Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2022 | All Right Reserved

Home / Jawa Tengah / 7 Bukti Menarik Candi Borobudur, Pembangunannya Nyaris 100 Tahun

7 Bukti Menarik Candi Borobudur, Pembangunannya Nyaris 100 Tahun

/

Directory Rekreasi – Candi Borobudur saat ini sedang jadi pembicaraan hangat sesudah wawasan peningkatan harga tiketnya jadi Rp750 ribu untuk pelancong lokal.

7 Bukti Menarik Candi Borobudur, Pembangunannya Nyaris 100 Tahun

Wawasan itu digaungkan oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melalui account Instagram pribadinya.

Tetapi, sesudah berbagai protes dari warga, pada akhirnya wawasan itu diundur.

Candi Borobudur ini ada di Magelang, Jawa tengah dan jadi sebuah tujuan super fokus sekarang ini.

Selama saat wabah, Candi Borobudur jadi sebuah teritori yang ditutup.

Sesudah wabah dapat diatasi, pengurus selanjutnya buka kompleks candi untuk rekreasi, tetapi beberapa pengunjung cuma dapat berkeliling-keliling di pekarangan dan tidak naik ke stupa.

Baca juga : 17 Tempat Liburan di Indonesia yang Termasyhur serta Terkenal

Sekarang ini, harga ticket masuk Candi Borobudur ditanggung Rp50 ribu untuk orang dewasa dan Rp25 ribu untuk anak-anak.

Sementara wisatawan asing dewasa dikenai biaya masuk sejumlah Rp350 ribu dan anak-anak Rp210 ribu.

Candi Borobudur

Nach, untuk ketahui selanjutnya mengenai Candi Borobudur, baca pembahasan berikut seperti diringkas Directory Rekreasi dari beragam sumber.

1. Diketemukan oleh Gubernur Jenderal Inggris

Sebelumnya, saat sebelum ramai didatangi oleh pelancong seperti sekarang ini, Candi Borobudur rupanya sempat tidak terurus.

Ini disebutkan dalam buku The History of Java yang dicatat oleh Gubernur Jenderal Inggris di Jawa,

Sir Thomas Stamford Raffles. Dalam bukunya, dia mendapati gundukan batu besar yang terpendam di tanah dan tertutup tahun 1814.

Dia juga memerintah agar dilaksanakan pembersihan agar Candi Borobudur ini dapat didalami. H.C. Cornelius ialah orang yang diberi pekerjaan itu.

Baca juga : Intip, Miniatur Jawa Tengah di Jakarta

Perlahan-lahan tetapi tentu, pada akhirnya banyak faksi yang ingin selamatkan situs monumental Candi Borobudur ini.

2. Periode Pembangunan Hampir 100 Tahun

Sesudah didalami, Candi Borobudur ini ialah warisan dari Kerajaan Mataram Kuno yang dibuat pada periode pemerintah Raja Samaratungga dari wangsa Syailendra.

Pembangunan candi ini diprediksi dilaksanakan pada era kedelapan dan kesembilan Masehi.

Berdasarkan catatan seorang yang namanya Hudaya Kandahjaya yang berada di dalam Prasasti Kayumwungan, Candi Borobudur ini usai dibuat pada 26 Mei 824.

Baca juga : Museum Ullen Sentalu Yogyakarta:: Belajar Sejarah Bangsawan Jawa

Periode pembangunannya nyaris memerlukan waktu 100 tahun sesudah project ini pertama kalinya diawali.

3. Terdiri dari Dua Juta Balok Vulkanik

Banyak pembicaraan mengenai Borobudur, terhitung berkenaan hipotesa candi yang dibuat di atas danau purba yang jadi kering.

Sangkaan ini makin kuat saat terdapat bukti terendamnya sisi dasar candi pada era ke-13 dan ke-14.

Walau begitu, sampai sekarang ini pembangunan Candi Borobudur masih jadi mistis.

Salah satunya yang jelas ialah Candi Borobudur ini terbagi dalam 2 juta balok batu vulkanik yang terpahat dengan bagus.

Baca juga : 10 Destinasi Wisata Jawa Tengah Yang Menarik Dikunjungi Saat Liburan

Masing-masing balok yang tersusun ini sama-sama mengamankan hingga candi masih tetap pada kondisi kuat sampai sekarang ini.

4. Sempat Ingin Dibedah

Dibalik keelokan candi ini, banyak pemburu artefak yang ingin mengumpulkannya.

Kepala arca ialah sisi yang terbanyak disukai. Karenanya, banyak patung Buddha yang diketemukan telah tanpa kepala.

Lebih parahnya kembali, Pemerintahan Hindia Belanda sempat juga memberi secara suka-rela pada 1896.

Dibalik keelokan candi ini, banyak pemburu artefak yang ingin mengumpulkannya.

Kepala arca ialah sisi yang terbanyak disukai. Karenanya, banyak patung Buddha yang diketemukan telah tanpa kepala.

Lebih parahnya kembali, Pemerintahan Hindia Belanda sempat juga memberi secara suka-rela pada 1896.

Terdiri dari lima arca Buddha dan 30 batu dengan 30 batu relief, dua patung singa, arca penjaga, batu wujud naga, dan lain-lain dikasih ke Raja Thailand, Chulalongkorn.

Koleksi itu sekarang ini dapat diketemukan di Museum Nasional Bangkok.

Karena ramainya perampokan, kepala inspektur budaya merekomendasikan Borobudur dibedah semuanya tahun 1882.

Saat itu, reliefnya akan dipindah ke museum supaya tidak ada peristiwa lenyapnya arca.

Baca juga : Wisata Alam Kalibaya Park di Brebes Jawa Tengah

Tetapi untung saja, seorang arkeolog yang dipilih oleh pemerintahan namanya Groeneveldt menyebutkan jika keputusan ini berlebihan, hingga hal itu tidak jadi dilaksanakan.

5. Pernah Dipugar Dua Kali

Tahun 1885 sebagai awalnya kembalinya Candi Borobudur. Waktu itu, seorang Ketua Warga Arkeologi di Yogyakarta, Yzerman mendapati kaki terselinap.

Penemuan ini langsung membuat pemerintahan Hindia Belanda jaga kelestarian dari candi itu.

Ada 3 orang pakar yang dipilih untuk mempelajari Candi Borobudur.

Mereka ialah sejarawan seni Brandes, insinyur sekalian anggota tentara Belanda, Theodoor van Erp, dan Van de Kamer.

Karena bujet yang terbatas membuat pemugaran tidak jalan sama sesuai gagasan.

Pemugaran cuma memfokuskan pada menjaga patung dan batu.

Sebelumnya, ada usaha untuk membenahi tatanan letak batu, stupa, dan drainase.

Sementara rekonstruksi chattra sempat juga dilaksanakan, tetapi cuma menggunakan sedikit batu asli. Efeknya, chattra tidak dapat dipertanggungjawabkan orisinalitasnya hingga Van Erp membedahnya.

Sisi yang tidak prima ini diletakkan dalam Museum Karmawibhangga Borobudur.

Untuk selamatkan Candi Borobudur, pemerintahan Indonesia ajukan pemugaran.

Gagasan ini berbuah hasil hingga UNESCO terdorong untuk mengembalikan Borobudur.

Tahun 1973, pemuaran disahkan oleh Presiden Soeharto yang habiskan dana US$6,sembilan juta dan usai pada 1984.

6. Relief Bertopik Kehidupan

Candi Borobudur yang memiliki ukuran 123 mtr. x 123 mtr. dengan tinggi asli 42 mtr. ini memiliki 2.672 patahan relief yang mana 1.460 relief menceritakan mengenai kehidupan.

Narasi ini terdiri atas tiga sisi. Di bagian kaki atau kamadatu memiliki relief yang memvisualisasikan kehidupan manusia yang penuh gairah.

Baca juga : Menjelajah Wisata Indonesia Dari Taman Nusa Bali

Selanjutnya naik ke sisi selanjutnya yakni tubuh atau rupadatu yang memiliki relief lalitavistara, jataka, dan awadana yang bercerita cerita Sidharta Gautama dan sisi pucuk atau arupadatu didiamkan secara terbuka.

7. Pernah Dihajar Musibah Alam

Ada di lokasi yang dikitari dengan pegunungan membuat Candi Borobudur ini tidak terlepas dari imbas gunung meledak.

Saat Merapi meledak pada 2010, Candi Borobudur sempat tertutup abu vulkanik dengan tebal 2,5 cm..

Candi ini sempat juga dihajar gempa Yogyakarta pada 2006 dan 2010 lalu.

Mengakibatkan ada banyak kerusakan kecil di badan candi.

Nach tersebut 7 Bukti Menarik Candi Borobudur, mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk Anda. Bahagia Travelling!{}

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate »
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :