6 Destinasi Libur Lebaran Yang Menarik & Lagi Trend di Solo

posted in: Solo | 0

Libur Mudik Lebaran Manjakan Dengan 6 Pesona Destinasi Lebaran Menarik Yang Lagi Trend di Solo

Direktori Wisata – Nikmati libur mudik lebaran dengan pesona destinasi yang menarik dikunjungi dengan beragam sajian detinasi yang unik dan menarik di Kota Solo.

Merayakan Libur Lebaran di Kota Solo bersama keluarga, merupakan sebuah momen perjalanan pulang mudik lebaran bagi sahabat Direktori Wisata yang berkesempatan mengisinya di kampung halaman bersama keluarga dan teman.

Destinasi Libur Lebaran di Kota Solo, Jawa Tengah

Namun, perjalanan libur mudik lebaran kali ini tentunya tidak akan membuat kalian merasa menjadi bete dengan acara yang membosankan, karena banyak ragam destinasi libur lebaran di Solo yang menawarkan tempat wisata yang seperti tidak berkesudahan.

Segudang Pesona Destinasi Lebaran di Kota Solo siap menghibur kalin untuk menikmati libur lebaran di Solo bersama keluarga yang tidak akan pernah membosankan.

Berikut 10 Destinasi Libur Mudik Lebaran yang menjadi refrensi liburan kalian saat mudik pulang kampung di Kota Solo dan sekitarya yang dapat kalian sambangi menurut versi Direktori Wisata Indonesia.

Kampung Batik Laweyan

Bagi sahabat Direktori Wisata yang ingin menggali kekayaan tradisi seni membatik saat kalian melakukan perjalanan mudik libur lebaran di Solo, kalian dapat mengunjungi salah satu sentra batik yang terkenal di Solo yakni Kampung Batik Laweyan.

Kampung Batik Laweyan Solo Jawa Tengah

Dari informasi yang Direktori Wisata Indoensia peroleh saat mengunjungi kawasan Kampung Batik Laweyan, kawasan ini menjadi salah satu pusat batik yang tertua dan terkenal di Kota Solo setelah Kampung Batik Kauman. Konon, informasinya kampung ini memiliki luas area 24.83 hektar dan berpenduduk kira-kira 2500 penduduk di mana sebagian besar penduduknya bekerja sebagai pedagang ataupun pembuat batik.

Selain beljar dn mengenal batik secara langsung, di salah satu tempat wisata Solo ini yang telah menjadi  ikon batik Solo sejak abad ke-19 ketika asosiasi pedagang pertama kalinya dibentuk yaitu Sarikat Dagang Islam yang didirikan oleh Haji Samanhudi pada tahun 1912,

Hingga sekarang kalian dapat menemukan 250 motif batik khas Kampung Batik Laweyan yang sudah dipatenkan. Berbeda dengan Batik Kauman yang cenderung berwarna gelap dan motif klasik, Batik Laweyan lebih menawarkan batik warna lebih terang dan banyak pilihn motif yang bisa menjadi buah tanngan serta oleh-oleh bagi keluarga dan orang tercinta.

Selain itu, sahabat Direktori Wisata Indonesia juga dapat menelusuri sambil menikmati jejak sejarah kota batik tertua di kawasan destinasi libur mudik lebaran di Kota Solo ini, seperti gaya bangunan arsitektur kampung batik juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Dinding tinggi dan gang-gang sempit menjadi karakter khas kampung batik ini.

Apalagi kalian dapat mengenal langsung gaya bangunan rumah pedagang batik Laweyan yang banyak dipengaruhi oleh arsitektur Jawa, Eropa, Cina dan Islam. Bangunan mewah ini menjadi ciri kejayaan saudagar batik asli pribumi Laweyan pada masa itu dan dikenal dengan sebutan “Gal Gendhu”. nah nunggu apalagi teman ?…

Jangan lupa sakasikan Pesona Destinasi  Libur Mudik Lebaran di Masjid Laweyan Solo

Untuk menuju ke lokasi tempat libur lebaran di Kampung Laweyan Kota Solo ini, sahabat Direktoi Wisata tidak perlu risau. Karena kalian tinggal mengarahkan kendaraan yang kalian bawa untuk menuju ke lokasi dengan mengikuti peta yang ada di bawah ini secara online dan bisa kalian sesuaikan dengan titik asal keberangkatan kalian.

Pura Mangkunegaran

Selain Keraton Kasunanan, Kota Solo juga memiliki istana yang indah dan megah yaitu Pura Mangkunegaran. Nama Pura berasal dari bahasa Jawa yang artinya istana atau kerajaan.

Destinsi Libur Mudik Lebaran di Istana Mangkunegaran Solo

Pura Mangkunegaran menjadi pusat budaya dan seni di Kota Solo. Berbagai koleksi berharga yang ada di dalam istana dipercaya berasal dari Kerajaan Mataram dan Majapahit dan didirikan pada tahun 1757 melalui sejarah yang cukup panjang. Selama berkunjung ke Pura Mangkunegaran, sahabat Direktori Wisata akan ditemani seorang tour guide.

Begitu memasuki area Puro Mangkunegaran, sahabat Direktori Wisata Indonesia  akan menemukan bangunan bergaya Eropa bertuliskan Kavalerie-Artillerie, yang menjadi tempat pasukan berkuda Mangkunegaran. Begitu memasuki pintu gerbang, kalian langsung disuguhkan arsitektur pendopo bergaya Jawa-Eropa. Pendopo biasa digunakan untuk pertunjukkan tari dan wayang yang biasanya diiringi dengan satu set gamelan bernama Kyai Kanyut Mesem.

Setelah melewati pendopo, pengunjung akan menuju Pringgitan, tempat di mana keluarga kerajaan tinggal dan Rekso Pustoko, tempat koleksi benda-benda kerajaan seperti koleksi topeng, kereta dan berbagai koleksi lainnya yang dapat sahabat lihat dan kenal dari dekat di salah satu tempat libur lebaran di Kota Solo, Jawa Tengah.

Untuk menuju ke lokasi destinisi Libur Lebaran di Istana mangkunegaran di Solo ini, sahabat Direkori Wisata Indonesia dapat langsung mengarahkan kendaraan yang kalian bawa untuk menuju ke lokasi dengan mengikuti akses jalan yang terdpat di dalam peta yang ada di bawah ini. Kalian pun bisa menggunakan secara online dengan menyesuaikan titik keberangkatan kalian.

Keraton Surakarta Hadiningrat

Libur lebaran di Solo, sahabat Direktori Wisata dapat melakukan jelajah wisata heritage sambil mengnenal tradisi dan budaya Jawa yang megajarkan “budipekerti luhur, luhur ing budi”. Di tempat wisata libur mudik lebaran di Kota Solo yang satu ini kalian pastinya akan mengenal wawasan baru ilmu kehidupan yang sudah jarang bisa kalian dapatkan di luaran sana.

Museum Keraton Surakarta

Keraton Surakarta merupakan salah satu bangunan yang eksotis. Salah satu arsitek istana ini adalah Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwono I) yang juga menjadi arsitek utama Keraton Yogyakarta. Sebuah kerajaan Jawa yang memerintah beberapa abad yang lalu telah menjadi ikon Kota Solo. Kerajaan ini bernama Keraton Kasunanan, didirikan oleh Susuhan Pakubuwono II (Sunan PB II) pada tahun 1744 sebagai pengganti Keraton Kartasura yang rusak akibat Geger Pecinan pada tahun 1743.

Konon informasi yang Direktori Wisata Indonesia dapatkan dari pemandu wisata lokal pada saat mengunjungi Keraton Surakarta Hadiningrat, kawasan ini memiliki luas area sekitar 54 are dan dari pengamatan Direktori Wisata di lokasi banyak terdapat koleksi patung, senjata dan pusaka kerajaan.

Salah satu bangunan bertingkat yang menarik di Keraton Kasunanan yaitu Menara Sanggabuwana, konon menjadi tempat bertemunya Ratu Laut Selatan dengan Raja. Menara ini didirikan oleh Sri Susuhan Pakubuwono III pada tahun 1782. Menara setinggi 30 meter ini berfungsi sebagai menara dan tempat memata-matai Belanda pada masa penjajahan.

Ketika sahabat Direktori Wisata Indonesia berkunjung ke Keraton Kasunanan, sahabat Direktori Wisata akan menemukan beberapa tempat yang tidak boleh dimasuki yaitu kediaman Raja Pakubuwono. Area di Keraton Kasunanan yang boleh dikunjungi publik salah satunya adalah pendopo besar di dalam Sasana Sewaka, dimana pertunjukan tari dan gamelan disuguhkan di tempat itu.

Ketika masuk Sasana Sewaka pengunjung harus melepaskan alas kaki dan berjalan dengan kaki telanjang di hamparan pasir yang diambil langsung dari Pantai Parangkusumo dan Gunung Merapi. Sahabat Direktori Wisata Indonesia juga bisa mengunjungi museum yang ada di dalam kawasan Keraton Kasunanan. Terdapat berbagai koleksi kerajaan seperti kereta kencana, tandu, patung, senjata kuno dan beberapa koleksi lainnya.

Selain keindahan bangunan keraton, Keraton Kasunanan Surakarta juga menawarkan wisata warisan budaya seperti upacara adat, tarian sakral dan musik diantaranya adalah yang terkenal adalah sekaten dan malam Suro.

Sekaten adalah upacara perayaan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad selama 7 hari dan pada hari terakhir ditutup dengan Gunungan Mulud. Satu bulan sebelumnya juga diselenggarakan pasar malam Sekaten di area alun-alun utara keraton.

Berbeda dengan Sekaten, Malam Suro adalah memperingati tahun baru menurut kalender Jawa. Perayaan ini ditandai dengan Kirab Mubeng Beteng dengan membawa pusaka keraton termasuk kerbau pusaka Kyai Slamet.

Tiket masuk untuk di destinasi wisata libur lebaran Kota Solo yang ini  tidak mahal, sahabat Dirrektori Wisata  sudah dapat berkeliling menikmati koleksi benda kuno di museum, dan juga berfoto dengan prajurit penjaga Keraton Surakarta. Ada pohon sawo kecik, yang artinya sarwo becik, serba baik. Ada kereta-kereta kencana yang dulu ditarik kuda dipamerkan di Keraton Surakarta.

Nah nunggu apalgi ? Kalian dapat mengarahkan kendaraan mobil atau pun motor yang kalian bawa langsung menuju ke lokasi dengan mengikuti akses jalur jalan seperti yang ada di dalam peta petunjuk di bawah ini. Sahabat Direktori Wisata bis amneggunakannya secara online dengan menetapkan titik awal pemberangkatan kalian.

Pasar Triwindu

Mengisi waktu libur panjang di musim lebaran kali ini, bagi sahabat Direktori Wsata Indonesia yang memiliki hobi dengan koleksi barang barang antik dan unik, kalian bisa tetap dapat menjalankan hobi kalian. Apalagi bila kalian ingin mengenal jauh tentang kebudayaan Jawa melalui barang-brang antik yang pernah digunakna oleh masyarakat Jawa, sahabat Direktori Indonesia dapat menjumpainya di Pasar Triwindu yang berada di Solo.

Destinasi Libur Lebaran di Pasar Triwindu Solo

Pasar Triwindu bukan seperti pasar kebanyakan yang menjajakan kebutuhan pokok, karean destinasi libur lebaran di pasar Triwindu Solo ini khusus menyediakan barang barang antik yang lekat dengan masyarakat Solo tempo dulu yang banyak dipengaruhi tradisi di dalam Keraton Kasunanan Surakarta.

Barang-barang antik tersebut di anataranya keris kuno, patung serta lampu antik dan masih banyak lagi jenis barang lainnya yang dapat kalian jumpai di tempat ini. Ada pula koleksi kain batik, uang, dan koin kuno serta wayang wayang yang terlukis di papan kayu tua. hampir setiap jenis barang kuno dan unik bisa kalian dapatkan di sini.

Sedkit informasi perjalanan sejarah pasar ini adalah, Pasar Triwindu berdiri sejak 1939. Pasar ini diselenggarakan untuk meramaikan acara naik tahta Adipati Sri Mangkunegara VII yang ke 24 atau tiga windu (Triwindu). Dahulu tanah pasar merupakan milik Pura Mangkunegaran kemudian beralih menjadi milik Pemerintah Kota Surakarta.

Pada tahun 2011, Pasar Triwindu dibuka dan diresmikan oleh Walikota Surakarta, Bapak Joko Widodo dan namanya berubah menjadi Windujenar. Sejak saat itu, Pasar Triwindu menjadi pusat barang antik di Kota Surakarta.

Pasar Triwindu terletak di kawasan koridor budaya Ngarsopuro, di seberang Pura Mangkunegaran. Tepatnya di Jalan Diponegoro, Keprabon, Kota Surakarta. Tidak jauh dari Jalan Slamet Riyadi.

Konon informasi yang Direktori Wisata Indoensia terima dari pemandu wisata lokal, jumlah kios di Pasar Triwindu mencapai 257 kios yang tersebar di dua lantai. Lantai satu didominasi oleh kios barang antik. Sedangkan untuk lantai dua, ada beberapa kios yang menjual onderdil bekas. Pasar ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum, seperti kantin, kantor pengelola, musala, toilet, tempat bongkar muat barang, dan lahan parkir.

Pasar barang antik ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Pasar Triwindu memiliki bentuk bangunan berupa bangunan joglo dengan yang komponen utamanya berupa kayu. bagi kalian yang akan megisi libur lebaran saat mudik lebaran di Solo sambil berburu barang antik dan unik bisa langsung datang ke kawasan pasar ini.

Kampung Batik Kauman

Kampung Batik Kauman juga menjadi pusat batik tertua di Kota Solo. Lokasinya tidak jauh dari jalan utama Slamet Riyadi dan Jalan Rajiman. Kampung Batik Kauman dapat ditempuh dengan bus Batik Solo Trans (BST) dari Stasiun Balapan.

Destinasi Libur Lebaran di Kampung Batik Kauman Solo

Konon, Kampung Batik Kauman dulunya adalah pemukiman abdi dalem Keraton Kasunanan. Mereka mempertahankan tradisi dengan cara membatik. Dibandingkan dengan Laweyan, batik Kauman lebih menampilkan motif batik klasik yang didasarkan pada pakem atau standar keraton.

Dalam perkembangannya, sampai sekarang Batik Kauman memiliki 3 jenis batik yaitu batik klasik dengan motif pakem (batik tulis) yang menjadi produk unggulan Kampung Batik Kauman, batik cap dan batik kombinasi cap dan tulis.

Bagi kalian yang akan menikmati pesona destinasi lebaran dengan keragaman hasil kreatif dari batik, sahabat bisa langsung datang ke Kampung Kauman Solo dengan mengikuti jalur akses jalan yang ada di alam peta yang ada di bawah ini.

Museum Keris Nusantara

Mengisi liburan di Solo saat musim libur mudik lebaran kali ini tentunya akan banyak manfaatnya bagi sahabat Direktori Wisata indonesia yang ingin mengenal lebih dekat bentuk dan kekayaan budaya dari senjata perang tradisional berupa keris yang hingga kini masih dilestarikan. Kalian dapat mengunjungi Museum Keris Nusantara.

Destinasi Libur Lebaran di Museum Keris Nusantara Solo

Museum yang berisi koleksi keris dari berbagai daerah diresmikan Presiden Joko Widodo belum lama ini, di 9 Agustus 2017 lalu. Lokasinya di Jalan Bhayangkara No.2 Solo, 57141. Tepat di belakang Stadion Sriwedari R.Maladi, stadion legendaris di kota Solo, dimana Pekan Olahraga Nasional (PON) Indonesia pertama kali diselenggarakan.

Museum Keris Nusantara di Solo ini menyimpan koleksi senjata tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Namun mayoritas koleksinya berasal dari tanah Jawa. Sedangkan untuk koleksi barang lainnya berasal dari Bugis, NTT, Papua, dan Aceh.

Seperti keris luk (bengkokan) 5 dengan tangguh (perkiraan era pembuatan) Gayo, Aceh. Kemudian keris luk 9 tangguh Bugis. Ada pula pedang bener dari Makassar.

Dari informasi yang Direktori Wisata dapatkan dari pengurus museum setempat, di museum ini terdapat beragam koleksi keris dari seluruh Nusantara ada di Museum Keris. Mulai dari jaman kerajaan Jenggala hingga masa kini. Konon koleksi yang dimiliki museum ini ada sekitar 338 bilah baik keris, tombak maupun pedang. Dan masih ada tambahan lagi keris pinjaman dari kolektor berjumlah 32 keris.

Jika sahabat Direktori Wisata mengunjungi Museum Keris Nusantara di Solo ini, maka kalian akan menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang pusaka khas Indonesia.

Kunjungi juga 5 Destinasi Libur Lebaran di Yogyakarta Yang Bikin Kamu Happy Mudik Di Yogya

Bagi sahabat irektori Wisata yang akan mengunjungi museum ini kalian bisa langsung menuju ke lokasi dengan mengikuti jalur akses jalan yang ada di dalam peta petunjuk yang ada di bawah ini.

Perjalan dan suasana mudik lebaran tidak selalu melahirkan suasana be te dan jenuh bagi kalian yang melakukna perjalanan liburan karena macet dan hanya melakukan kegiatan itu itu saja. namun, kalian dapat menghibur diri kalian ddengan 6 destinasi libur lebaran di Solo yang ga akan membuat kalian be te. Selamat liburan di kampung halaman Solo ya teman.[]

Follow Direktori Wisata:

Direktori Pariwisata Dunia menyajikan keragaman tempat wisata dunia dengan keindahan alam, budaya dan kearifan lokal serta wisata kulinernya.