Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

 
Home / Indonesia / Bali / Desa Wisata Prataman Jasri Berkonsep Budaya Dan Kearifan Lokal Bali

Desa Wisata Prataman Jasri Berkonsep Budaya Dan Kearifan Lokal Bali

 

Mengisi Liburan Di Kawasan Desa Pramatan Jasri Bali

Direktori Wisata – Desa Prataman Jasri bernuansa alam pedesaan yang mengusung konsep budaya dan kerarifan lokal masyarakat Bali.

Pulau Dewa Bali punya pantai-pantai cantik yang selalu ramai dikunjungi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Budayanya pun beragam mulai dari upacara adat festival budaya, hingga tari-tarian.

Bagi kita yang menyukai destinasi wisata budaya di Bali, tidak ada salahnya kita coba berkunjung ke Desa Wisata Pakraman Jasri yang diknel dengan destinasi wisata budaya

desa-wisata-prataman-jasri-bali

Desa Prakaman Jasri yang terletak sekitar +/- 70 kilo meter dari Kota Denpasar, tepatnya di daerah Kabupaten Karang Asem Bali. Walau nama desanya tidak sepopuler desa wisata bali lainnya, namun potensi alam dan budayanya  yang luar biasanya, maka desa ini pernah dinobatkan sebagai desa wisata terbaik pada tahun 2013.

Desa wisata Bali Prakaman Jasri yang indah ini dikelilingi dengan hamparan sawah, perkebunan, sungai, bukit dan gunung yang mempesona. Untuk menikmati keindahan alam desa wisata Bali ini, sudah disiapkan jalur khusus untuk para wisatawan yang berkunjung ke daerah ini.

desa-wisata-budaya-prataman-jasri-bali

Pada jalur penulusuran desa wisatayang kedua ini, kita akan memasuki area perkebunan. Di tengah perjalanan treking di desa ini  kita bisa menikmati hidangan air kelapa yang langsung dipeting dari pohon. Untuk menjaga agar desa tetap bernuansa tradisional, dalam menikmati hidangan buah kelapa kita tidak menggunakan sendok, tapi alat yang kita gunakan bersumber dari batok kelapa sebagai alat untuk mengerok isi kelapanya.

Selanjutnya perjalanan kita lanjutkan dengan melintasi bukit kayon. Konon, bukit ini merupakan bukit yang dianggap sakral bagi para pemuluk agama Hindu di Bali. Setelah kita menempuh perjalanan sekitar +/- 6 kilo meter yang memakan waktu +/- 3 jam akhirnya kita bisa samapi di pusat Desa Prakaman Jasri.

 

Di pusat desa wisata Bali ini kita dapat menemukan cemilan khas makanan tradisional yang identik denan warga Desa Prakaman Jasri salah satunya adalah kue tore, yaitu kue yang berbahan dasar besar yang dicampur dengan air gula ini konon menurut informasi yang Direktori Wisata terima sangat di sukai warga desa.

pembuatan-dodol-nangka.

Di desa ini pun kita juga bisa menemukan hasil produksi makanan khas jajanan daerah lokal, yaitu dodol nangka yang cukup dikenal. Konon, produksi dodol nangka di desa ini sudah mulai diproduksi sejak +/- 44 tahu silam. Dalam sehari masyarakat Desa Prataman Jasri bisa membuat dodol mangga ini sebanyak 250 kotak.

gerabah-bali

Selain para pembuat makanan, desa wisata budaya ini juga dikenal dengan para pengrajinnya, seperti pengrajin pisau, pengrajin perhiasan, dan pengrajin gerabah. Dan para wisatawan yang berkunjung ke lokasi desa ini bisa langsung melihat dan mendengarkan langsung penjelasan dari para pengrajin produk lokal yang ada di desa ini.

Sebagai salah satu desa budaya, sudah seharusnyalah tradisi dan budaya tetap terjaga dengan baik. Misalnya saja tempat untk belajar menari anak-anak dan remaja yang tersedia di tempat desa ini. Dan bisanya anak-anak dan remaja di desa ini mengadakan pertemuan untuk latihan menari selama dua minggu sekali.

menulis-di daun-lontar

Yang uniknya di desa ini terdapat tempat belajar menulis di daun lontar, memainkan alat musik gender,hingga memainkan gong bagi masyarakat dan anak-anak. Bagi para wisatawan yang berkunjung di desa ini pun bisa belajar banyak untuk menulis di atas daun lontar atau memainkan alat musik tradisional yang ada.

Bagi para wisatawan yang berkunjung ke desa ini dan ingin menginap tidak perlu khawatir, karena beberapa warga di desa ini sudah menyiapkan tempat  penginapan di sekitar rumah mereka.

Potensi yang terdapat di desa wisata Prakaman Jasri Bali ini, kita bisa melakukan kegiatan liburan di tempat wisata alamnya sambil traking yang berlatar belakang pemandangan bentangan sawah yang indah dengan view sungai ,bukit, gunung, dan laut. Buan hanya itu, bahkan potensi wisata budaya yang menampilkan adat dan tradisi  masyarakat lokalnya di hari-hari tertentu.

Kunjungi juga : Pesona Desa Wisata Jatiwulih Tabanan Bali

Untuk bisa menyelusuri Desa Wisata Prakanan Jasri, kita cukup membayar Rp. 75.000,- / orang hingga Rp. 215.000,- per orangnya. Dan harga tersebut merupakan harga yang pantas untuk menikmati keindahan alam dengan kearifan lokal yang ada di desa wisata budaya terbaik di Indonesia.

Kunjungi juga : Tradisi Iyangket Masyarakat Lokal di Jatiluwih Tabanan Bali

Sedangkan untuk mengunjungi Desa Wisata Budaya Prakaman Jasri kita bisa menggunakan kendaraan roda dua (motor), atau mobil. Semalat menikmati liburan di Desa Wisata Budaya Bali.[]

 
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
 
 

17 Comments

  1. wah hebat nih desa pakraman jasri mas,desanya permai dengan pemandangan yg indah.
    cocok dijadikan salah satu destinasi wisata

  2. bali memang penuh pesona bahkan sampai pelosok desanya ,itu menulis di daun lontar gi mana caranya yamas

  3. Wah masnya lagi mengexplore Bali ya ?? 😀
    sayangnya ane dulu belum suka poto dan nulis…
    Huhu

  4. saya tertarik dgn menulis di daun lontar kang, itu mudah apa sukar kang, kli aja kang Indra mencobanya hehehee 😀

    • Tidak mudah kang, dibutuhkan proses waktu dan ketelatenan satt akan melusin di dun lontar tersebut, tapi asyik juga bisa liburan sambil belajar seperti menulis di daun lontar. 😀

  5. Menulis di daun lontar?
    Menarik juga, jadi bisa merasakan sensasi ala jaman Empu Sutasoma ya pak.

Comments are closed.

This div height required for enabling the sticky sidebar
 
Translate »
Ad Clicks :Ad Views :