Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2021 | All Right Reserved

Home / Indonesia / Nusa Tenggara Barat / Lombok / Desa Wisata Ende Mengenal Dekat Masyarakat Adat Lombok Tengah

Desa Wisata Ende Mengenal Dekat Masyarakat Adat Lombok Tengah

/

Melihat Desa Wisata Ende Dengan Masyarakat Adat Lombok Tengah

Direktori Wisata – Penduduk Dusun Sasak Ende di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, mampu melakukan pekerjaan ekstra itu hingga menjadi salah satu Desa Wisata.

Berkesempatan menjelajahi Dusun Ende yang berjarak sekitar 9,1 kilometer dari Bandar Udara Internasional Lombok ini. Lokasinya cukup mudah dijangkau kendaraan. Sebab posisi dusun ini berada di Jalan Raya Kuta Lombok.

Desa Wisata Ende Mengenal Dekat Masyarakat Adat Lombok Tengah
Desa Wisata Ende Lombok Tengah

Bertahan di tengah kemajuan zaman dan menjaga tradisi budaya menjadi tantangan desa-desa di Indonesia. Tak terkecuali Dusun Sasak Ende di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjaga ekstra tradisi turun-temurunnya.

Saat tiba di lokasi, pengunjung akan disambut dengan gapura berbahan bambu bertuliskan ‘Selamat Datang di Kampung Sasak Ende. Sasak merujuk pada nama suku asli Lombok. Sedangkan warga Dusun Ende menganut agama Islam.

Masih di bagian depan, pengunjung akan disuguhkan lahan perkebunan saat menginjakkan kaki memasuki area dusun. Tak jauh, terdapat Musalah dan sebuah bangunan dari kayu yang difungsikan sebagai Taman Bacaan Sasak Ende.

Saat masuk lebih ke dalam, pengunjung akan berjalan sedikit menanjak. Pengunjung mulai bisa melihat rumah-rumah warga berjejer rapi. Rata-rata rumah warga berukuran 5×7 meter.

Warga Dusun Ende, Kadar mengatakan, terdapat 30 kepala keluarga di Dusun Ende. Mereka menghuni dusun yang memiliki luas lahan 2,5 hektare.

Pemandangan Unik Desa Ende Lombok Tengah

Kampung Sasak Ende adalah salah satu destinasi wisata di Lombok yang menyuguhkan pemandangan unik, karena di tempat ini kamu akan menemukan rumah-rumah yang beratap ilalang.

Melihat Desa Wisata Adat Ende Denngan Masayarakat Adat Lombok Tengah
Desa Wisata Ende Lombok

Di tempat ini juga, kamu akan menjumpai nuansa Lombok zaman dulu yang masih alami dan masyarakatnya identik dengan sarung.

Rumah adat sasak ini hanya terdapat satu kamar saja yang multi fungsi sebagai tempat tidur sekaligus sebagai tempat untuk memasak. Rumah di Desa Ende berdiri kira-kira setengah meter di atas tanah.

Pintunya sengaja dibuat rendah supaya tamu yang masuk harus membungkukkan kepala, sebagai tanda menghormati tuan rumah. Untuk itu Dusun Ende di Lombok Tengah ini di pertahankan dan di lestarikan.

Dusun Ende diresmikan sebagai dusun wisata sejak 1999. Namun baru mengalami lonjakan wisatawan sejak Bandar Udara Internasional Lombok diresmikan pada 2011. 

Desa Ende merupakan sebuah kampung yang dihuni oleh 37 kepala keluarga Suku Sasak. Menariknya, masyarakat Sasak masih menjunjung tinggi nilai dan adat istiadat.

Mereka menempati rumah adat yang masih tradisional, dimana seluruh material bangunan rumah terbuat dari alam.

Untuk atapnya menggunakan alang-alang dan bambu yang dirajut sehingga bisa bertahan sampai tujuh tahun. Sementara lantai rumah di Desa Wisata Ende menggunakan tanah liat.

Penggunaan tanah liat ini karena mayoritas masyarakat di sana memeluk agama islam dan percaya bahwa manusia terbuat dari tanah atau kerbau. 

Penggunaan kotoran ternak ini berfungsi merekatkan tanah liat agar tidak mudah retak. Selain itu kotoran tersebut dipercaya sebagai simbol kerja keras petani. Karena sebagai besar masyarakat Sasak Ende hidup sebagai petani dan peternak.

Tari Presean Ritual Meminta Hujan

Selain kontruksi bangunan rumah yang unik, kamu juga akan melihat atraksi tari presean dan juga gendang beleq saat berkunjung ke Desa Ende. Sejak kecil anak-anak di Desa Ende sudah diperkenalkan dengan Budaya Presean.

Budaya Tari Presean Lombok
Tari Pressean, Lombok

Presean adalah pertarungan yang dilakukan antara dua orang laki-laki Suku Sasak yang bersenjatakan rotan untuk memukul dan tameng yang terbuat dari kulit kerbau yang cukup tebal di sebut Ende untuk menghalau atau menghindari pukulan dari lawannya. 

Presean ini biasanya dilakukan untuk pembuktian ketangkasan, ketangguhan, keberanian bagi para lelaki Suku Sasak dalam bertanding.

Tradisi ini dilakukan dua orang petarung atau pepadu untuk saling baku pukul anggota badan. Dan ini hanya samapai berdarah saja.

Dalam presean ada tata caranya juga yaitu tidak boleh memukul anggota bagian bawah kaki atau paha, yang di perbolehkan yaitu bagian atas pundak, kepala, dan punggung.

Selain untuk membuktikan kejantanan, Presean juga di gelar dalam ritual memanggil hujan di musim kemarau, sekarang Presean digelar dalam menyambut tamu yang datang ke Suku Sasak.

Orang bertanding dalam Presean ini disebut Pepadu. Sahabat Direktori Wisata dapat mengikutinya di sini waktu berkunjung ke Dusun wisata Ende Lombok.

Mengepel Rumah Dengan Kotoran Sapi Di Dusun Ede Lombok Tengah

Salah satu kebiasaan unik masyarakat di Desa Ende ini ialah mengepel lantai menggunakan kotoran sapi. Rumah yang ditempati warga menggunakan ubin tanah yang dilapisi kotoran sapi.

Masyarakat Rumah Dengan Kotoran Sapi Lombok Tengah
Ngepel Lantai, Lombok

Warga akan mengepel lantai rumahnya menggunakan kotoran sapi ketika ubin mereka mulai mengalami keretakan, mengepelnya pun biasanya dilakukan sebulan sekali.

Sejak dulu masyarakat Ende memang menggunakan kotoran sapi untuk mengepel. tujuannya untuk memperbaiki keretakan pada ubin, sehingga kalau retak mereka akan mengepel lagi menggunakan kotoran sapi. 

Baca juga : Festival Pesona Bau Nyale, Tradisi Setahun Sekali Di Lombok

Lantai yang terbuat dari kotoran sapi lebih kokoh dan tahan lama. Selain untuk memperbaiki keretakan, kotoran sapi juga ampuh untuk mengusir nyamuk dan penghangat malam hari.

Kotoran sapi yang digunakan juga bukan sembarangan. Warga akan menggunakan kotoran yang baru saja dikeluarkan oleh sapi. Artinya, bukan menggunakan kotoran yang telah mengendap beberapa hari.

Syarat Menikah Bagi Masyarakat Desa Ende Lombok Tengah

Untuk memulai kehidupan rumah tangga bukanlah sesuatu yang mudah. Masyarakat di Desa Ende sudah menetapkan aturan, bahwa setiap wanita yang ingin menikah wajib mempunyai keahlian untuk menenun. Jika belum bisa menenun maka dilarang untuk menikah. 

Adat Desa Ende Lombok

Karena filosofinya, seorang istri yang ahli menenun artinya istri tak bergantung dengan suami, bisa mencari uang sendiri dari kerajinan ini dan bisa dijual.

Pembuatan kain tenun merupakan sesuatu yang rumit dan memakan waktu panjang. Misalnya, pembuatan kain tenun bermotif subanale proses pembuatannya bisa memakan waktu sebulan.

Baca juga : Desa Wisata Sade Mengenal Budaya Suku Sasak Lombok Tengah

Biasanya anak-anak berusia sembilan tahun sudah diajarkan untuk menenun. Mereka mendapatkan alat tenun yang telah diwariskan oleh keluarganya secara turun temurun. Sementara bagi kaum pria Suku Sasak yang sudah dewasa, harus bisa melakukan tari Presean.

Tak Menggunakan Tiket Atau Frre di Dusun Ende Lombok

Dusun Ende diresmikan sebagai dusun wisata sejak 1999. Namun baru mengalami lonjakan wisatawan sejak Bandar Udara Internasional Lombok diresmikan pada 2011.

Sejak menjadi desa wisata, masyarakat tidak pernah meminta pungutan tiket kepada wisawatan. Mereka memperoleh uang dengan berjualan kerajinan yang dijual melalui toko yang berada di area dusun.

Walau begitu, kita tetap membeli candera mata dari hasil yang dijual di Desa Wisata Ende ya teman, agar semuanya dapat melangsungkan kehidupan ini.

Cara Mengunjungi Desa Wisata Ende

Untuk bisa mengunjungi desa wisata Ende, ada bainya Anda menggunakan kendaran pribadi. Nati anda tinggal mengikuti arah jalan di google map.

Nah indah bukan kearafan lokal yang dimiliki dusun wisata Ende Lombok Tengah? Sekarang semua sudah tahu tinggal berangkat saja. Ayo Kita ke Lombok.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks :Ad Views :