Desa Wisata Suku Osing Kemiren di Banyuwangi, Jawa Timur

posted in: Banyuwangi | 0

Mengenal Lebih Dekat Tradisi dan Budaya Masyarakat Lokal Desa Suku Osing di Kemiren Banyuwangi

Direktori Wisata –  Liburan menarik sambil mengnal budaya dan tradisi masyarakat lokal suku osing yang hingga kini masih tetap terjaga dan dilestarikan di Banyuwangi.

Bentang keindahan alam bumi Indonesia, seyum tulus yang tertoreh dari para buruh tani juga kekayaan budaya yang dimiliki menjadi kisah kenangan perjalanan liburan kita menyaksikan surga tersembunyi dibelahan dunia yang tidak akan pernah ada habisnya untuk di ceritakan. Seperti kisah perjalanan yang akan sahabat Direktori Wisata Indonesia dapat temukan di Desa Wisata Suku Osing Kemiren di Banyuwangi.

Destinasi Desa Wisata Suku Osing Kemitren Banyuwangi

Desa Wisata Osing atau Using letaknya tidak jauh dari pusat Kota Banyuwangi yang hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit dengan menggunakan kendaraan mobil hingga sampau di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah di Kabupaten Banyuwangi. Kawasan ini lokasinya persis berada di kawasan wisata kawah ijen Banyuwangi.

Desa Wisata Kemiren merupakan desa yang sudah terkenal dan menjadi desa budaya, di desa ini sahabat Direktori Wisata dapat menemukan suasana desa yang masih asri dan kehidupan suku osing yang masih tradisional. Sebagai tambahan untuk kalian, bahwasanya suku osing itu merupakan suku asli dari Banyuwangi, Jawa Timur.

Informasi yang Direktori Wisata Indonesia terima dari pemandu wisata lokal setempat, penduduk di desa ini merupakan kelompok masyarakat yang memiliki adat istiadat dan budaya khas sebagai satu suku yang dikenal sebagai suku Osing (Using). Dan masyarakat di salah satu desa wisata Banyuwangi ini sangat gencar melestarikan adat dan budaya mereka. Tidaklah heran bila desa wisata ini memang syarat adat.

Lanjut informasi……
Konon, orang-orang Osing adalah masyarakat Blambangan yang tersisa. Mereka merupakan Keturunan kerajaan Hindu Blambangan ini berbeda dari masyarakat lainnya (Jawa, Madura dan Bali), bila dilihat dari adat-istiadat budaya maupun bahasanya.

Dari perjalanan sejarah ceritanya, Desa Kemiren lahir pada zaman penjajahan Belanda tahun 1830-an. Awalnya, desa ini hanyalah hamparan sawah dan hutan milik penduduk Desa Cungking yang merupakan cikal-bakal masyarakat Osing.

Tidak hanya kisah perjalanan sejarah saja yang bisa kalian ketahui, namun sahabat Direktori Wisata pun dapat mengetahui cerita langsung bagaimana masyarakat Osing di desa Kamiren memiliki tradisi khas yang dijalankan turun-temurun yang kesemuanya masih asli.

Memasuki Desa Kemiren ada atmosfer yang berbeda dari pada seluruh desa yang ada di Banyuwangi. Salah satunya, dalam hal bercocok tanam, masyarakat Kemiren menggelar tradisi selamatan sejak menanam benih, saat padi mulai berisi, hingga panen.

Saat masa panen tiba, masyarakat lokal yang berprofesi sebagai petani menggunakan ani-ani diiringi tabuhan angklung dan gendang yang dimainkan di pematang-pematang sawah. Saat menumbuk padi, para perempuan memainkan tradisi gedhogan, yakni memukul-mukul lesung dan alu sehingga menimbulkan bunyi yang enak didengar. Nah, musik lesung ini yang menjadi kesenian tradisonal dan masuk dalam warisan budaya asli suku Using yang dapat kalian saksikan di Desa Wisata Suku Osing Banyuwangi.

Lanjut perjalanan di Desa Osing
Pada saat sahabat Direktori Wisata Indonesia memasuki salah satu sanggar budaya tari kesenian tradisional, kalian akan disambut oleh lenggak-lenggok gemulai para penari tari gandrung. Dimana tari gandrung tersebut merupakan keeniian tari tradisional untuk menyambut setap tamu yang datang ke desa wisata Kemiren.

Tarian tradisional gandrung tersebut dimainkan dengan dua orang penari wanita yang diiringi dengan musik karawitan dan sinden yang menggunakna bahasa osing. Jika ramai pengunjung, sesekali mereka akan mengajak para pengunjung untuk menari bersama.

Barong Kemitren Kesenian Tradisional Suku Osing Banyuwangi
Wisata Desa Adat Kamiren ini juga penuh dengan atraksi. Salah satunya adalah Barong Osing. Barong berciri khas sebagai wujud Singa bersayap dan bermahkota yang juga bisa dilihat Singa bersayap di Paduraksa cungkup makam Sunan Drajat, hewan ajaib, angker, mata melotot, bertaring, dagu bergerak dan dimainkan oleh dua orang.

Desa Adat Kemiren Banyuwangi menawarkan eksplorasi budaya lokal yang sangat menarik untuk dikunjungi saat sahabat Direktori Wisata Indonesia berkunjung ke Banyuwangi. Jadi, jika kalian melakukan perjalanan liburan panjang maupun libur lebaran dan libur akhir tahun ke Banyuwangi, maka kalian dapat mampir ke Desa Wisata Bayuwangi Suku Osing ini sebagai bentuk melestarikan budaya.

Berikut kebudayaan yang dilestarikan di Wisata Desa Adat Kamiren : Sanggar Genjah Arum Sanggar ini ibarat sebuah museum yang berada di Desa Adat Kemiren Banyuwangi. Tempat tersebut milik pribadi yang dikelola oleh seorang pengusaha untuk melestarikan kebudayaan tradisional Banyuwangi.

Masuk ke dalam sanggar sahabat Direktori Wisata  akan merasakan serasa kembali ke Banyuwangi di masa lampau. Di sana kalian akan menemukan  tujuh rumah adat yang usianya sudah sangat tua dan juga beberapa ornamen kuno yang membuat suasana tempo dulu semakin terasa kental.

Sebagai tambahan informasi untuk sahabat Direktori Wisata, “Angklung Paglak adalah sebutan untuk sebuah gubuk kecil yang dibuat dari bambu dengan atap ijuk”.

Berbeda dengan gubuk kebanyakan, paglak dibangun setinggi 10 meter dari tanah dengan menggunakan empat batang bambu sebagai penyangganya. Angklung paglak adalah permainan musik yang dilakukan di atas gubuk tersebut. Seni musik ini menjadi salah satu adat kebudayaan yang dilestarikan di Desa Adat Kemiren Banyuwangi hingga sekarang ini.

Kunjungi juga Kampung Wisata Primitif Prasejarah di Gambiran Banyuwangi

Selain itu, bagi sahabat Direktori Wisata yang hadir di Desa Wisata Osing ini juga wajib memcicipi Kopi Using Desa Adat Kemiren Banyuwangi, atau yang dikenal dengan kopi khas masyarakat Using yang memiliki cita rasa yang begitu nikmat lin dari kopi lainnya.

Di tempat wisata Banyuwangi ini kita dapat melihat proses memanggang biji kopi. yang menggunakan peralatan yang masih sederhana dengan menggunakan kayu, wadah tanah liat agar aroma kopi lebih berasa.

Bila kalian penasaran dengan cara memanggang kopi dengan cara tradisional ini, kalian pun dapat mencoba praktek langsung untuk proses pengolahannya mulai dari menyangrai, menumbuk biji kopi, menyaring bubuk kopi sampai praktik cara penyajian kopi. Diolah menjadi minuman kopi jenis apapun, mulai dari espresso atau robusta, rasanya pasti akan terasa lebih nikmat.

Bukan hanya penyuguhkan destinasi wisata potensi masyarakat lokalnya, Desa Wisata Osing Kemiren ini pun juga nyajikan penginapan berupa home stay yang bisa kalian sewa saat berlibur di desa wisata Kemitren ini.

Keunikan rumah singgah home stay di Banyuwangi ini terletak pada bangunan dan properti di dalamnya. Ornamen khas seni joglo bernuansa alam pedesaan dengan dinding kayu yang dilapisi dengan ragam ukiran kliwet sebagai tanda rumah anti maling.  Dan rumah singgah etnik dari suku osing ini menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang ingin berlibur di Banyuwangi.

Kunjungi juga Desa Wisata Kampung Smart of Java Banyuwangi

Banyuwangi, kini menjelma menjadi salah satu kota idaman yang menarik untuk dikunjungi di ujung Timur Pulau Jawa. Kota yang juga disebut sun rise of java itu beberapa tahun terakhir ini berhasil memikat banyak hati para pelancong lokal maupun wisatawan manca negara. Tidaklah heran kini kawasan banyuwangi menjadi salah satu daerah tujuan wisatawan mengisi liburan di Indonesia.

Bagi sahabat Direktori Wisata yang akan mengisi liburan dan berkunjung ke Desa Wisata Kemitren Banyuwangi, kalian dapat mengikuti rute akses jalan melalui peta yang ada di bawah ini secara online, di mana titik keberangkatan dapat kalian sesuaikan dari tempat awal pemberangkatan.

 

Follow Direktori Wisata:

Direktori Pariwisata Dunia menyajikan keragaman tempat wisata dunia dengan keindahan alam, budaya dan kearifan lokal serta wisata kulinernya.