Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2022 | All Right Reserved

Home / Info / Desa Sirince, Desa Imut Yang Cantik Elok di Turki

Desa Sirince, Desa Imut Yang Cantik Elok di Turki

/

Direktori Wisata – Desa ini ialah desa Orthodox yang cukup tua punyai jarak 12 km dari Ephesus dan 30 km dari Kusadasi, dulunya sebagai Cirkince (“jelek”).

Desa Sirince, Desa Imut Yang Cantik Elok di Turki

Memang penghuninya memberikan nama ini dengan merencanakan karena mereka tidak ingin terusik oleh orang asing atau buat sharing keelokan desa mereka.

Walau Desa Sirince tingkatkan pariwisata dengan benar-benar kuat, ia dapat bela otentitas dan arti namanya.

Kejadian Desa Sirince di Turki

Desa Sirince terjadi ketika sebagian orang melarikan diri dari Efesus. Mereka ada di pegunungan dan menamai desa Cirkince yang diubah bahasa jadi jelek.

Pemikirannya sebagai agar orang luar tidak ingin ketahui dan ada ke desa. Nama itu seterusnya ditukar jadi Sirince, yang memiliki makna cantik. Orang Yunani ada di desa di satu set dan ini jelas dalam tipe rumah. Pada tahun 1924 terjadi peralihan masyarakat Yunani dan Turki.

Desa Sirince di Turki Berpredikat Potongan Surga Yang Jatuh Ke Bumi

Sirince ialah desa yang terkubur dibalik pegunungan dan dikelilingi perkebunan yang membujur hijau. Daerah ini pada awalnya ditempati oleh orang Turki angkatan Yunani.

Dulunya desa ini yang mempunyai nama “Cirkince” yang artinya “buruk rupa”. Nama yang betul-betul kontras dengan keelokan desa itu. Masyarakat desa pada zaman itu merencanakan memberikannya nama demikian supaya orang asing tidak ada melawat.

Walaupun begitu, semuanya masyarakat Yunani angkatan Turki dimigrasikan ke Turki dan semuanya masyarakat Turki angkatan Yunani dimigrasikan ke Yunani, setelah perang kemerdekaan Turki.

Peristiwa hal peralihan masyarakat ini yang lalu memicu Dido Soutiriou menulis novel ‘’Farewell Anatolia”. Dido menggambarkan desa itu menjadi potongan surga yang jatuh ke bumi.

Walau masyarakatnya sudah beralih, bangunan-bangunan di desa ini selalu dipertahankan. Anda bisa melihat sejumlah rumah keunikan Yunani. Gabungan antara bentang bukit-bukit yang mengelilingi Sirince dan skema sejumlah rumah ini yang buat Sirince dilihat sebagai ‘potongan surga di bumi’. Panggilan lain buat desa ini sebagai pretty old Orthodox Village.

Desa Sirince Terkenal Jadi Produsen Wine

Jika ada pemandangan Bar dan toko yang menjaul wine, salah satunya tipe minuman beralkohol betul berada di dalam depan satu masjid di jarak beberapa belas mtr. saja, oleh karenanya berada di dalam Sirince.

Desa Sirince Terkenal Jadi Produsen Wine

Jalanan di Sirince hampir segala hal ialah jalur setapak sempit yang hanya bisa dilalui pada jalan kaki. Di sekitar tempat parkir bus-bus rekreasi, ada ruang bazaar kecil yang menawarkan berbagai baju, buah kering, kerajinan tangan dan tentu saja wine, minuman beralkohol yang dibikin di desa itu juga.

Dengan ramahnya beberapa penjual bisa mempersilahkan paar wisatawan buat rasakan dagangan mereka. Tidak ada kewajiban membeli setelah rasakan wine mereka dengan gratis. Kenyataannya wine bukan hanya bisa dibuat dari anggur.

Rupanya, wine bisa dibuat dari beberapa tipe buah-buahan. Dapat dibuktikan di Sirince, ada beberapa jenis tipe wine yang diperjual-belikan. Mulai wine dari buah strawberry, cherry, apricot, pisang.

Susuri Ruang Desa Sirince Turki

Tiba Sirince, karena itu dapat terlihat kesederhanaan Turki. Masyarakatnya sangat ramah. Mereka bisa menyapa melalui kata ‘’merhaba” yang dalam bahasa Indonesia memiliki makna : hai/halo. Anda bisa jalan susuri jalan berbatu ke segi lebih dalam dari desa ini.

Terlihat di kiri dan kanan jalan berdiri sejumlah rumah keunikan Yunani. Sejumlah rumah itu, sekarang ini telah ganti peranan jadi toko atau kafe yang ramai disinggahi pelancong. Kondisi asri masih terasa, kendaraan bermotor tidak diizinkan masuk.

Skema sejumlah rumah tradisional di sini cukup rapi. Fasad bangunannya memperingati di bangunan di Mediterania, bersusun-susun dengan bentuk yang seragam. Semuanya rumah di Sirince punyai warna putih.

Penampilan rumah ini sebenarnya sudah bertahan sejak mulai waktu kekhalifahan Usmani dan masih dipertahankan hingga saat ini. oleh pemerintah Turki, sejumlah rumah itu, sekarang ini, serius dijaga otentitasnya karena jadi daya tarik rekreasi.

Lorong-lorong di Sirince hanya dengan lebar kurang lebih dua mtr.. Lorong itu hanya ialah jalan dengan skema batu alam yang seolah diletakkan sembarangan, tidak ditata dengan rapi. Terkadang dirambati tumbuhan liar.

Baca juga : Masjid Isa Bey Turki, Masjid Dua Kubah Di antara Kuil Serta Gereja

Setelah sepuluh menit jalan di desa ini, pertama-kali yang bisa Anda jumpai sebagai Sirince Pasar. Di sini bisa merasakan banyak barang keunikan Sirince seperti minyak zaitun, sabun dan body lotion.

Masyarakat desa ini betul-betul pandai mengolah minyak zaitun. Terkecuali minyak zaitun, produk yang terkenal di sini adalah wine. Di Sirince Pasar, Anda dapat membeli pernak pernik keunikan Turki seperti asesoris yang berhias mata biru (nazar bocungu).

Terkecuali Sirince Pasar, di desa ini merasakan Gereja St John the Baptist yang sekarang ini hanya menjadi tempat rekreasi. Gereja yang dulunya menjadi tempat melaksanakan ibadah masyarakat Sirince ini berarsitektur Yunani dengan mosak-mosaiknya yang sedikit tinggal.

Pengunjung dapat masuk dengan bebas dan cicipi keelokan interiornya. Berbahagia menelusuri, bisa bertandang ke Say Artemis Restaurant. Di mana restoran dengan arsitektur keunikan Yunani dan menempati bangunan batu.

Di resotan ini Anda bisa masuk ke buat melihat-lihat interior bangunan tetapi masuk juga tempat bawah tanahnya yang menjadi restoran. Restoran outdoor-nya pasarkan pemandangan elok ke lembah Sirince.

Di restoran ini, anda dapat cicipi makan siang di bawah teras yang berhiaskan tumbuhan rambat denagn kondisi sejuk.

Sirince Terdiri Dalam Tiga Segi

Garis besarnya Sirince dibagi jadi tiga segi. Pertama, segi bawah yang berisi sejumlah rumah yang sudah diubah peranan jadi toko, restoran, dan pension (pemondokan kecil).

Sirince Terdiri Dalam Tiga Segi

Pada segi bawah ini jadi ruang yang sangat ramai dari Sirince, di sini ada juga pasar tradisional yang menawarkan komoditas perkebunan tetapi oleh-olehan keunikan Sirince.

Sementara, segi kedua sebagai bagian tengah, daerah rumah. Sejumlah rumah di sini rerata dimiliki oleh masyarakat asli Sirince yang pekerjaannya menjadi petani.

Pertanda antiknya di kandang ternak, lumbung, dan traktor dan alat pertanian yang dimasukkan ke halaman.

Lalu segi terakhir ada di segi yang paling tinggi dari kontur desa ini. Sejumlah rumah yang ada mempunyai ukuran besar, beberapa ada paviliun, beberapa punya halaman dan kebun yang luas.

Baca juga : Uchisar Castle Cappadocia, Istana Batu Dengan View Fenomenal

Peluang dulunya sebagai rumah beberapa pembesar atau rumah orang kaya. Semakin masuk ke desa, pengunjung bisa semakin menemui pemandangan yang berbeda.

Pengunjung bisa ibaratnya masuk ke labirin, 1x bisa tiba-tiba bicara jalan buntu atau sesaat lalu bisa bertemu pemandangan bukit-bukit yang membujur di sekitar Sirince.

Masalah Yang Harus Digerakkan di Desa Sirince

* Rasakan anggur tentu saja

* Membeli sabun minyak zaitun produksi tangan

* Tiba gereja St Johns

* Cicipi masakan Turki di restoran tradisional

* Rasakan dan membeli buah zaitun terbaik di Turki

Teknik Tiba Desa Sirince Turki

* Jika Anda berkendaraan di sana, jalan gunung sangat sempit dan tidak punya penghalang keamanan. Yakin siapa yang berkendaraan bisa terasa nyaman sama ini. Berkendaraan di Turki sudah seperti rintangan berat!

* Ini sangat berbukit dan di tengah-tengahnya hari panas, sebotol air sebagai satu kewajiban buat minuman yang memberikan kesegaran.

* Jangan gunakan sandal jepit. Anda perlu sepatu dengan pegangan yang baik buat jalanan berbatu yang curam.

* Sirince tidak cocok buat siapa dengan masalah jalan atau cacat.

* Gunakan pemandu rekreasi yang terorganisir jika Anda mempunyai gagasan buat ikut rasakan anggur, karena tidak dibolehkan minum dan berkendaraan.

Tehnik ke Desa Sirince Turki

Dari terminal bus Otogar, bisa naik dolmus (sama dengan angkot) tujuan Sirince. Dolmus pergi tiap 20 menit, tetapi rerata dolmus bisa pergi jika kursi penumpang sudah penuh. Perjalanan ketujuan Sirince hanya melalui waktu 15 menit.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :