Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2021 | All Right Reserved

Home / Indonesia / Nusa Tenggara Barat / Lombok / Desa Wisata Sade Mengenal Budaya Suku Sasak Lombok Tengah

Desa Wisata Sade Mengenal Budaya Suku Sasak Lombok Tengah

/

Destinasi Budaya Desa Sade Lombok Pulau Seribu Masjid

Direktori Wisata – Desa Sade Lombok Tengah merupakan salah satu dusun yang ada di Desa Rambitan, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.  Dusun ini terkenal sebagai dusun yang sangat mempertahankan adat suku Sasak. 

Sade dalam bahasa suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), berarti obat atau kesadaran. Merupakan sebuah dusun yang masih merawat tradisi Lombok hingga menjadi lokasi wisata budaya populer di NTB.

Desa Wisata Sade Menegnal Budaya Suku Sasak Lombok Tengah
Desa Sade Rembitan, Lombok

Karena keunikan wilayah ini dan karena keunikan penghuninya yaitu suku Sasak, Desa Sade ini ditetapkan sebagai Desa Wisata oleh Dinas Pariwisata Pulau Lombok.

Desa Ini sering disebut sebagai cerminan asli suku Sasak Lombok. meski Desa ini terletak di pinggir jalan raya yang mulus, tetapi penduduknya tetap kuat berpegang teguh untuk menjaga keaslian desa dan adat asli Suku Sasak.

Terletak di bagian selatan Pulau Lombok, yaitu di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Desa Wisata Budaya ini telah dipertahankan dan dirawat selama 15 generasi. Terdapat sekitar 150 rumah adat yang menjadi ikon utama Desa Sade.

Desa Sade Lombok Tengah Masih Kuat Dengan Budaya Asli Suku Sasak

Karena penduduk Desa ini yang sangat menjaga keutuhan budaya dan adat yang diwariskan oleh leluhur mereka sejak sekitar 600 tahun yang lalu, seperti bentuk bangunan, adat istiadat, tarian, permainan musik, gaya berpakain, dan lain sebagainya.

Maka sangat layak jika Desa ini dijadikan sebagai objek wisata Budaya di Pulau Lombok. Apabila anda berlibur ke Desa wisata Lombok ini, maka anda akan menemukan beberapa keunikan budaya yang masih melekat di kalangan penduduknya.

Penduduk Dan Kearifan Lokal

Wisata Desa Sade Lombok Tengah memiliki luas kurang lebih 5,5 Hektar, memiliki bangunan rumah penduduk yang masih tradisional sejumlah 150 bangunan dan disetiap rumah terdiri dari satu kepala keluarga, jumlah penduduk yang menghuni Desa ini berjumlah sekitar 700 orang.

Semua penduduknya masih merupakan satu keturunan, dikarenakan masyarakat Desa ini masih melakukan perkawinan antar saudara. Pernikahan seperti itu bagi mereka adalah pernikahan yang mudah dan cukup murah dari pada jika menikah dengan perempuan dari desa lain karena harus mengeluarkan beberapa ekor kerbau.

Bangunan

Setiap bangunan yang ada di Desa ini seperti masjid, rumah, lumbung padi bahkan tempat pertemuan umum mempunyai karateristik yang khas arsitektur Suku Sasak, dengan dinding yang menggunakan pagar anyaman bambu dan tiang yang dibuat dari kayu, dengan atap yang dibuat dari alang-alang kering.

Destinasi Budaya Desa Wisata Sade Lombok Pulau Seribu Masjid

Lantainya dibuat tanah liat yang diberi campuran sedikit sekam padi. Salah satu keunikan bangunan rumah ini adalah cara merawatnya, dalam waktu seminggu sekali atau waktu–waktu tertentu lantai rumah dibersihkan dengan cara menggosokkan kotoran kerbau yang dicampur sedikit air pada lantai rumah, setelah kering, lantai disapu dan digosok dengan batu.

Kotoran kerbau ini bermanfaat untuk membersihkan lantai rumah dari debu dan agar lantai terasa lebih halus dan menjadi lebih kuat. Penduduk Desa ini mempercayai bahwa penggunaan kotoran sapi ini juga bisa mengusir serangga serta mencegah serangan magic yang ditujukan kepada anggota keluarga.

Rumah-rumah ini memiliki atap yang unik berbentuk gunung menggunakan rumput alang-alang. Tembok dan lantainya terbuat dari tanah liat yang dicampur dedak padi, kemudian dilapisi anyaman bambu pada tembok bagian luarnya. Bangunan rumah-rumah ini memiliki sebutan Bale Tani Gunung Ratu, artinya berbentuk gunung merata ke bawah.

Seluruh rumah yang ada di kawasan Desa Sade adalah rumah tempat tinggal bukan bangunan pameran atau museum budaya. Penduduk yang tinggal di sini berjumlah sekitar 750 jiwa yang masih merupakan satu garis keturunan atau rumpun yang sama.

Atraksi Dan Budaya Lombok

Wisata Desa Sade Lombok Tengah ini anda bisa menyaksikan atraksi budaya seperti permainan alat musik tradisional gendang Beleq, Tari Cupak Gerantang, dan Tari Presean.

Pakaian Adat


Anda akan menemukan sebagian besar penduduk Desa ini yang setiap harinya menggunakan pakaian adat Suku Sasak.

Tenun Lombok

Meskipun tidak semua penduduk, tetapi sahabat Direktori Wisata akan tetap merasakan suasana zaman dulu di Desa Sade wisata Lombok ini.

Peralatan Keseharian

Hal unik lainnya adalah penggunaan peralatan sehari–hari seperti alat pemintal kapas, alat tenun, alat pertanian, dan alat–alat keseharian lainnya yang digunakan penduduk Desa ini masih sangat tradisional dan masih jauh dari kata modern.

Penduduk desa yang tetap menjaga dan merawat budaya ini juga kental dengan nuansa ke Islamiannya. Semua urusan sosial kemasyarakatan seperti urusan pernikahan diselesaikan di Masjid atau Baruga Sekenam yang terletak di sebelah kiri pintu masuk kawasan rumah adat.

Adat “Kawin Lari” di Desa Sade Lombok

Selain beberapa keunikan di atas, ada yang menarik saat anda mengunjungi desa ini, wisata Desa Sade Lombok Tengah ini anda akan menemui istilah ‘kawin lari’.

Adat kawin lari ini dimaksudkan apabila seorang laki-laki menyukai seorang perempuan suku Sasak dan diantara keduanya pihak saling mencintai serta bersedia untuk menikah, maka laki-laki berhak membawa lari si perempuan tersebut dan dibawa ke tempat kerabat laki-laki dan diinapkan di rumah kerabatnya.

Kemudian pada esok harinya, Si laki-laki dan pihak keluarganya akan melamar gadis yang dibawanya untuk dinikahi. Pada umumnya laki-laki desai ni diharuskan untuk menikahi perempuan dari Suku Sasak juga.

Sangat disayangkan apabila anda melewatkan desa wisata yang satu ini. Jika anda melewatkan tempat ini, maka anda juga melewatkan sebuah pengetahuan berharga mengenai kebudayaan Indonesia yang sangat indah yang ada di Desa Wisata Sade, Lombok.

Desa ini menyuguhkan keunikan budaya asli Suku Sasak. Penduduknya masih mempertahankan adat Suku Sasak yang kental dari bangunan rumah, atraksi dan budaya, pakaian, bahkan peralatan sehari–hari yang dipakai.

Salah satu budaya perkawinan Suku Sasak bisa sahabat Direktori Wisata ikuti, dalam pesta perkawinan Suku Sasak yang berlangsung dekat Desa Sade Suku Sasak Lombok.

Bagi anda yang ingin keunikan saat wisata, desa sade tampaknya bisa menjadi pilihan. Tentu tidak usah khawatir karena akomodasi memadai ada di tempat ini untuk wisata indah Anda bersama keluarga tercinta.

Menuju ke Desa Sade dari pusat kota Mataram diperlukan waktu sekitar 1 sampai 1,5 jam perjalanan menggunakan mobil atau motor. Sedangkan dari Bandara Internasional Lombok hanya dibutuhkan waktu 25 sampai 30 menit.

Pertama kali menginjakkan kaki di lokasi wisata budaya ini, pengunjung akan langsung disambut oleh tour guide yang merupakan pemandu lokal warga asli Sade. Pengunjung harus memarkirkan kendaraan di lokasi parkir yang sudah dikelola juga oleh warga sekitar.

Saat memasuki kawasan rumah adat Desa Wisata Sade, pengunjung harus membayar iuran pengelolaan. Besarnya iuran adalah terserah pengunjung. Namun, iuran ini berbeda dengan sewa guide dan biaya parkiran.

Cara Menuju Desa Sade

Untuk menuju desa sade sebaiknya Anda menggunnakan kendaraan pribadi, karena angkutan kota belum ada. Anda bisa menggunakan google map untuk sampai di lokasi.

Warga Desa Sade Lombok, sudah sangat paham dengan cara menerima tamu yang datang berkunjung ke desanya. Tampak penduduk menyambut setiap tamu yang datang dengan tetap beraktivitas, tetapi tetap ramah. []

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks :Ad Views :