengan ijuk hitam. Wujud atapnya yang memikat, ketika mengibaratkannya seperti sundul kerbau. Tiap Tongkonan yang dibuat harus menghadap utara, karena keyakinan penduduknya.

Warga Toraja yakin jika beberapa nenek moyangnya datang dari utara, hingga rumah adatnya juga dibuat menghadap ke itu. Bahkan juga mereka yakini bila, tiap orang yang sudah wafat akan bergabung kembali dengan roh nenek moyang yang ada di utara. Keyakinan itu sudah digenggamnya semenjak beberapat tahun lalu, dan sampai sekarang masih dijaga secara baik.

Baca juga : To’ Tombi, Spot Camping Hebat dengan Pemandangan Alam yang Memikat di Toraja

Selainnya rumah adatnya yang memikat, di sini pengunjung dapat menyaksikan beberapa pusara kuno yang membuat bulu-bulu kuduk bergidik. Hati menakutkan itu makin berasa, selesai ketahui narasi mistiknya. Bahkan juga seringkali beberapa pelancong yang untung, dapat melihat langsung beberapa upacara adatnya. Jika tertarik menyaksikannya dengan mata kepala sendiri, disarankan untuk tiba di bulan Juni sampai bulan Desember.

Mencari beragam upacara yang sudah dilakukan, ada banyak upacara tradisi yang demikian terkenal didengarkan seperti upacara Rambu Solo dan Rambu Tuka. Rambu Solo sebagai upacara penyemayaman, yang hendak diadakan secara besar besaran yang semarak. Realisasinya juga bisa berjalan sampai 7 hari lama waktunya, sebagai wujud penghormatan paling akhir ke beberapa mayat yang hendak dipendamkan. Dan Rambu Toka, cuma dikerjakan saat ingin masuk rumah baru.

Rumah adatnya dan pusara kunonya yang telah berusia, tetap berdiri kuat walau umurnya yang capai beberapa ratus tahun. Beragam warisan itu bukan hanya dianggap oleh masyatakat tanah air, faksi UNESCO mengaku kehadirannya sebagai cagar budaya peninggalan dunia. Pengukuhan yang diterima, mengisyaratkan warga ikut serta dalam peranan dan tanggung-jawab bersama untuk jaga peninggalan itu.

Baaca juga : Liburan Suaya, Situs Histori Penguburan Raja Sangalla di Toraja

Hukum Tradisi Jika Menyalahi Ketentuan Dusun Kete Kesu

Sama seperti yang disebut awalnya bila, tradisi istiadat dusun satu ini masih berasa kental. Hingga beberapa pendatang jangan asal-asalan, saat akan berkunjung wilayah mereka itu. Tetapi apa yang terjadi jika seorang melakukan tindakan ngotot dengan menyalahi ketentuan yang dibikin ? Silakan bersiap-sedia untuk memperoleh permasalahan besar, yang hendak diingat sepanjang umur.

Hukum Tradisi Jika Menyalahi Ketentuan Dusun Kete Kesu

Pasalnya penuntasan permasalahan bukan hanya bermasalah dengan faksi yang berwajib saja, tetapi Anda pun memperoleh peringatan tradisi yang sudah dilakukan langsung oleh figur warga. hukuman yang hendak diberi cukup bervariatif, bergantung dari kegilaan yang sudah dilakukan oleh aktornya. Tidak tanggung tanggung, hukum yang diberi bisa berbentuk disuruhnya persembahan hewan sembelih atau lakukan servis tradisi dan penahanan.

Menghindar hal yang tidak diharapkan, sebaiknya luangkan diri untuk cari semua info berkaitan tujuan rekreasi yang hendak didatangi. Tidakkah tidak membahagiakan bila, peristiwa utnjk menyenangkan diri harus berbuntut bencana yang tidak diharapkan. Ekspresikan kebahagiaan memang dibolehkan, tetapi sebaiknya tidak dilaksanakan terlalu berlebih sampai menyalahi ketentuan yang sudah diputuskan disitu.

Baca juga : Buntu Sopai, Liburan Negeri Atas Awan yang Mengagumkan di Toraja Utara

Panduan Saat Berkunjung Tempat Rekreasi Dusun Kete Kesu

Saat lagi nikmati beragam tempat wisata, beberapa pengunjung disarankan bawa bekal untuk penuhi keperluan harian. Kurangnya diketemukan tempat makan, mewajibkan beberapa tamu mempersiapkan semua keperluan seperti makan dan minumnya sendiri. Bahkan juga pemondokan untuk istirahat juga tidak diketemukan disekitaran wilayah itu, kecuali bila menelusurinya di wilayah yang lain.

Panduan Saat Berkunjung Tempat Rekreasi Dusun Kete Kesu

Ada peluang mendapati pemondokan, saat meneruskan perjalanan sekitaran 5 km. Tak perlu berekspektasi tinggi, karena sarana yang disiapkan cukup kurang. Tetapi minimal pengunjung dapat istirahat secara nyaman, saat sebelum berkunjung tempat wisata yang lain. Bahkan juga di sini beberapa tamu dapat mendapati beberapa kios, yang menawarkan beragam souvenir unik ciri khas Toraja, Sulawesi Selatan.

Baca juga : Goa Londa:: Tempat Wisata Makam di Tana Toraja

Transportasi Dan Ongkos Ticket Masuk Dusun Kete Kesu

Jika lakukan perjalanan dari kota Rantepao, Anda perlu meneruskan perjalanan sekitaran 5 km kembali. Bila pergi dari kota Makale, Anda perlu tempuh perjalanan sekitaran 14 km ke arah dusun Kete Kesu.

Transportasi Dan Ongkos Ticket Masuk Dusun Kete Kesu

Lumayan gampang jika ingin mendapatinya, karena terletak yang bersisihan dengan kota Rantepao yang dikenali sebagai kota berbasiskan pariwisata. Bahkan juga terletak yang nyaris bersisihan dengan pusat perkotaan, pengunjungnya dapat mencapainya memakai transportasi darat atau bahkan juga jalan kaki rileks. Jika menjumpai kesusahan, silakan memakai program petunjuk jalan untuk menolong mendapati lokasi lebih tepat.

Sesampai di lokasi rekreasi, pelancong lokal cuma diambil ticket masuk sekitaran Rp. 5 ribu saja. Dan untuk pelancong luar negeri, perlu bayar sekitaran Rp. 10 beberapa ribu saja. Demikian ramah dikantong, tidaklah heran jika dusun ini menjadi tujuan rekreasi alternative yang dapat didatangi mendekati berlibur sekolah. Selainnya harga yang paling dapat dijangkau, pengunjung akan memperoleh pengetahuan berkaitan riwayat dusun itu.

Baca juga : Objek Wisata Heritage dan Budaya di Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Populer dengan tradisi istiadatnya yang kental, beberapa pelancong sebaiknya patuhi semua ketentuan dan larangan dari warga sekitaran. Yang membuat makin memikat untuk didatangi, karena dusun satu ini simpan warisan riwayat yang cukup unik untuk dibahas. Saat lagi bertandang untuk beri kesegaran pemikiran, pengunjung juga dapat menambahkan wacana berkaitan riwayat.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :