Oh Snap!

Direktori Wisata Indonesia @2012 - 2020 | All Right Reserved

Home / Indonesia / Sulawesi / Maluku / Pesona Wisata Bahari Banda Naira Maluku Tengah

Pesona Wisata Bahari Banda Naira Maluku Tengah

/
/

Direktori Wisata – Panorama keindahan wisata bahari dan heritage bagai bak mutiara terpendam di Maluku Tengah, Indonesia Timur.

Banda Naira Maluku Tengah

Maluku memiliki detinasi wisata pantai yang dikenalmemiliki eksotisme alam dan jejak sejarah yang bergitu kental yang akan membuat para wisatawan begitu betah berlama-lama menikmatinya. Banyak hal yang bisa kita nikmati saat bertandang di kawasan ini, salah satunya kita dapat menikmati perjalanan liburan di Banda Naira Maluku Tengah.

Sebelum kita menelusuri kawasan ini, ada baiknya terlebih dahulu kita mengenal kawasan ini lebih dekat. Banda Naira  merupakan daerah administratif masuk dalam Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Kenangan manis Banda dapat kita saksikan dalam daftar sejarahnya  antara lain tentang kemasyuran lokasi yang terdiri atas 13 pulau kecil dan 6 Desa di anataranya Dwiwarna, Kampung Baru, Merdeka, Nusantara, Rajawali dan Tanah Rata yang semua kawasan tersebut kaya akan hasil rempah-rempahnya. Wangi rempah di lokasi kepulauan seluas 44 km persegi itu menarik beberapa orang dari beragam belahan dunia untuk datang membeli rempah-rempah dengan kwalitas paling baik.

Kawasan Banda Naira tidak terlalu besar dan dapat dijelajahi dengan jalan kaki sepanjang 3 jam. Jalan aspal menghubungkan semua Pulau. Kendaraan roda empat dapat dihitung dengan jari. Selain kendaraan dinas milik pemerintah dan polisi, hampir tidak ada warga yang memiliki kendaraan mobil. Bila sahabat Direktori Wisata ingin menjelejah pulau ini, kita bisa naik sepeda yang kita bisa sewa atau kita juga bisa gunakan ojek atau jalan kaki saja.

Informasi yang Direktori Wisata dari catatan sejarah, konon orang Portugis tiba di lokasi Kepulauan Banda tahun 1512, disusul Spanyol (1521), Inggris (1601) serta Belanda lewat Vereneeging Oost-Indische Compagnie (VOC) dibawah pimpinan Jan Pieter zoon Coen pada 1609. Mereka seluruhnya berupaya memenangkan penguasaan perdagangan pala serta cengkih di Banda.

Lanjut informasi dahulu kawasan ini merupakan pusat pedagang. Para saudagar banyak yang melakukan jual beli pala dan fuli yang saat itu merupakan komoditas paling banyak dicari di Kepulauan Banda dan menjadi asal sumber rempah-rempah hingga pertengahan abad ke-19.

Pada masa itu kawasan ini menjadi bencana yang menyisakan kisah lama yang pahit untuk beberapa orang Banda dan Indonesia. Sesaat Inggris memonopoli perdagangan pala serta cengkih di Pulau Hatta dan Pulau Run, karena rempah-rempah di kawasan ini sangat dikenal bagus. Hal ini pula yang menyebabkan terjadi pembantaian penduduk lokal di Banda Neira yang dilakukan oleh VOC kala itu. Bahkan, mereka juga membawa sebagian penduduk Banda Neira ke Batavia untuk dijadikan budak.

Saksi histori kelam Banda pada saat itu beberapa masih ada hingga saat ini. Kebun-kebun pala yang ditinggalkan Belanda sesudah masa penjajahannya selesai diantaranya masih tetap ada di Pulau Banda serta Banda Besar.

Kepulauan Banda Naira juga mempunyai beragam tempat wisata darat yang tidak kalah memukau, terlebih object wisata histori. Beragam bangunan tua bekas peninggalan saat penjajahan Portugis serta Belanda masih tetap kokoh serta tertangani dengan baik seperti benteng-benteng kuno, pelabuhan serta rumah tua bergaya kolonial yang menjadi saksi bisu bahwa pulau kecil di Maluku Tengah ini pernah jadi pusat perekonomian dunia.

Kepulauan Banda Naira di kenal juga mempunyai obyek wisata bawah laut yang mengagumkan. Kepulauan ini tidak lagi asing untuk pengagum wisata bahari, terlebih mereka yang suka menyelam serta snorkeling. Daya tarik paling utama kepulauan ini yaitu keindahan taman laut beserta keanekaragaman fauna serta flora yang hidup di dalamnya. Tidaklah heran destinasi wisata bahari Banda Naira oleh wisatawan asing maupun lokal.

Banyak obyek wisata yang bisa dilihat di sini, tapi aku membagikan 8 obyek wisata yang bisa dibilang wajib dikunjungi saat kalian sampai di Banda Neira, antara lain ;

1. Benteng Belgica

Benteng yang awalnya dibangun oleh bangsa Portugis pada abad 16 di Pulau Neira, pada saat VOC masuk, mereka membangun satu benteng lagi di lokasi yang sama. Benteng yang dibangun untuk tujuan mneghadapi perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan oleh VOC.

Benateng Balgica Maluku Tengah

Konon informasi yang Direktori Wisata terima, obyek wisata heritage Benteng Belgica ini berada di pusat kota dan hanya dibuka sampai sore menjelang senja, kita bisa menjelajah masuk dan naik sampai ke atas benteng sambil menikmati keindahan kota dan laut Banda.

2. Pulau Hatta

Pulau ini dulunya bernama Pulau Rosengain, berubah nama karena memberikan sebuah kenangan untuk proklamator kita yang pernah dibuang ke sini. Di sini ada penduduk yang tinggal dan terbagi menjadi dua yaitu kampung lama dan kampung baru.

Pulau Hatta Maluku Tengah

Pulau Hatta ini mempunyai pantai berpasir putih dengan ombak yang tidak terlalu besar, sehingga memungkinkan kita untuk bermain di pinggiran pantai dan merupakan spot snorkling. Untuk sampai di pulau ini kita harus naik kapal boat dan memerlukan waktu sekitar 2 jam dari Banda.

3. Pulau Nailaka

Pulau Nailaka ini merupakan pulau yang tidak berpenghuni, namun memiliki pantai yang sangat indah dengan karakter yang unik, di mana ada bagian yang pinggiran pantai nya batu karang dan di bagian lain nya justru pasir putih, pada saat air surut dari pulau ini kita bisa berjalan kaki menuju Pulau Rhun.

Di pulau Nailaka, spot snorkling tidak banyak tapi bagus untuk diving.dan yang tidaklah menariknya lokasi nya bagus untuk pengambilan foto.

4. Pulau Rhun

Pulau Rhun ini merupakan pulau kecil di Kepulauan Banda. Konon, pulau inilah yang pernah ditukar dengan Pulau Manhattan, berdasarkan catatan sejarah di mana perseteruan antara Inggris dan Belanda yang sama sama memperebutkan pulau ini. karena pada jaman itu tumbuhan pala subur di daerah pulau Rhun.

Sebagai informasi tambahan bagi sahabat Direktori Wisata yang akan mengunjungi Pulau Rhun ini signal telekomunikasi di sini belum ada, terus masyarakatnya sangat sederhana. Namun bagi kita yang akan menikmati air kelapa segar kita dapat memesan kelapa muda yang langsung diambilkan dari pohon oleh warga. Oya,,,, satu lagi di sini merupakan salah satu bagi kalian yang akan menikmati keindahan dasar laut yang cantik karena pulau ini memiliki spot snorkeling dan kalau sahabat Direktori Wisata Indonesia akan menginap di pulau ini juga terdapat Guest House yang diberi nama Nailaka.

5. Pulau Pisang

Pulau ini berpenghuni dan banyak kapal nelayan yang bersandar di pinggir perkampungan laut.Tidak lengkap rasanya liburan ke Maluku tengah jika kita tidak berkunjung di Pulau Pisang yang terletak di sebelah barat Kota Kolaka. Karena pulau ini menjanjikan keindahan bawah laut yang jarang ditemukan di tempat lain.

Konon, nama pulau ini dinakan Pulau Pisang oleh masyarakat sekitar, dikarenakan di pulau ini banyak ditemukan pohon pisang yang tumbuh. Keindahan di Pulau Pisang siap akan memanjkan kepda sahabat Direktori Wisata yang senang menikmati keindahan bawah laut dengan pemandangan hamparan trumbu karang indah, ribuah jenis ikan dan habitat laut dapat kita temukan di dasar lautnya. Dan yang tidak kalah menarik di bawah lautnya terdapat tebing yang menjulang tinggi serta goa di bawah lautnya yang menjadi daya tarik tersendiri.

Pulau yang memiliki spot penyelaman yang indah dan masih sangat terjaga alami. Namun bagi sahabat yang tidak suka menyelam, kita dapat menikmati spot snorkeling yang ada di pulau ini dengan lokasi yang bagus untuk mengambil foto. Kita juga bisa berenang di pantai yang ombak nya tidak terlalu besar.

Pua berkeliling menjelajah wisata bahari di kawasan Maluku Tengah dengan pulau-pulua dan pantainya yang indah, sahabat Direktori Wisata bisa juga menyempatkan diri mengisi liburang di Pantai Ngurbloat Maluku yang dikenal pantai yang memiliki pasir putihnya sehalus tapung atau bisa juga berkunjung di Pantai Ora Pulau Seram yang menyajikan suasana alam yang eksotis dengan panorama hijau alam yang berbalut dengan birunya langit di sekitaran alam perbukitan.

Untuk menuju Banda Naira dari Jakarta sahabat Direktori Wisata dapat menggunakan kapal Pelni yang pergi tiap-tiap dua minggu sekali dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Bila kita akan menggunakan moda transportasi udara, saat ini sudah ada penerbangan yang melayani rute Ambon-Banda Naira, 1 minggu sekali yang bisa kita gunakan.[]

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Translate ยป
Ad Clicks :Ad Views :